Solok Raya

Terapkan Sistem Aquaponik, Pabrik AQUA Solok Mengembangkan Kelompok Binaannya Mendapatkan Hasil Panen Lebih

×

Terapkan Sistem Aquaponik, Pabrik AQUA Solok Mengembangkan Kelompok Binaannya Mendapatkan Hasil Panen Lebih

Sebarkan artikel ini


SOLOK, JN-

 Pabrik AQUA Solok meneguhkan komitmentnya sebagai perusahaan yang menyelaraskan antara kegiatan bisnis dengan keberlanjutan lingkungan, lewat program tanggaung jawab sosial lingkungan berupa kegiatan Aquaponik di Dusun 3 Jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kabupaten Solok.

 Aquaponik adalah salah satu bentuk perkembangan teknologi dalam proses budidaya sayuran, dengan memanfaatkan air dari budidaya ikan nila yang diolah pada sistem filtrasi kolam sehingga dapat dimanfaatkan sebagai nutrisi untuk tanaman sayur. Pada akhir Agustus 2023 lalu kelompok binaan Pabrik AQUA Solok-kelompok Rumah Pangan Lestari (RPL) bersama mitra pelaksana Human Initiative melakukan kegiatan pindah tanam sayur kangkung ke modul aquaponik.

Baca Juga :
PKS Tidak Diindahkan: Bupati Epyardi Asda Akan Menutup Sumber Air Untuk PDAM Kota Solok


 “Kangkung ini telah disemai selama 10 hari pada nampan semai dengan media tanam menggunakan rockwoll, sementara air kolam ikan pun diolah menggunakan filter. Pindah tanam dilakukan untuk mempercepat proses pertumbuhan sayur kangkong,” jelas Stakeholder Relations Manager PT.Tirra Investama Pabrik AQUA Solok Azrai, Rabu (6/9).

“Dengan sistem aquaponik ini anggota kelompok Rumah Pangan Lestari akan mendapatkan keuntungan lebih, yaitu tiga kali panen sayur dan satu kali panen ikan dalam satu siklus budidaya. Selain itu kelompok juga tidak perlu membeli pupuk lagi untuk sayur kangkung dan sayur yang dihasilkan bersifat organic,” tambah Azrai.

Baca Juga :
Bupati Epyardi Asda Hadiri Pemusnahan Barang Bukti Tindak Pidana Umum


Selain budidaya aquaponik, kelompok juga menanam kopi jenis arabica di lahan masing-masing. Ini dilakukan untuk meningkatkan hasil panen kopi di Kayu Aro karena sekarang sudah ada rumah pengolahan kopi Kayu Aro. Sehingga para petani dapat menjual langsung hasil panen kopinya dengan harga yang lebih kompetitif.

Kopi yang akan di tanam secara keseluruhan berjumlah 2.500 batang dimana penanaman dilakukan secara bertahap untuk masing-masing kelompok sebanyak 125 batang (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *