Tanpa Kategori

Dirjen Holtikultura dan Bupati Pidie Terpesona Melihat Keindahan Chambai Hills Kabupaten Solok

×

Dirjen Holtikultura dan Bupati Pidie Terpesona Melihat Keindahan Chambai Hills Kabupaten Solok

Sebarkan artikel ini


SOLOK, JN-
Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian RI, DR. Ir. Prihasto Setyanto dan  Pj. Bupati Pidie, Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si. beserta rombongan, tampak terbius dengan keindahan alam Kabupaten Solok, yang bak kepingan Syorga yang ada di bumi.
Hal itu terjadi pada saat kunjungannya ke Bukit Chambai Hills, Kecamatan Lembah Gumanti, dengan didampingi Bupati Solok Capt. H. Epyardi Asda, Dt. Sutan Majo Lelo, M. Mar,  Minggu (11/6). 

Selain itu, tampak hadir pada kunjungan tersebut yakni Direktur Buah dan Florikultura Kementerian Pertanian RI, Dr. Liferdi, SP, M. Si, Direktur Perlindungan Holtikultura, DR. Drs. Jekvi Hendra, M. Si,  Kepala Balai Besar Litbang Sumber Daya Pertanian, Husnain, SP, MP, M. Sc, P. Hd, Kepala Balai Pengujian Standar Instrumen Tanaman Hias DR. Ir. Erna Suryani, M. Si, Sekda Kab Solok ( Medison, S. Sos, M. Si, Asisten II, Deni Prihatni, ST, MT, Kepala Dinas Pertanian Prov. Sumbar atau yang mewakili, Kepala OPD Kabupaten Solok dan Ketua Asosiasi Bawang Merah Indonesia Kabupaten Solok beserta Jajaran.

Pada kunjungan itu, Bupati Solok, Capt. H. Epyardi Asda, atas nama Kepala Daerah mengucapkan selamat datang kepada Bapak Dirjen Bersama rombongan serta Bapak Pj. Bupati Pidie di kabupaten Solok.
“Saya merasa senang dan bangga sekali dengan kedatangan Bapak Dirjen dan rombongan di Kabupaten Solok ini.Kabupaten solok merupakan daerah yang potensial dengan holtikultura dan keindahan alamnya yang alami serta mempesona,” sebut H. Epyardi Asda.
Bupati berharap nantinya Bapak Dirjen berkenan  memberikan arahan kepada para petani kami  kabupaten solok dan semoga petani kami disini bisa lebih baik dan ekonominya juga dapat berkembang lebih baik lagi.

Baca Juga :
Pemkab Solok Gelar Bimtek Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik

“Dapat Kami laporkan kepada Bapak Dirjen bahwa Kabupaten solok ini merupakan sebagian besar daerahnya adalah pertanian, maka dari itu kami disini banyak membangun infrastruktur untuk pertanian seperti jalan jalan usaha tani,” tambah H. Epyardi Asda.

Sekarang juga telah banyak menggeliat pembangunan objek objek wisata, maka dari itu kami juga menghimbau kepada para investor bahwa di kabupaten Solok bisa bebas dan mudah untuk berinvestasi karena semua izin akan kami permudah.
 Harapan Bupati, mudah mudahan Solok Nan Indah ini betul betul bisa di nikmati oleh masyarakat luas dan solok ini dapat bangkit serta berjaya di masa yang akan datang.

Sambutan Pj. Bupati Pidie,  Ir. Wahyudi Adisiswanto, M.Si bahwa pihaknya  mengucapkan terima kasih karena telah di terima dengan luar biasa di kabupaten Solok ini.

Baca Juga :
Lewat Pokir Muzli M Nur: Pengurus LKAAM Pasaman Ikuti Bimtek Peningkatan Kapasitas Lembaga Adat


Disebutkannya, Kabupaten Pidie,  merupakan kabupaten yang memiliki SDM yang banyak dan juga memiliki potensial baik untuk dikembangkan, maka dari itu kami ingin mencontoh di kabupaten solok ini bagaimana cara pengembangan budidaya bawang merah dan juga culture serta budayanya.

Sementara Dirjen Holtikultura Kementerian Pertanian RI, DR. Ir. Prihasto Setyanto, mengaku kagum dan teroesona dengan keindahan alam Solok.

“Saya melihat Kabupaten Solok ini merupakan salah satu keajaiban dunia karena adanya pemandangan yang luar biasa seperti di Chambai Hills ini,” sebut DR. Ir. Prihasto Setyanto.

Menurutnta, Kabupaten Solok ini merupakan salah satu sentra produksi Bawang Merah ke 4 terbesar di Indonesia.”Bukan hanya bawang merah, saya juga melihat di kabupaten solok ini memiliki potensial besar akan cabe merah, dimana cabe merah Solok ini terus mengalami surplus tiap tahunnya dan ini cukup baik untuk bangkitnya Kabupaten Solok menjadi yang terbaik,” tambahDR. Ir. Prihasto Setyanto.

Maka dari itu kita harus memiliki kemampuan untuk mengelola hasil holtikultura dengan baik sehingga dapat menghasilkan berbagai macam tanaman holtikultura dengan sangat baik.

“Pesan saya, kurangi penggunaan pestisida karena kelebihan pestisida dapat merusak tanaman kita,” sebut DR. Ir. Prihasto Setyanto (wandy/kmf)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.