Pemkab Solok Perbolehkan Sapi Masuk ke Pasar Ternak Muaro Panas 


SOLOK,  JN- Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Solok Kenedy Hamzah di Arosuka,  Jum’at (10/6) menyebutkan bahwa Pemkab Solok sudah memperbolehkan hewan ternak masuk ke pasar ternak Muaro Panas, Kec.  Bukit Sundi,  Kabupaten Solok,  yang sempat ditutup sementara beberapa waktu lalu. 

Pembukaan tersebut menurut Kenedy,  sesuai intruksi Bupati Solok karena sudah betmrkurangnya ditemukan  penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak. 
Hanya saja pembukaan kembali untuk sementara hanya berlaku pada hari Minggu dan Senin tanggal 12 dan 13 Juni 2022, mulai pukul 06 Wib pagi hingga pukul 18.00 dan jam 12.00 Wib siang istirahat. 
Sebelumnya menurut Kenedy,  Penutupan pasar ternak Muaro Panas ini juga bertujuan untuk menutup kemungkinan masuknya hewan ternak dari daerah yang terjangkit.

“Bagi masyarakat yang ingin beli sapi untuk kurban,  bisa datang langsung ke Muaro Panas pada hari itu arau bisa juga kangsung ke  kandang peternak dan itu tidak dlarang” terang Kenedy Hamzah. 


Sebelumnya di Kabupaten Solok juga sudah ditemukan PMK yang saat ini terus menular ke sapi dan kerbau di Kabupaten Solok. 

“Kita di Pemkab Solok bersama Forkopimda sudah mengadakan rapat membahas tentang pengawasan pasar ternak di Muaro Panas agar PMK tidak meluas, ” tambah Kenedy Hamzah. 
Rapat tersebut juga sudah melibatkan camat dan Forkopimcam, Kerapatan Adat Nagari (KAN) Muaro Panad, serta asosiasi pedagang dan pengurus pasar setempat.
Menurutnya, pengawasan yang ketat di pasar ternak di Muara Panas sudah dilakukan dan para pedagang sebelumnya tidak diperbolehkan melakukan aktivitas jual beli hewan ternak di pasar ternak terbesar di Sumbar tersebut. 
Bahkan beberapa Minggu terakhir,  Pihak keamanan juga melakukan penjagaan di pintu masuk pasar bersama pihak kepolisian, TNI, Dishub Kabupaten Solok, Satpol PP, dan Dinas Pertanian Kabupaten Solok, yang  bertujuan untuk mengurangi penumpukan pada sapi sehingga menghindari penularan PMK itu sendiri terhadap hewan ternak.
Karena kalau ada sapi yang menumpuk. Karena dari penumpukan itu memicu penularan PMK pada ternak lain. 

Baca Juga :
Miliki Kelainan Kelamin, Syahidah Rasyid si Bocah Malang Warga Koto Gadang Guguak Butuh Uluran Tangan Para Dermawan

Para peternak atau pedagang bisa berjualan sapi di kandang masing-masing dan tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kenedy Hamzah menghimbau,  bagi peternak yang sapinya mengalami sakit,  bisa langsung menghubungi Petugas Dinas Pertanian Kabupaten Solok untuk  dipanggil langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan kesehatan sapi kalau sekiranya ada yang mengalami sakit dan harus diisolasi selama tujuh hari dan diobati.

Baca Juga :
Pemkab Solok Gelar Musrenbang RKPD Kabupaten Solok Tahun 2023


Pihaknya menghibau juga sudah memerintahkan kepada seluruh masyarakat bila ada menemukan sapi atau kerbau sakit, agar segera menghubungi petugas Dinas Pertanian yang ada di lapangan dan segera dilakukan pengobatan.
Masyarakat dihimbau agar tidak perlu panik karena untuk stok hewan kurban masih mencukupi dan didatangkan dari daerah yang belum terpapar penyakit mulut dan kuku.


Menjelang Idul Adha Dinas Pertanian juga membentuk tim yang mendatangi kandang penampungan untuk mengecek kondisi kesehatan hewan  (wandy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.