Riak DanauSalingka NagariSeputar Ranah Minang

Bupati Solok Hadiri Melewatkan Gala Penghulu dan Pemangku Adat Suku Guci di Rumah Gadang Toboh Nagari Muaro Pingai

×

Bupati Solok Hadiri Melewatkan Gala Penghulu dan Pemangku Adat Suku Guci di Rumah Gadang Toboh Nagari Muaro Pingai

Sebarkan artikel ini

  
SOLOK, JN- Bupati Solok yang diwakili oleh staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan, Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia, Drs. Muliadi Marcos, hari Minggu (12/12), menghadiri Pelewatan Gala Penghulu dan Pemangku Adat Suku Guci, bertempat di Rumah Gadang Toboh Nagari Muaro Pingai, Kecamatan Junjung Sirih Kabupaten Solok.

Tampak hadir pada acara tersebut yakni Forum Pimpinan Kecamatan yaitu Drs. Suherman selaku camat, Kapolsek dan Danramil kecamatan Junjung Sirih , H. Armen selaku anggota DPRD Kabupaten Solok dari daerah pemilihan satu partai Nasdem, Wali Nagari Muaro Pingai, KAN, Ninink Mamak, Alam Ulama, Tokoh peratau dan Ninik Mamak dari nagari Paninggahan.

Bupati Solok, dalam sambutannya menyampaikan bahwa atas nama pemerintah kabupaten Solok kami mengucapkan Selamat kepada Zulkifli DT Rajo Alam, Muhamad Teri Fernando DT Kabasaran,  Ridwan Dt.perpatih Nan Kuniang selaku  pengulu suku Guci dan Kuni sebagai Manti suku Guci , Hendrison sebagai Pandito suku Guci  , Asnunardi Sutan Kabasaran Dubalang Suku Guci selaku ninik mamak atau pemangku adat Suku Guci Nagari Muaro Pingai Kecamatan Junjung Sirih  Kabupaten Solok  yang telah dilewakan dan dinobatkan menjadi orang tuo di Nagari Muari Pingai.
 “Semoga setelah pengucapan sumpah dan telah resmi menjadi orang Tuo  di nagari ini selalu diberikan Kesehatan dimudahkan rezeki, amanah dalam memimpin, serta dapat melaksanakan tanggung jawab dengan sebaik baiknya,” ucap Muliadi Marcos.

Bupati juga betpesan bahwa setelah pengucapan sumpah ini, agar Penghulu dan Pemangku suku dapat  memegang erat janji yang telah diucapkan dan dapat menjalankan tugas  sepagai pengulu dan Pemangku Suku dengan baik. “Mari kita rajut persatuan dan kesatuan dalam membangun negeri baik didalam suku guci maupun nigari Muaro Pingai sendiri,” papar Muliadi Marcos.

Baca Juga :
Bupati Epyardi Asda Minta Dukungan dan Petunjuk Kepada Direktur Aviata Terkait Pembangunan Dermaga Singkarak

Dan Pemerintah daerah Kabupaten Solok kedepannya berharap  dengan adanya  peran ninik mamak di tingkat nagari ini sangat dapat membantu pemerintah Kabupaten Solok dalam mewujudkan Visi dan Misinya sesuai yang tertuang dalam RPJMD tahun 2021-2026.

Prosesi acara Batagak gala  pengulu merupakan suatu acara yang sakral  budaya seperti ini  patut kita pertahankan dan kita lestarikan secara bersama karena mempunyai nilai adat basandi syarak syarak basandi kitabullah adat mangato syarak mamakai, sehingga dapat memposisikan peran ninik mamak yang dapat memajukan nagari dan bangsa iniKita di Minang kabau ini.”Kita menyadari secara bersama bahwa Pengulu dan Pemangku adat atau  ninik mamak adalah orang  pilihan yang dipilih dan telah melalui ketentuan dan proses secara adat yang didahulukan selangkah dan  ditinggikan serantiang makanya  perlu dilewakan agar ada legitimasi untuk  memperkuat kedudukan seorang penghulu didalam nagari. perlu dilewakan melalaui  acara Batagak Gala seperti yang kita laksanakan hari ini,” papar Muliadi Marcos.

Menurut Bupati, untuk menjadi pengulu yang amanah  itu tidaklah gampang. Pasalnya segala tindak tanduk maupun sikap pengulu akan dicontoh. Seorang penghulu harus menjaga sikap dan prilaku sebagai pemimpin yang mengayongi dinagari  jangan sampai nagari rusak karena kita sendiri  kita harus bisa menjadi contoh dan pedoman bagi anak kemenakan di nagari  sehingga akan disegani sampai akhir hayat.

Baca Juga :
Gubernur Mahyeldi Terima Penghargaan Anugerah Layanan Investasi 2021 Dari Presiden RI


Pemangku penghulu diharapkan bisa menjadi tokoh dan panutan sekaligus mampu membimbing anak kepenakan sesuai adat yang berlaku.
” Apalagi kondisi sekarang dapat kita lihat dan rasakan bersama  akhir akhir ini banyak generasi muda kurang memahami adat bahkan sebahagian sudah adat yang tidak beradat. Maka melalaui acara ini saya berharap adat tetap akan menjadi tolak ukur dalam  bersikap Pemerintah kabupaten Solok sesuai Visi yang telah dituangkan dalam RPJMD Tahun 20021-2026 yaitu Mambangkik batang  Tarandam menjadikan Kabupaten terbaik di propinsi Sumatera Barat,” urai Muliadi Marcos.


Salah satu misinya yaitu misi ke enam meningkatkan tatanan hidup masyarakat berlandaskan  adat basandik syarak syarak basandi kitabullah dan Pemerintah kabupaten Solok  sedang mempersiapkan langkah langkah untuk mewujudkan pengembangan  kegiatan keagaaman dan Budaya di kabupaten Solok.

Sebelumnya Ketua KAN Muaro Pingai Menyambut baik dengan dilewakan pengulu dan pemangku Adat suku Guci artinya nama atau gelar yang selama dilipat karena pemilik gelarnya sudah tidak ada lagi ini mulai hari ini  dapat dibangkitkan  kembali  ditengah tengah adat nagari muaro pingai  sehingga secara bertahap bisa melengkapi kekurangan jumlah pengulu nagari Muaro Pingai  yang sebahagian masing kosong seharusnya sejumlah 21 pengulu.


Dengan telah lengkapnya susunan penghulu, akan mempermudah penyelesaian persoalan persoalan  adat, budaya, suku serta persoalan pembangunan nagari dan persoalan lainnya di Balai balai adat (hmskmf/wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.