Salut! Perjuangan Mahasiswi Cantik Yang Tidak Kenal Lelah Memperjuangkan Pembangunan Jalan ke Kampungnya

0
762


SOLOK,  JN- Patut diacungi jempol, perjuangan salah seorang mahasiswi cantik asal Dusun Lurah  Galundi,  Jorong Rawang Abu, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya, Kabupaten Solok,  yang tiada henti memperjuangkan akses jalan ke kampung halamannya.


Satu tahun lalu, mahasiswa ini juga pernah curhat kepada wartawan Koran Padang mengenai buruknya akses jalan menuju kampung halamannya.
Harapannya hanya satu, yakni bagaimana akses Jalan yang sangat buruk ke kampung halamannya bisa diekspos di media dan diperhatikan Pemerintah. 
“Sejak saya Sekolah Dasar bahkan sejak lahir hingga sekarang saya sudah kuliah,  akses jalan ke Jorong tempat tinggal kami tidak pernah diperbaiki. Bahkan sekarang saya sudah kuliah pula,  kondisi jalan semakin parah dan sering kami terjatuh di jalan yang sangat buruk dan berbatuan liar, ” kisah Lesti Febria (20), salah seorang warga Jorong Rawang, saat curhat dengan Koran Padang,  waktu itu.


Menurut Lesti yang juga seorang Mahasiswi pada Sebuah Perguruan Tinggi ternama di Kota Padang ini,  kondisi jalan akan tambah parah pada saat memasuki musim hujan,  sudah licin dan rawan kecelakaan. Sementara saat musim panas,  ketika melintas di jalan tersebut akan dipenuhi debu yang beterbangan.


Senin siang (22/2), karena belum adanya kepastian dari pemkab Solok kapan jalan menuju kampungnya diperbaiki, Lesti mendatangi kantor Bupati Solok dan Dinas PUPR. Sayangnya dia tidak bertemu dengan Kadis PUPR, Syaiful, ST, MT.
“Saya ingin kepastian kapan jalan ke kampung saya akan diaspal. Jadi saya mau bertemu dengan Bapak Bupati atau Bapak Kadis PU,” tambah Lesti.

Lesti  mengaku bingung bagaimana caranya sepaya bisa pemerintahan itu simpatik terhadap jalan tersebut.
“Kalau saya lihat para pejabat datang dan tidak bertindak. Mereka cuman turun kelapangan tapi tidak ada tidakan. Seakan pas datang Kadis PU waktu itu cuman memberi harapan palsu. Padahal masyarakat berfikir beliau datang ka nagari kami supaya jalan  kampuang kami ditindak lanjuti.Tetapi kenyataannya tidak sama sekali,” papar Lesti.


Sebagai mahasiswi lesti mengaku bingung mau melakuan apa. Sementara kalau tetap diam jalan kekampung Lesti tidak diperbaiki. “Padahal jalan tersebut sudah dan sekarang pejabat diam saja,” tambah Lesti.

 Gigihnya Lesti memperjuangkan akses jalan ke kampung halamannya, karena menurut Lesti bagi orang luar atau tamu yang akan mengunjungi kampungnya,  sangat dibutuhkan kehati-hatian. Kalau tidak bisa kecelakaan dan kami saja yang warga disini dan sering melintasinya,  masih sering juga kecelakaan.
Berbagai upaya sudah dilakukan warganya untuk memperbaiki jalan tersebut,  seperti mengusulkan pada Musrenbang Nagari dan Kabupaten. Bahkan warga  juga sudah membuat proposal ke anggota dewan dan pemerintah daerah agar jalan tersebut diperhatikan. Namun sampai saat sekarang kondisinya masih tetap begitu. Kalau tidak salah sudah tiga orang Bupati dan Tiga priode Gubernur, kondisinya tetap tidak berubah. 
Sebagai seorang mahasiswi asal daerah tersebut,  Lesti terpanggil hatinya untuk ikut berjuang,  meski tidak begitu tau jalurnya. Salah satunya Lesti rajin memposting kondisi dan keadaan jalan tersebut di media sosial agar ada resfon dan rasa hiba dari dinas Pekerjaan Umum atau pemerintah daerah. Namun hasilnya tetap nihil. “Jadi saya beranikan untuk curhat ke media sebagai penyambung lidah masyarakat. Semoga setelah diekspos jalan menuju Jorong kami akan mendapat prioritas,” cetus Mahasiswi semester IV di UPI Padang ini. 


Lebih jauh disebutkannya,  kondisi jalan yang hancur dan parah ada sekitar 2 Kilometer yang memanjang dari Dusun Lurah Galundi menuju Dusun Lurah Jalin di Jorong Rawang Abu,  Nagari Koto Laweh.
“Sejak saya masih SD hingga sudah kuliah ini,  jalan ini sudah diperbaiki. Kami menilai untuk apa gunanya Musrenbang, kalau tidak ada skala prioritas,” sebut Lesti. 
Lesti masih ingat bagaimana janji para calon anggota dewan dan Kepala Daerah yang mana setiap musim kampanye akan banyak datang ke kampungnya untuk menulang suara. “Namun seperti biasa,  setelah mereka duduk, mereka lupa akan janji, ” cetus Lesti dengan sangat ketus.  
Kepala Jorong  Rawang Abu, Syafrizal,  juga menjelaskan bahwa kondisi jalan ke kampungnya memang sangat parah dan rawan kecekakaan.


“Setiap ada Musrenbang nagari,  jalan ini selalu kami usulkan. Tetapi mentok disitu saja. Selain itu kami juga sudah ajukan proposal ke anggota dewan dan ke pemerintah daerah,  tetapi belum ada tanggapan, ” sebut Syafrizal. 
Sementara Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Solok,  Syaiful,  ST,  MM,  saat dihubungi media ini menyebutkan bahwa pihaknya sudah mengunjungi jalan tersebut namun saat ini masalah dana APBD terpokus untuk penanganan covid-19.


“Ya,  terimakasih atas informasi dari rekan-rekan media dan nanti jalan tersebut pasti akan kita perhatkan, ” sebut Syaiful (wandy

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here