Solok Raya

Kelompok Tani Titian Aia Kelurahan Tanjung Paku Budidayakan Tanaman Manggis

×

Kelompok Tani Titian Aia Kelurahan Tanjung Paku Budidayakan Tanaman Manggis

Sebarkan artikel ini

SOLOK, JN- Ketua DPRD Kota Solok yang diwakili oleh Leo Murphy.SH, menghadiri acara tanam perdana tanaman manggis secara simbolis, bertempat di lahan Kelompok Tani Titian Aie, Kota Solok, Senin (13/12).


 Acara tersebut juga dalam rangka mendukung ketersedian buah lokal dan pengembangan kawasan manggis di Kota Solok yang bertempat di samping objek wisata taman kitiran Kelurahan Tanjung Paku.
Tampak hadir dalam acara tersebut yakni Walikota Solok yang diwakili oleh Asisten I, Drs.Nova Elvino,Kepala Dinas Pertanian Kota Solok,Ikhvan Marosa, Bundo Kanduang, Perwakilan Lurah Tanjung Paku, Perwakilan Camat Tanjung Harapan serta anggota kelompok tani Titian Aie Kelurahan Tanjung Paku.

Pada ksesempatan itu, Ketua Kelompok Tani Titian Aie Suwendi menyampaikan, bahwa kelompok tani Titian Aie mendapatkan kegiatan pengembangan tanaman manggis merupakan kegiatan Peningkatan Produksi Tanaman Buah dan holtikultura yang bersumber dari dana APBD Kota Solok. “Untuk tahun ini kami telah menerima bantuan dan melakukan penanaman manggis sebanyak 2.000 batang. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan ini dapat meningkatkan produksi dan produktivitas tanaman buah khususnya tanaman manggis di wilayah kelurahan Tanjung Paku khususnya,” sebut Aie Suwendi.

Pihaknya berharap dengan Solok sebagai Kota perdagangan ini bisa menyediakan komoditi ekspor seperti manggis dan lainnya. Apalagi lahan yang ada di kelurahan Tanjung Paku sangat cocok untuk di tanami dengan tanaman manggis. Selain itu harapannya, bagaimana Pemerintah Daerah dapat selalu mensupport perkebunan ini dan membantu masyarakat untuk mencarikan pemasaran manggis. Sebab petani kita selalu terkendala dengan pemasaran dan diharapkan ini menjadi pertimbangan.

Baca Juga :
Kapolres Solok AKBP Azhar Nugroho Gelar Giat Tali Asih di Saok Laweh


“Kami menyarankan jika perlu dibentuk semacam Badan Usaha Milik Daerah untuk lebih memudahkan pemasaran.kami menilai melalui badan usaha milik daerah akan dapat menjembatani petani dengan investor,” tamah Aie Suwendi.

Kepala Dinas Pertanian, Ikhvan Marosa menyampaikan,semenjak tahun 2016 lalu Kota Solok telah mempunyai lahan perkebunan manggis seluas lebih kurang 50 Ha. Untuk kegiatan ditahun 2021 ini kita telah menyiapkan pengembangan tanaman manggis sebanyak 20 Ha yang di dukung dengan Pupuk kandang,pupuk NPK dan biaya pengolahan sebanyak 35 juta rupiah untuk 2.000 batang anak manggis.


“Alhamdulillah untuk tahun ini kita juga mendapatkan bantuan bibit manggis melalui Provinsi sebanyak 40 Ha dan kami berharap dengan budidaya manggis petani betul-betul merawat sampai menghasilkan nantinya. Sebab peluang eksport manggis terbuka lebar untuk saat ini.belum lama ini Kepala Daerah kita berkunjung ke Belanda yang salah satunya membicarakan ekspore manggis yang berasal dari Kota Solok,” ujar Ikhvan Marosa.


Anggota DPRD Kota Solok, Leo Murphy.SH menjelaskan,saya sangat mengapresiaai kegiatan kelompok tani titian aie Kelurahan Tanjung Paku dan kami selaku wakil masyarakat selalu mendukung setiap kegiatan yang dapat meningkatkan ekonomi masyarakat, khususnya Kota Solok.
Leo Murphy juga menegaskan, kalau memang pangsa pasar luar Negeri terbuka lebar untuk ekspor manggis, sebaiknya mari kita terbuka dengan harga yang sebenarnya ke masyarakat sehingga masyarakat kita lebih bergairah untuk membudidayakan manggis.
“Saat sekarang kita hanya menyampaikan banyak pembeli dan jika memang ada MoU dengan importir, sebaiknya kita jelaskan harga yang sebenarnya kepada masyarakat. Tujuannya supaya ekonomi masyarakat lebih meningkat dan masyarakat tani kita lebih fokus untuk membudidayakan tanaman manggis ini,” tutur Leo Murphy.

Baca Juga :
Pemkab Solok Tidak Melabrak Aturan Seperti Yang Disampaikan Syamsu Rahim


Anggota Komisi III DPRD Kota Solok  tersebut juga menjelaskan bahwa walaupun kami bukanlah seorang petani dibidang pertanian. Namun kami merupakan salah satu pengekspore manggis satu-satunya dari  Sumatera Barat.
“Jadi kami cukup banyak mengetahui jenis manggis yang dikategorikan masuk barang ekspor. Dan melalui acara ini saya berpesan kepada masyarakat pembudidaya manggis untuk tidak menanam manggis dipinggir lahan yang banyak mengandung air karena akan mempengaruhi kepada kualitas manggis dan manggis tersebut akan diklaim artinya tidak termasuk kualitas ekspore nantinya,” himbau Leo Murphy.

 Asisten I, Nova Elvino menjelaskan manggis yang kita tanam tak lain yg dibutuhkan adalah pemasaran. Sebaiknya budi daya manggis ini dijadikan tanaman tumpang sari sehingga manggis ini betul -betul terawat dengan baik, tumpang sari bisa berupa tanaman muda seperti cabe dan jagung (hms/wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.