Kisah Cinta pada Novel “Romeo dan Juliet” Karya William Shakespeare

Kisah Romeo Dan Juliet

Oleh: Yozha Maulana

================================

Romeo and Juliet adalah mahakarya William Shakespear yang ditulis pada awal kariernya. Kisah Romeo and Juliet didasarkan pada sebuah cerita yang ada di Italia, lalu di ubah menjadi sajak dalam The Tragical Of Romeus and Juliet oleh Arthur Brooke tahun 1562, dan diceritakan kembali dalam bentuk prosa pada Palace Of Pleasure karya William Painter tahun 1582.

William Shakespear meminjam ide dari kedua karya itu untuk dikembangkannya. William Shakespear berhasil dalam mengembangkan cerita ini dan menjadi karya yang paling terkenal. Romeo and Juliet juga merupakan karya yang sering dipentaskan selain Hamlet and Macbeth.

Cerita ini bersetting di Kota Verona, Italia. Terdapat dua keluarga yang saling bermusuhan sejak lama, yaitu Keluarga Montague dan Keluarga Capulet. Mulanya, Romeo yang berasal dari keluarga Montague jatuh hati kepada Rosaline yang berasal dari keluarga Capulet.

“Di Verona hidup dua orang bangsawan yang saling bermusuhan, yaitu tuan Capulet dan tuan Montague. Karena sesuatu hal yang menyinggung harga diri, persahabatan itu akhirnya retak kemudian pecah berubah menjadi perselihan yang mengandung api kebencian.”(RJ 2010:1). Kutipan ini menjelaskan penyebab awal terjadinya perselisihan keluarga Montage dan Capulet.

Suatu ketika, Tuan besar Capulet, yaitu ayah Juliet, berencana mengadakan pesta besar dan mengundang semua rekan bisnis serta teman-temannya. Karna perselisihan tersebut tentu Keluarga Montague tidak diundang. Namun, Romeo yang berasal dari keluarga Montage nekat menghadiri pesta tersebut karena ingin bertemu Rosaline.

Begitu sampai di tengah pesta, perhatian Romeo justru teralihkan dengan pesona Juliet, bukannya Rosaline. Romeo pun langsung jatuh hati. Juliet merupakan anak dari Raja Capulet yang masih berumur 13 tahun. Pada saat itu Julia ingin dilamar oleh seorang bangsawan Verona yaitu Count Paris. Namun, Capulet meminta untuk menunggu dua atau tiga tahun lagi.

 “Sementara Juliet begitulah nama gadis cantik menawan itu, mengedarkan pandangan menatap setiap orang yang hadir melalui keindahan bola matanya. Tiba-tiba ia tercekat saat matanya memandang Romeo. Seketika Juliet seolah ingin memasrahkan seluruh jiwa dan raga, tanpa memperdulikan keadaan diri baik kebebasan maupun kesehatan raga.” (RJ 2010:22-23). Kutipan ini menjelaskan cinta pada pandangan pertama Romeo terhadap Juliet.

Baca Juga :
Dodi Hendra: Program Pemerintah Yang Bersifat Positif Pasti Akan Didukung

Pada adegan yang sering disebut “balcon scene” Romeo mengendap-endap ke halaman Capulet, dan tidak sengaja mendengar ucapan Juliet di balkonnya yang menyatakan cintanya kepada Romeo meskipun keluarganya benci dengan Montague. Romeo lalu muncul di depan Juliet, dan mereka setuju untuk menikah secara diam-diam.

“Romeo mengunjungi taman rumah Juliet secara sembunyi-sembunyi untuk melihat sang kekasih dari kejauhan, agar tidak diketahui oleh orang lain. Dari taman itu ia dapat melihat wajah Juliet yang cerah, sembari menyandarkan tubuhnya di jendela.” (RJ 2010:43).

Juliet yang mengetahui dia akan dinikahkan meminta bantuan ke Frater lawren untuk membatalkan pernikahaannya dengan Paris. Ia menawarkannya obat yang akan membuatnya seperti orang yang meninggal. Ketika pagi hari menjelang pernikahan dengan Paris, dia minum obat yang akan membuatnya tampak seperti sudah meninggal. Agar dia tidak jadi menikah dengan Paris.

Setelah itu, dia akan dimasukkan ke dalam lemari besi penguburan Capulet. Kemudian, Frater Lawrence berjanji untuk mengirim pesan mengenai rencana tersebut kepada Romeo, sehingga ia dapat bertemu dengan Juliet ketika ia sudah terbangun. Ironisnya, sebelum rencana ini sampai ke telinga Romeo, ia telah mengetahui kematian istri tercintanya dari orang lain.

Dengan hati yang hancur, Romeo pun pergi melihat Juliet untuk terakhir kalinya. Di sana, ia sempat dihadang oleh Paris yang dengan sekejap dibunuh oleh romeo. Tak ada satu pun yang bisa menghentikannya untuk bersatu dengan kekasih tercintanya.

Di samping tubuh Juliet, ia menelan racun yang dibelinya lalu mati seketika. Namun beberapa waktu kemudian, Juliet pun terbagun dengan sebuah harapan kosong. Ia justru melihat tubuh suaminya yang tak berdaya lagi. Merasa tak punya alasan untuk hidup, Juliet perlahan mengambil belati Romeo dan menghujam dirinya dengan benda tersebut.

“Juliet melihat belati Romeo tergeletak, meraih dengan gerakan cepat lalu ditusukkan ke dadanya sendiri. Tubuhnya roboh menimpa tubuh Romeo.” (RJ 2010:175)

Baca Juga :
Luar Biasa, Belum Dilantik Epyardi Sudah Berikan Contoh, Tolak Mobil Baru dan Rumah Dinas

Novel Romeo and Juliet ini merupakan cerita fiksi. Kata fiksi di sini berarti karya imajinasi. Disamping menyajikan imajinasi pengarang, dalam novel ini menyajikan hal-hal yang sesuai dengan kenyataan. Serta menyajikan hal-hal yang menarik disetiap ceritanya.

Novel ini meliputi bagaimana kehidupan masyarakat yang digambarkan dalam novel tersebut, apa pekerjaan masyarakatnya, dan bagaimana karakter orangnya. Untuk setting ceritanya sangat logis dan tidak mengada-ada. Jadi, novel ini sangat cocok dibaca bagi pembaca yang suka dengan tema percintaan.

Sebuah perselisihan tidak akan menyelesaikan masalah, bahkan akan menimbulkan permasalahan baru. Oleh karena itu, selesaikanlah masalah dengan kepala dingin. Sebagai manusia, dalam menjalani hidup kita harus memikirkan terlebih dahulu perbuatan yang akan kita lakukan agar nantinya dapat berguna untuk diri sendiri dan orang lain

My bounty is as boundless as the sea. My love as deep, the more I give to thee, the more I have, for both are infinite.  

Kemurahan hatiku tidak terbatas seperti laut. Cintaku sangat dalam, semakin aku berikan kepadamu, semakin aku memiliki, untuk kita berdua tanpa batas.

– William Shakespeare, Romeo and Juliet

Aktor Paul Kiernan dalam tulisannya, menjelaskan mengapa kisah Romeo dan Juliet sangat populer. Salah satunya adalah karena cerita tersebut menjadi bahan ajar para guru-guru sekolah menengah bahasa di Inggris. Salah satu alasan kenapa para guru sekolah menengah di Inggris merasa harus mengajarkan kisahnya adalah karena “Romeo dan Juliet cukup sederhana dibandingkan dengan kisah lainnya,” kata Kiernan***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.