Tanpa Kategori

Memahami Makna Tersirat Dalam Puisi “Water” Karya Ralph Waldo Emerson

×

Memahami Makna Tersirat Dalam Puisi “Water” Karya Ralph Waldo Emerson

Sebarkan artikel ini

Oleh: Dhea Arita Putri

============================

Makna tersirat dalam puisi “water” karya Ralph Waldo Emerson, sebelum lebih lanjut dalam membahas makna tersirat dari puisi “water” untuk itu kita perlu mengetahui apa sih puisi itu? dan makna apa yang terkandung di dalam sebuah puisi? Puisi salah satu karya sastra yang sangat memiliki gaya bahasa yang unik.

Puisi merupakan ungkapan dari perasaan emosional dan juga imajinasi yang sedang dirasakan oleh penulis puisi. Puisi biasa memuat irama, dan rima yang biasanya bisa membuat para pembaca maupun pendengar puisi terbawa suasana dan emosi yang sama sesuai dengan hal yang terkandung didalam puisi tersebut.

Orang yang membuat puisi biasanya disebut dengan penyair ataupun pujangga. Penyair memberikan isyarat makna-makna dalam puisinya. Kebanyakan dari makna-makna tersebut berkaitan dengan kehidupan, kasih sayang, kejadian yang terjadi di masyarakat dan berbagai macam hal. Tidak hanya larik dan bait, pada umumnya kita dapat melihat berbagai majas yang digunakan didalamnya untuk memperindah puisi tersebut.

Terkadang pembaca atau pendengar puisi akan merasa bingung dalam mengartikan puisi yang memiliki gaya bahasa yang unik, bahkan sedikit terdengar aneh, namun pembaca yang dapat memahami isi puisi tersebut akan menikmatinya.

Salah satu ahli Housan (1933:3) mengatakan bahwa “poetry is generally restricted to verse which can at least be called literature, though it may differ from prose only in its metrical form, and be superior to prose only in the superior comeliness of that form itself, and the superior terseness which usually goes along with it”. Maksud dari Housan adalah sastra yang terbatas pada syairnya disebut puisi. Dan puisi tidak jauh berbeda dari prosa. Tetapi puisi lebih unggul dari prosa dalam bentuk keiindahan superior.

Baca Juga :
Hasil Pilkada Kabupaten Solok Epyardi Asda-Pandu Unggul 814 Suara, Nofi Candra-Yulfadri Lanjut ke MK

Puisi yang memiliki gaya bahasa yang sangat memikat dan menarik perhatian adalah puisi Ralph Waldo Emerson. Emerson adalah seorang dosen asal Amerika Serikat yang sekaligus merupakan penulis Essai dan penyair. Banyak hasil karya puisi Ralph Emerson seperti Water, Brahma, The Rhodora, Uriel dan masih banyak yang lainnya. Salah satu puisinya yang fenomenal adalah Water.

Puisi Water ini memiliki gaya bahasa yang sangat menarik. Tidak hanya menarik, Emerson menggunakan majas personifikasi seperti contoh:

It wets my foot, but prettily

It chills my life, but wittily

Yang dapat kita mengerti dari kata tersebut adalah, air memberi kesejukan secara indah, dan menenangkan hidup secara jenaka atau unik. Selain kata diatas ada satu larik yang sangat memiliki makna kuat dan identik

Elegantly destroy

Maksudnya adalah air bisa menjadi penghancur yang berbahaya, namun tetap secara elegan atau elok sesuai dengan waktu dan kondisi yang telah ditetapkan.

Puisi Water memiliki dua versi penafsiran. Penafsiran pertama adalah puisi Water memiliki arti bahwa yang dimaksud water disini ialah Air. Sedangkan penafsiran kedua adalah puisi Water memiliki maksud sebagai manusia atau seorang lelaki.

Namun perbedaan penafsiran inilah hal menariknya. Kita dapat membahas dan menarik kesimpulan dari dua penafsiran tersebut.

Penafsiran puisi yang pertama adalah, Water sebagai air. Menurut Poemanalysis.com “Puisi Emerson isi memiliki kekuatan personifikasi yang menggambarkan banyak hal seperti kekuatan keindahan dan potensi air yang bisa menciptakan sesuatu menjadi indah dan menghancurkan jika disalah gunakan”. Pada awal baris penyair ini menceritakan bahwa setiap umat manusia menggunakan air yang memiliki nilai estetika yang indah. Dipertengahan baris Emerson juga menggunakan majas personifikasi bahwa air telah melintasi banyak jaman dan banyak peradaban. Tidak hanya itu penyair puisi tersebut menyatakan juga bahwa jika manusia menggunakan air dengan baik, maka air tersebut dapat memberikan kesenangan dan kebahagiaan. Meskipun begitu, air juga memiliki kekuatan yang sebaliknya, jika air digunakan dengan cara yang tidak tepat, maka air juga dapat menghancurkan dengan waktu dan sasaran yang tepat.

Baca Juga :
Bupati Gusmal Ikuti Upacara Bendera Peringatan Hari Kesaktian Pancasila Tahun 2020 Secara Virtual

Beda halnya dengan Dr. Kanar Asaad Adham (2016:2) The poet personifies nature in one of its forms ―water‖ as a human being and precedes water before the reference to man using the term ―civilization‖. It is clear that the word civilization means [ a society in an advanced state]. Menurut Adham puisi Water ini ditujukan kepada seorang manusia. Istilah Water ditunjukkan kepada Man/ seorang lelaki. Dan makna dari civilization adalah lingkungan social dari lelaki tersebut. Puisi ini menggambarkan kehihupan natural dari seorang laki-laki. Sesuai dengan pendapat sebelumnya, jika Man tersebut diperlakukan dengan baik maka dia akan memberikan respon yang baik pula. Sedangkan jika Man tersebut diperlakukan secara buruk maka dia juga akan bisa menyakiti atau menghancurkan.

Dari penafsiran dari hal-hal diatas dapat dikatakan bahwa nilai kehidupan itu bisa digambarkan seperti air. Air yang selalu dibutuhkan dan digunakan selalu dari waktu kewaktu. Air dapat menyejukkan dan saat dipergunakan dengan semestinya, air tersebut akan memberikan manfaat yang baik.

Namun jika air tersebut disalah gunakan, maka air nya akan membawa bencana dan menghancurkan segala sesuatu sesuai dengan ketentuannya (penulis merupakan mahasiswi Unand Padang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.