Ditinjau Menteri PPN: Pembangunan Ply Over Sitinjau Laut Dimulai Tahun 2022

PADANG, JN- Menteri PPN/Kepala Bappenas Suharso Monoarfa dan Gubernur Sumbar, H. Mahyeldi Ansarullah serta Wagub Sumbar, Ir. Audy Joinaldy, S.Pt, M.Sc, M.M, IPM, ASEAN.Eng, hari Kamis (8/4), meninjau Rencana Pembangunan Ply Over (jalan layang) Sitinjau Laut (Sitinjau Lawuik) di Koto Padang.

Menurut Nenteri, Suharso Manoarfa, pembangunan fly over Sitinjau Laut akan dimulai tahun yang 2022 dan akan selesai selambatnya pada tahun 2024 mendatang.
“Insyaallah pembangunan ply over Sitinjau laut ini akan kita mulai pada tahun 2022 mendatang, sebab ini kebutuhan masyarakat Sumbar,” sebut Suharso Manoarfa.

Sebelumnya gubernur Sumbar, Mahyeldi menjelaskan bagwa kondisi Jalan di kawasan Sitinjau Lauik Kota Padang, terkenal dengan jalan yang terjal serta berliku sehingga rawan terjadi kecelakaan.Di Sitinjau Lauik itu kendaraan yang sering terjadi kecelakaan adalah truk, seperti truk pembawa CPO, BBM, sepeda motor, dan berbagai angkutan barang lainnya.

 Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan yang berkepanjangan, Pemprov Sumbar mengusulkan ke pusat yakni kr Kemenko Marves agar dibangun sebuah flyover alias jembatan layang dengan panjang diperkirakan mencapai 21 kilometer.

Menurut gubernur Sumbar, Mahyeldi
 flyover Sitinjau Lauik itu adalah solusi yang tepat untuk menangani persoalan rawan kecelakaan di kawasan jalan Sitinjau Lauik tersebut. Setidaknya flyover sepanjang 21 km itu bisa memberikan jalan alternatif bagi setiap kendaraan untuk melakukan perjalan ke Kabupaten Solok. Karena Sitinjau Lauik itu adalah jalan satu-satunya dari Padang menuju Kabupaten Solok.

Baca Juga :
Gubernur Mahyeldi Hadiri Wisuda 1254 Lulusan ke-127 UNP

 “Jadi flyover itu direncanakan titik pertama dibangun setelah melewati perusahaan PT Semen Padang. Dari sana, akan melingkar ke arah kanan dimana di sebelah kanan itu ada jurang, makanya butuh flyover,” terang Mahyeldi.

Ditambahkan gubernur, alasan telah menentukan butuh 21 km untuk membangun flyover di Sitinjau Lauik itu, karena pihaknya telah melakukan kajian terkait rencana tersebut. Sehingga 21 km itu dinilai telah bisa menghindari jalan tanjakan dan berliku yang selama ini menyebabkan cukup banyak terjadi kecelakaan, seperti kecelakaan truk, kendaraan pribadi, maupun bus. 

“Di Sitinjau Lauik itu, bila lagi hujan. Akan sangat berisiko melakukan perjalanan di sana. Tidak hanya soal longsor yang perlu diwaspadai, kendaraan yang mengalami kecelakaan pun perlu diwaspadai,” sebutnya. Wagub menyebutkan dengan telah adanya kajian dari Pemprov Sumbar soal rencana pembangunan flyover tersebut, maka juga telah diperhitungkan bahwa butuh anggaran sebesar Rp1,5 triliun untuk menuntaskan flyover itu. “Kajian yang dilakukan beberapa tahun lalu, nilainya itu Rp1,5 triliun.

Baca Juga :
Bupati Solok Hadiri Melewatkan Gala Penghulu dan Pemangku Adat Suku Guci di Rumah Gadang Toboh Nagari Muaro Pingai

 Semua kawasan ply over sepanjangmenyampaikan 21 km itu masih berada di wilayah Kota Padang dan tidak sampai ke wilayah Kabupaten Solok. 
Untuk itu, dia berharap pembangunan flyover itu diharapkan berdampak pada pengembangan Taman Hutan Raya Bung Hatta yang berada di kawasan Sitinjau Lauik itu. Kendati kini kondisi Taman Hutan Raya Bung Hatta dapat dikatakan tidak begitu diminati. Namun bila flyover sah dibangun, maka lokasi tersebut bisa dimanfaatkan untuk pengembangan pariwisata (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.