Bupati Epyardi Asda Akan Segera Benahi GOR Batu Batupang 


SOLOK, JN- Banyaknya sorotan masyarakat kepada Gelanggang Olahraga (GOR) Tuangku Tabiang, Batu Batupang, baik di medsos atau media cetak dan online, membuat hati Bupati Solok terenyuh untuk membenahinya.


“Kita akan segera membersihkan GOR batu Batupang. Kita sudah suruh cek sama bagian terkait, seperti bagian umum dan Dinas PU untuk membenahinya. Tugas wartawanlah nantinya untuk mengawasinya,” sebut H. Eotardi Asda, saat berbincang dengan Wartawan Koran Padang, dikediaman Bupati Solok di Singkarak belum lama ini.
Rencananya menurut Bupati, Kawasan GOR akan dijadikan titik kumpul penggiat olahraga, baik sepakbola, lari, senam dan lainnya.


Bahkan jika sudah siap dibenahi, di kawasan GOR akan secepat mungkin digelar Turnamen Sepakbola Bupati Cup antar kecamatan se Kabupaten Solok.
“Kita ingin sepakbola Kabupaten Solok ini jadi juara di Tingkat Sumbar. Untuk itu kita harus membersihkan GOR batu Batupang, dan sepakbolanya harus kuat,” papar H. Epyardi Asda.
Bupati berkeinginan, dari Turnamen Bupati Cup ini akan lahir bibit-bibit pemain untuk Club Persikas.

Sebelumnya ramai diberitakan, bahwa Kawasan Gor Batutupang Koto Baru, Kecataman Kubung Kabupaten Solok, mejadi kawasan empuk bagi kalangan remaja pemakai barang haram, seperti Sabu, Ganja dan sejenis obat-obat terlarang lainya.
Pasalnya, selain tempat itu sepi dari keramain, namun juga minim petugas patroli dikawasan tersebut, terutama pada malam hari. Ditambah kondisi GOR yang hampir tidak terurus.
Kawasan tersebut juga diduga kerap dijadikan lokasi mesum bagi kalang muda mudi yang sering nogkrong di kawasan itu. Selain itu lokasi empuk bagi siswa sekolah yang cabut pada saat jam pelajaran. Hal ini dikarenakan kurangnya pengamanan dan pada malam hari juga kurangnya lampu penerangan di sekeliling kawasan Gor Batu Batupang.

Baca Juga :
Penghargaan Untuk Wartawati Terbaik: Gubernur Sumbar Dukung Ruhana Kuddus Award

“Kalau bisa, pemerintah daerah menambah jumlah personil Satuan Polisi Pamong Parja di kawasan tersebut, karena sudah banyak masyarakat yang mengeluh dan kesal terutama orang tua yang takut anaknya terpengaruh dengan kenalan remaja yang semakin meningkat akhir-akhir ini,” harap Irwadi(56) warga Koto Baru, Minggu (14/8).


Pak Irwadi  menilai, keberadaan kawasan gelangang olah raga yang jadi kebangaan masyarakat kabupaten solok itu terkesan mati suri. Hanya dimaanfakan kalangan sebagai tempat untuk ajang latihan balap motor di sore hari. Dan belum lama ini sempat dipakai untuk turnamen Minangkabau Cup 2 zona Kabupaten Solok.

Namun menurut Irwadi, jika dimalam hari, kawasan tersebut akan terlihat sepi namun terlihat ramai di tempat-tempat gelap.“Karena kegelapan akan memudahkan terjadi hal-hal yang tidak inginkan, seperti memakai obat telarang, pesta miras dan kalangan muda mudi pacaran. Jadi kalau bisa, perbanyak pengamanan dan lampu penerangan, ” tambah Irwadi.
Beberapa waktu lalu, di kawasan itu juga sering dilakukan penangkapan terhadap pelaku narkoba.“Lebih baik kita mencegah dari pada tambah parah, ” tutur Irwadi.
Sementara itu, sesuai pemantauan media ini, di lokasi GOR Batu Batupang, saat ini kondisinya sangat miris.Bahkan hampir 90 persen alam kondisi rusak, baik lapangan, arena lari, tribun dan lainnya.Beberapa ekor anjing liar juga tampak mengais sampah di kawasan GOR.

Baca Juga :
Tim Futsal Sinergy Dari Lembah Gunanti Juara Liga Futsal Kubang Nan Duo Cup 


 Lokasi ini juga sering dijadikan tempat nongkrong anak-anak ABG dan anak sekolah pada jam-jam siang dan sore hari.
Sementara sampah tampak berserakan di mana-mana.

“Alangkah lebih baiknya tempat ini dikelola secara profesional untuk ajang berolahraga masyarakat Kabupaten Solok. Tentu di sana harus ada yang mengurus agar tidak berantakan seperti saat ini, ” ucap Riki (40), tokoh masyarakat Kabupaten Solok.


Pihaknya juga sangat menyayangkan kondisi di dalam GOR yang juga sembraut. “Air saja tidak ada dan pagar pembatas serta pintu stadion juga sudah tua dan sudah copot serta sering tidak berfungsi. Kodepan ini harus menjadi perhatian khusus Kepala Daerah dan anggota dewan, ” pungkas Riki (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.