Program Konservasi PT. Tirta Investama Dengan Budidaya Kopi Arabica Terus Dilanjutkan


SOLOK, JN- Program konservasi air yang dikembangkan melalui program CSR PT Tirta Investama (Aqua Danone) Solok terus dilanjutkan.


Hari Jum’at (3/12), PT Tirta Investama  melakukan seremonial penanaman kopi di salah satu lahan masyarakat di Kawasan Aie Badak Dusun 5,  Jorong  Kayu Aro, Nagari Batang Barus, Kab Solok.
 Dalam acara tersebut terlihat ada para pihak yang hadir dan ikut melakukan penanaman kopi jenis arabica seperti pemerintah Nagari Batang Barus yaitu ketua Badan Permusyawarahan Nagari (BPN) Batang Barus Bapak Jumahardi sekaligus mewakili pemerintah Nagari Batang Barus, kepala Jorong Kayo Aro Bapak Ambral serta Ibu Eli Mawarni dari BPP kabupaten Solok serat seluruh anggota kelompok. 
Setelah melakukan penanaman acara dilanjutkan panen kopi bersama.Program konservasi air dengan mengembangkan budidaya kopi Arabica ini sudah dimulai sejak tahun 2018,  lalu melalui program pemberdayaan masyarakat PT Tirta Investama Pabrik Solok yang berada di sekitar hulu DAS Sumani. 


Menurut Kepala CSR PT. Tirta Investama, Jon Betric  yang didampingi Humas PT Tirta Investama Pabrik Solok atau Stakeholder Relation PT.TIV Solok Azra`i, himgga akhir tahun 2021ini,  sudah 17.800 kopi Arabica yang ditanam di sejumlah lahan milik masyarakat yang tergabung dalam kelompok tani di Aie Badak dan Tabek jorong Kayu Aro dengan jumlah anggota sekitar 26 orang.

Baca Juga :
Wakil Gubernur Sumbar Audy Buka Acara TNI Manunggal Membangun Desa ke 112 Tahun 2021 di X Koto Singkarak


 “Selain tanaman kopi, ada 1.500 jenis tanaman lain yang ditanam seperti alpukat, jeruk manis dan pete.Program konservasi air yang dikembangkan oleh program CSR PT Tirta Investama pabrik Solok dengan melakukan inovasi yaitu membangun rorak dan sumur resapan di lahan yang ditanami kopi yang bertujuan untuk menekan limpasan air hujan (run off) juga dapat meningkatkan kesuburan tanah dan meresapkan air ke dalam tanah,” papar Jon Betric.
Disebutkannya, sampai tahun 2021 ada 550 unit rorak yang dibangun yang tersebar di seluruah lahan masyarakat yang tergabung dalam kelompok budidaya tanaman kopi. 
Pada umumnya tananaman kopi yang berumur 13 -14 bulan sudah berbuah. Data dari hasil panen kopi yang ditanam pada tahun 2018 dan 2019 tercatat sebanyak 195 kg dalam bentuk ceery.

Baca Juga :
Pemkab Solok Peringati Hari Perhubungan Nasional Tahun 2022


 Jumlah panen terus mengalami peningkatan setiap bulannya Semoga hasil panen masyarakat terus mengalami peningkatan dan sumber ekonomi tambahan bagi keluarga. 

“Program ini akan terus dilakukan secara berkelanjutan sesuai komitmen perusahaan dan tidak hanya sebatas dengan tanaman kopi tetapi juga dengan jenis tanaman lain yang sesuai dengan kondisi lahan, lingkungan dan kebutuhan masyarakat sehingga berdampak kepada perubahan ekonomi masyarakat dan kondisi lingkungan yang lebih baik,” terang Jon Betric (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.