Cerita fiksi/naskah

Jakarta Kota Sastra Dunia

×

Jakarta Kota Sastra Dunia

Sebarkan artikel ini

Oleh: Santila

========================================================

Jakarta Kota Sastra Dunia Oleh Santila Pada tanggal 08 November 2021, UNESCO telah menetapkan Jakarta sebagai Kota Sastra Dunia atau City of Literature.

Hal itu diumumkan melalui laman resminya unesco.org dan juga disampaikan oleh Ismunandar yang merupakan Duta Besar RI untuk UNESCO, di Jakarta.

“Harapannya, Jakarta seperti halnya 3 kota lain yang telah tergabung dalam UCCN, dapat menjalin kerjasama dengan dan antar kota untuk pembangunan kota berkelanjutan,” tutur Ismunandar. Hal itu juga disampaikan oleh Gubernur Jakarta, yaitu Anies Baswedan,

“Alhamdulillah, Jakarta terpilih sebagai City of Literature atau Kota Sastra Dunia, diumumkan oleh UNESCO,”keterangan Anis yang dikutip dari TIMES Indonesia, Kamis (11/11/2021).Pengajuan Jakarta sebagai Kota Sastra Dunia tak lain dilatarbelakangi oleh sejarah Jakarta yang sejak periode kerajaan, kolonial, hingga awal kemerdekaan sampai sekarang merupakan pusat penting perbukuan dan literasi. Hal itu juga dituturkan oleh Anies Baswedan,

“Kita ingat bahwa di Jakarta inilah koran pertama berdiri penerbit buku pertama berdiri, Balai Pustaka dan Ikatan Penerbit Indonesia (IKAPI) juga berdiri di Jakarta. Bahkan, kemerdekaan Indonesia bermula darirajutan kata-kata dan kalimat yang disusun oleh para pendiri bangsa ini di Jakarta, dan kemudian menyebar ke penjuru republik,”.Kota Jakarta dijadikan sebagai Kota Sastra Dunia dikarenakan Jakarta memiliki sejarah panjang dan memiliki potensi yang besar untuk meningkatkan dan mengembangkan sastra dan literasi di Indonesia. Beberapa penilaian suatu kota tersebut dapat dijadikan kota sastra dilihat dari sisi kualitas, kuantitas, dan keragaman penerbitan dan program pendidikan88 yang berfokus pada sastrabaik dalam atau luar negeri di segala jenjang pendidikan, dan dilihat dari aspek penyelenggaraan
dan promosi acara atau festival sastra dalam atau luar negeri serta sejauh mana peranan drama atau puisi atau segala karya sastra berperan dalam kota tersebut.

Baca Juga :
Tema Tersembunyi Dibalik Cerpen “The Lottery”

Faktor pendukung lingkungan yang ramah terhadap literasi dan sastra, seperti perpustakaan, tokobuku dan pusat kebudayaan publik yang berperan dalam melestarikan, menyebarluaskan, serta mempromosikan sastra terhadap masyarakat sekitar. “Hari ini Jakarta menjadi tuan rumah dari 5.604 perpustakaan, 1.240 penerbit, dan 30% dari seluruh toko buku modern Indonesia ada di kota ini,” ucap Anies Baswedan.

Selain Anies Baswedan, Jakarta harus dibangun dengan semangat kolaborasi juga disampaikan oleh Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) Provinsi DKI Jakarta, AndhikaPermata. “Kolaborasi dengan berbagai pihak membuat kota Jakarta bisa berkembang seperti sekarang. Dalam hal ini saya sampaikan apresiasi terhadap para kolaborator yakni komunitas ekonomi kreatif yang lebih menghidupkan kota, Dewan Kesenian Jakarta, dan para komunitas literasi yang turut berkontribusi dalam memajukan literasi di Ibu Kota,” tutur Andhika. Kolaborasi untuk membangun Jakarta sebagai Kota Sastra Dunia juga dilakukan bersama pekerjakreatif dan perbukuan dalam Tim Jakarta Buku. Ketua harian Komite Jakarta Kota Buku, Laura Bangun Prinsloo menyampaikan,

Baca Juga :
Ulasan Cerita Pendek “To Build A Fire" Karya Jack London

“Kami sungguh merasa terhormat bisa menjadi bagian dari jaringan kota dunia kreatif. Usulan ini sudah kami ajukan ke Pemprov sejak lama (2019) karena memang melihat potensi literasi dan kegiatan perbukuan yang aktif di Jakarta.

Sejak itu, kami mempersiapkan dossier (berkas dokumen) untuk UNESCO dengan melibatkan banyak pihak, di antaranya pelaku perbukuan, lembaga dan organisasi literasi dan kementerian lainnya.

Ini kesempatan yang sangat bagus bagi Pemprov bersama dengan stakeholder perbukuan untuk bisa mengembangkan aspek kota Jakarta sebagai kota sastra dan literasi.”***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.