KisahRiak Danau

Herman Saner dan Helda Maharani Sukses Budidayakan 51 Variant Tanaman Anggur di Saningbaka Solok

×

Herman Saner dan Helda Maharani Sukses Budidayakan 51 Variant Tanaman Anggur di Saningbaka Solok

Sebarkan artikel ini

SOLOK, JN- Setiap pribadi anak manusua pasti memiliki impiannya tersendiri dalam hidupnya. 
Begitu juga dengan cara mendapatkan impian tersebut, akan ada berbagai usaha untuk meraihnya. Bahkan dalam perjalanannya pun akan tampak berbeda. Ada yang terlihat cepat dan lancar, ada juga yang tampak berliku dan sulit.


Namun belum tentu jalan yang dilalui orang lain tampak semudah yang terlihat. Akan ada perjuangan, kegigihan dan pengorbanan yang dilakukan setiap individu untuk meraihnya.

Seperti halnya yang dilakukan Herman Saner (35), warga Jorong Balai Batingkah, Saningbaka tepatnya Jalan Sawah Pinang, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok ini. 
Herman Saner, sukses membudidayakan tanaman anggur di kampung halamannya di Nagari Saningbaka.


Kepada media ini Herman Saner berkisah bahwa saat ini pihaknya sudah sukses membudidayakan sebanyak 51 variant atau jenis tanaman anggur. Kunci suksesnya menurut pemuda yang lama berdagang nasi Padang di Jawa Timur ini, yakni harus sabar dan optimis.


“Alhamdulillah, saat ini tanaman anggur yang saya budidayakan sudah mulai menghasilkan,” terang Herman Saner, Minggu (22/5), saat berbincang di kebun miliknya di Saningbaka.
Herman Saner mengembangkan 51 jenis anggur ini dengan cara otodidak atau secara alami dan banyak belajar dari You Tobe.

Mulanya tanaman anggur yang dikembangkan saat ini ditanam oleh adik perempuan Herman, Helda Maharani (28),  yang begitu gigih untuk menanam anggur dengan berbagai varietas unggul untuk konsumsi pribadi
“Namun saya berpikir, sangat disayangkan kalau tanaman emas ini tidak di kembangkan. Lagipula di Kabupaten Solok belum ada yang benar-benar serius untuk membudidayakannya,” cerita Herman panhang lebar.

Baca Juga :
Pemerintah Kabupaten Solok Menjamin Keamanan dan Permudah Investasi di Kabupaten Solok


Dari buah kegigihan tersebut, saat ini dalam waktu satu tahun, Herman sudah mengembangkan 51 variant anggur, 19 variant di antaranya sudah berhasil di buahkan, serta 8 di antara yang berbuah sudah mencapai panen.
Lokasi kebun anggur Herman berada di pinggir jalan utama dari Sumani ke Junjung Sirih dan berada di tepi Danau Singkarak, tepatnya di depan masjid Jabal Rahmah. 

Kebun anggur Herman sudah banyak dikunjungi wisatawan lokal. Mereka tidak hanya datang dari sekitar Solok bahkan ada yang dari Riau, Jambi dan Jakarta.
“Pengunjung bisa memetik buah anggur yang mereka sukai dan bisa makan langsung di lokasi. Bahkan kami juga menjual bibit untuk dibawa pulang,” papar Herman.

Bahkan saat ini Herman sekeluarga juga sedang membuat cafe & resto bertema kebun anggur skala rumahan. Namun menurut Herman masih terkendala dana jadi saat ini membuka penjualan bibit anggur saja dulu.
 Lokasi resto juga bertempat di Pinang Jaya Nagari Saniangbaka Solok, Edukasi, konsultasi, pembibitan, menjual bibit anggur berbagai varietas unggul dari harga Rp 125 ribu hingga 5 juta yg berbuah di dalam pot.
Menjual buah anggur juga petik di pohon langsung bagi pengunjung yang ketemu saat buah anggur siap panen.
menandaskan, aktivitas tersebut dimulai sejak awal 2021, ketika pandemi Covid-19 melanda.
Ia mengisahkan, kala itu, di sekitarnya banyak warga yang terdampak, seperti kehilangan mata pencaharian, ataupun sumber pemasukan utama.

Baca Juga :
Pejuang Nagari Itu Kandidat Terkuat PAN Kabupaten Solok

“Terus terang, awalnya iseng, coba kembangkan tanaman anggur, tapi perlahan-lahan hasilnya semakin bagus. Terus, banyak pihak yang mendukung, sehingga kami pun makin semangat dan serius,”  tambah Herman.
Adapun jenis tanaman anggur yang dikembangkan berasal dari Rusia, Ukraina, RRC, Perancis dan lain-lain. Jenis yang dikembangkan yakni dixon,tamaki, ninel, nizina, bogema, trans, hingga julian. Pembibitan dilakukan, dari setek batang tanaman anggur yang sebelumnya telah dibuahkan.


“Tanaman anggur yang sudah berbuah, dan batangnya tua dipotong untuk disetek. Kalau untuk permintaan bibitnya, kebanyakan varian lama, seperti ninel, trans dan dixon, pengiriman sudah ke berbagai daerah,” cetus Herman.
Pihaknya juga menerina konsultasi dan penjualan bibiit bagi pelajar dan mahasiswa.

 “Silahkan datang, kami dengan senang hati melayaninya,” sebut Herman (wandy/vivo)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.