Tanpa Kategori

Penelitian Sejarah Lokal Kubuang Tigobaleh Oleh Dinas Kebudayaan Sumbar Bakal Dibedah Melalui FGD

×

Penelitian Sejarah Lokal Kubuang Tigobaleh Oleh Dinas Kebudayaan Sumbar Bakal Dibedah Melalui FGD

Sebarkan artikel ini

SOLOK, JN- Hasil sementara dari penelitian sejarah lokal Kubuang Tigobaleh yang dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan Sumatera  Barat,  bakal dibedah melalui Fokus Group Discusion (FGD).


Hal itu guna memperoleh masukan, saran, ide dan bahkan kritikan dari tokoh ninik mamak dan pemangku adat di Solok demi penyempurnaan penulisan  dari penelitian untuk menjadi sebuah buku, pada Jumat, (17/12) di Gedung Kubuang Tigobaleh, Kota Solok.

Hal itu disampikan M.A,Dalmenda Dt. Pamuntjak Alam salah seorang tim peneliti dari Fisip Universitas Andalas,  Padang, (Senin 13/12)
Menurut Menda Pamuntjak, suatu budaya lahir dari keluhuran nilai, kemuliaan sikap, dan keagungan tradisi mayarakat yang berjalan secara berkelanjutan dan mengakar. Dalam prosesnya, budaya lahir dari adanya interaksi bahkan terkadang terjadi akulturasi antara keyakinan religi, sosial, dan tradisi masyarakat.

 Saling keterkaitan tersebut melahirkan cara pandang, keyakinan, sikap dan ideologi yang heterogen dan dinamis. “Oleh karena itu, kerangka yang digunakan untuk memahami budaya dalam komunitas tertentu harus juga memahami cara pandang, sikap dan ideologi dimana komunitas masyarakat Kubuang Tigobaleh berada,” sebut akademisi Fisip Universitas Anadalas yang juga praktisi media.

Baca Juga :
Kecamatan X Koto Singkarak Raih Juara Umum Jambore PKK Berprestasi Tingkat Kabupaten Solok Tahun 2022

Masyarakat Kubuang Tigobaleh adalah masyarakat  beradab. Dalam mashyarakat beradab, budaya di bangun atas dasar konsensus nilai-nilai kearifan lokal. Apa dan bagaimaimanapu hasil dari hasil penelitian ini bukan sesuatu yang harus dipertentangkan sebagai suatu sejarah, Setidaknya Pemerintah Provinsi Sumbar melalui Dinas Kebudayaan Bekerjasma denga angoota DPRD Provinsi Sumbar Deswiperta Dt, Manjinjiang Alam telah melakukan upya untuk memfaslitasi penelitian.

Para peneliti diantaranya Prof. Dr. rer.soz. Nusyirwan Effendi (Direktur Pasca Sarjana Unand) Dr. Wannofry Samri, (Sejarawan Unand) M.A.Dalmenda, M.Si (Akademisi Komunikasi Fisip Unand), Deswipettra Dt. Manjinjiang Alam, SE MM (Tokoh Masuayarakat Solok) dan Buya Zuairi Abdullah (Penulis dan Pengamat Adat dan Budaya Minangkabau)

“Jika sudah menjadi buku hasil penelitian ini merupakan tongggak sejarah di Solok untuk memiliki referensi tentang Kubuang Tigobaleh yang diteliti meode ilmiah melibatkan para akademisi, toho dan praktisi sesuai bidangnya serta melibatkan 75 mahasiswa sebagai enumerator turun ke lapangan pada 74 nagari di Kab. Solok dan  Kota Solok,” jelas Staf Ahli Rektor Unand bidang Komunuikasi dan Media.
Generasi milenial di era global saat ini, sambung Menda Pamuntjak, berpikir sangat realistis, sementara sejarah adalah peristiwa masa lalu, yang menurut mereka sudah berlalu dan berakhir. Tetapi sejarah lokal itu  juga menggambarkan masa lalu suatu kehidupan masyarakat lokal, dan itu terkait dengan apa yang sudah dicapai, kejayaan, atau kemunduran. 

Baca Juga :
Perubahan Iklim dan Kebakaran Hutan: Indonesia Terus Berjuang Melawan Bencana Lingkungan


Dengan mempelajari sejarah para generasi muda bisa mendapatkan banyak hal, salah satunya dengan pelajaran masa lampau yang dijadikan referensi. Sebagai generasi muda dituntut senantiasar terus melestarikan sejarah sebagaimana pituah dari bapak pendiri bangsa  bung Karno yang kesohor dengan sebutan  “Jas Merah” jangan sekali-kali melupakan sejarah (jn017)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.