Salingka Nagari

KAN Nagari Salayo Sepakati Perubahan AD/ART Ditengah Gangguan

×

KAN Nagari Salayo Sepakati Perubahan AD/ART Ditengah Gangguan

Sebarkan artikel ini


SOLOK, JN-
Kerapatan Adat Nagari (KAN) Salayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok,  sepakati Perubahan AD/ART ditengah gangguan.

“Kejadian itu terjadi pada tanggal 9 Desember 2023 dan KAN Salayo bisa sepakati Perubahan AD/ART ditengah gangguan,” terang Ketua KAN Salayo Donny Indra Dt. Rajo Diaceh, Rabu (10/1).
Waktu itu lanjutnya, sekeliling Balai adat Nagari Salayo di Galanggang Tangah terlihat ramai dipenuhi massa yang menyaksikan keributan yang terjadi di atas gedung Balai Adat Nagari tersebut tepatnya pada Sabtu 9 Desember 2023 lalu. 
Kejadian ini disaksikan ratusan mata masyarakat yang berhenti melewati jalan raya didepan lokasi Balai Adat Selayo. Terlihat kelompok pria berpakaian hitam dipimpin seorang wanita berpakaian biru terlihat sedang mencacimaki dan menghujat-hujat para ninikmamak Nagari Salayo berpakaian putih hitam berpeci.

Menurut keterangan Ketua KAN Salayo Donny Indra Dt. Rajo Diaceh, acara rapat adat ini kembali ”diganggu” oleh sekelompok orang yang mengatasnamakan ninik mamak yang anehnya dipimpin oleh perempuan yang notabene juga caleg dari salah satu partai bersama dengan Alan yang masih berstatus anggota TNI aktif dan beberapa pria berpakaian hitam yang menurut warga adalah orang luar Salayo (dari kota Solok). 
Diterangkan bahwa Iyet merupakan anggota kaum Dt Bandaro Kayo yang menggugat namun kalah berperkara masalah harta pusaka dengan saudara sekaum mereka sendiri yang dulunya telah malewakan gelar Dt. Bandaro kayo sesuai ketentuan adat di Nagari kami. Keputusan berdasarkan hukum negara pun telah dinyatakan incraht sampai ditingkat pengadilan tertinggi. Karena tidak bisa menerima kekalahan tersebut mulailah mereka mengumpulkan teman-teman dengan berbagai masalah dan kepentingan-kepentingan tertentu untuk mengganggu aktivitas KAN dan Pemerintahan Nagari Salayo. Bersama Alan (berstatus anggota TNI) kelompok ini bahkan melibatkan orang-orang dari luar Nagari salayo seperti Abel (warga Solok). Abel ini juga orang yang mengaku ninik mamak di Kota Solok dan  juga pernah bermasalah juga dengan KAN Kota Solok.  Ditambahkan bahwa kelompok ini sudah berkali-kali melakukan kericuhan dan gangguan pada acara rapat-rapat KAN dan pemerintah Nagari Salayo. 

Baca Juga :
Dalius dan Joharizon Dilantik Menjadi Pj. Walinagari Batu Bajanjang dan Simanau Tigo Lurah

Menurut informasi Ketua KAN Salayo tersebut acara ini merupakan rapat pleno KAN Selayo paska pelaksanaan alek gadang pengukuhan Pengurus KAN Salayo Periode 2022-2026 yang juga dihadiri oleh Bupati Solok, pengurus LKAAM Sumatera Barat, LKAAM Kabupaten Solok dan beberapa tokoh Kabupaten Solok lainnya pada tanggal 17 Desember 2022 lalu .

Rapat tersebut dijadwalkan untuk pengesahan perubahan  Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga KAN Salayo paska dilakukan pembahasan yang mendalam oleh Tim yang dibentuk sebelumnya. Diduga mengetahui bahwa KAN Salayo akan melaksanakan rapat di Balai adat nagari pada sabtu 9 desember 2023 maka kelompok ini segera ”menduduki” balai adat sejak pagi-pagi sekali jauh sebelum waktu rapat yang direncanakan pukul 9 pagi.

Baca Juga :
Bupati Buka Bimtek Pengelolaan Keuangan Nagari Bagi BPN se-Kabupaten Solok


.Meskipung diwarnai keributan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) KAN Salayo tersebut berhasil disepakati dan di tetapkan.
Menurut keterangan masyarakat yang di temui di lokasi tersebut, kelompok ini terlihat melontarkan caci maki berteriak teriak, mengumpat-umpat pada ninik mamak dan mengganggu jalannya rapat pleno KAN sehingga sangat tidak elok dipandang dan didengar, bahkan sangat tidak patut ditiru dan dicontoh karena mengakibatkan citra adat dan ninikmamak Minangkabau menjadi tercoreng oleh ulah mereka yang mengaku-ngaku sebagai perangkat adat tersebut tutur edi seorang pengendara motor yang kebetulan lewat ditempat tersebut. Beberapa saat kemudian video aksi tersebut langsung  viral di media sosial Instagram dan Tiktok namun pada umumnya atau hampir seluruhnya reaksi para netizen berkomentar negatif melihat tingkah polah iyet, alan dkk tersebut.

Dan Dt Rajo Diaceh juga menyampaikan bahwa Ninik mamak KAN Selayo sudah sepakat mengambil keputusan untuk menjatuhkan sangsi adat kepada personal kelompok yang selama ini selalu mengganggu acara KAN dan pemerintahan nagari Salayo dan melaporkan oknum TNI tersebut kekesatuannya.


Walinagari Salayo, Ronald Reagen, menyebutkan bahwa masalah KAN adalah ranahnya niniek mamak dan pihaknya tidak bisa ikut campur masalah tersebut (jn01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *