Hukum dan Kriminal

Diduga Alami Depresi, Seorang Wanita Binaan di PSKW Andam Dewi Sukarami Bunuh Diri

×

Diduga Alami Depresi, Seorang Wanita Binaan di PSKW Andam Dewi Sukarami Bunuh Diri

Sebarkan artikel ini

SOLOK, JN–
Seorang penghuni Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi, Sukarami, Kabupaten Solok, yang bernama Musriati (28), warga binaan asal Sarasah Talang Kel. Sungai Aua kec. Sungai Aur Kab. Pasaman Barat, ditemukan tewas gantung diri di belakang kamar mandi, Wisma Angrek, komplek PSKW andam Dewi, Sukarami.

Jenazah Musriati ditemukan tergantung oleh rekan satu kamar korban Chika Putri dan Sausa Nabila, karena korban lama terlalu lama buang air ke kamar mandi.

Kapolres Solok, AKBP muari, S. Ik, melalui Kapolsek Gunung Talang, Iptu Defrianto, SH, menyebutkan bahwa  usai mendapat laporan dari pihak panti PSKW, petugas Polsek bersama Bhabinkamtibmas langsung mendatangi TKP.
Iptu Defrianto menyebutkan bahwa  korbam nekat mengakhiri hidupnya diduga karena mengalami depresi. Musriati sebenarnya sudah pernah bercerita beban hidupnya dan masalah keluarganya kepada teman-teman satu kamar.
Korban baru menghuni PSKW sekitar satu bulan kurang.

Baca Juga :
Pelaku Maling Kotak Amal Berkolor di Masjid Ikhlas Arrahman Kayu Aro Ditangkap Tim Karawai Polres Solok

“Kami melihat tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Alhasil, kesimpulan sementara yang berhasil kita peroleh yaitu korban tewas akibat bunuh diri,” sebut Iptu Defrianto.

Baca Juga :
Dua Orang Putra Daerah Jadi PJU di Polres Arosuka


Jenazah korban sudah dibawa ke RS M. Natsir Kota Solok untuk menjalani visum. Penyelidikan masih dilakukan untuk memastikan.

Usai kejadian, Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Drs. Syaifullah, MM, yang didampingi Kepala PSKW Andam Dewi, Djefrizal Amir dan Kasi Pelayanan Kebutuhan dan Keperluan (PKK), Ermansyah Aksm, langsung mendatangi TKP.
Pihaknya ikut prihatin dan bersedih atas tindakan yang dilakukan korban.


“Kita ikut prihatin dengan kejadian ini, meski bunuh diri tindakan yang dilarang agama,” terang Drs. Syaifullah, yang diamini, Djefrizal Amr (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *