Kisah

Hardianto Warga Sungai Nanam Hampir Satu Tahun Terbaring di Tempat Tidur Tidak Punya Biaya Untuk Berobat

×

Hardianto Warga Sungai Nanam Hampir Satu Tahun Terbaring di Tempat Tidur Tidak Punya Biaya Untuk Berobat

Sebarkan artikel ini


SOLOK, JN-
Hardianto (45), warga Jorong Koto, Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat, sudah hampir Satu Tahun terbaring lemas  di tempat tidur di rumahnya, karena Ttdak punya biiaya Untuk berobat.

Menurut Kepala Jorong Padang Laweh Pakan Sabtu Alahan Panjang, tempat Hardianto tinggal saat ini, Hasan Basri Imam Marajo, bahwa Hardianto sudah 10 bulan lebih sakit gula dan tidak pernah berobat dan hanya terbaring menunggu bantuan dan belas kasih dari keluarga maupun tetangga.

“Akibat penyakit gul yang beliau derita dan hampir sekujur tubuh beliau digerogoti penyakit yang membuat Hardianto tak bisa berdiri.Badan pun sudah mulai mengecil,untuk makan pun sudah sudah,” terang Hasan Basri Imam Marajo, Selasa (30/5).

Bahkan selama 10 Tahun ini, Hardianto hanya terbaring di kasur yang juga sudah mulai lapuk dan di rawat oleh orang tuanya yang sering dipanggil Mande tersebut.

Parahnya lagi, Hardianto bersama sang ibunda yang penuh kasih sayang,Tinggal dirumah yang sangat sederhana, jika hujan maka akan banyak yang merembes ke dalam rumah, karena atap rumah banyak yang sudah bocor. 


Ibunda tercintanta, merawat dengan belaian kasih sayang sang anak tercinta.
Hardianto pun tinggal bersama orang tuanya  di Ladang Lambau, dekat pengisian Perthasope, Padang Laweh Pakan Sabtu Alahan Panjang, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok.

Saat rombongan Yayasan Generasi Peduli Kenagarian Sungai Nanam, yang dipimpin oleh Masriwal, bersama Syaufil Efendi, Laila fitrianita,Rosi Helmida, Mardiah,ASPARINA ,Refi didampingi oleh kepala Jorong Padang Laweh Pakan Sabtu Alahan Panjang, Hasan Basri.
Mande atau orang tua Hardianto mengatakan bahwa pihaknya tidak punya BPJS,dan untuk berobat pun tidak ada biaya. “Untuk makan sajapun amak mengandalkan pitih/uang dari manggaloseh/mengupas bawang merah,” ujar Mande Hardianto.

Baca Juga :
Nasrul Abit Lepas Secara Langsung Jenazah Almarhum Bupati Tanah Datar, Drs. H. Irdinansyah Tarmizi

Anaknya Hardianto sudah bercerai dengan istri hampir  3 tahun dan dengan dua orang anak putri yang sedang kuliah di salah satu Perguruan Tinggi  di Kota Padang.Sedangkan yang satu lagi tinggal di pulau Jawa.
“Jo apo anak amak Hardianto ko ka amak  bao barubek nak, untuk makan c antah barantah (Dengan apa akan amak bawa berobat nak,makan saja entah bagaimana”) Ujar mande Hardianto.dengan air mata sedih.

Saat rombongan berkunjung kerumah orang tua Hardianto, dengan terbata-bata Hardianto, penuh linangan air mata  berkata bahwa bagaimana amak akan membawa dirinya berobat. “Sementara untuk makan saja kami payah dan sudah,” ujar Hardianto.

Kepala Jorong,Hasan Basri Imam Marajo Mengajak dan berharap ” Kami berharap dukungan dan bantuan dari semua pihak,Tak tega melihat kondisi Hardianto. 
“Kita sudah berupaya berkoodinasi dengan pihak Dinas Sosial,agar dibantu BPJS sosial yang tak beerbayar.Serta berkoodinasi dengan lembaga lembaga sosial, tokoh tokoh masyarakat,perantau Masyarakat Alam Gumanti. Serta dukungan dari rekan rekan pengurus Yayasan Generasi Peduli Kenagarian Sungai Nanam kecamatan Lembah Gumanti kab Solok Sumatera Barat”,Ujar Hasan Basri.

Baca Juga :
Makam Keramat Dang Tuangku Sepanjang 3 Meter di Balai Dama Kini Mulai Menjadi Perhatian

Sementara itu, Asparina,S.Pt (ketua bidang Sosial Yayasan Generasi Peduli Kenagarian Sungai Nanam).mengatakan”Kami hanya bisa memberikan semangat dan doa,Semoga Allah SWT selalu memberikan  yang terbaik, Inshallah bersama sama kita akan berupaya untuk mencari solusi pengobatan,Semoga Allah SWT selalu memberikan kemudahan untuk kesembuhan,Pembicaraan kami dengan mamaknya Hardianto,yang sangat dibutuhkan saat sekarang, Kursi roda,BPJS sosial/gratis.Biaya perawatan ke rumah sakit.Kebutuhan sehari hari”.Ulas Asparina.
Harapan yang sama disampaikan oleh Syaufil Efendi.”Semoga Allah SWT selalu memberikan keberkahan dan ganti reski lebih baik.buat para dermawan saudara Harianto bisa cepat sembuh.Serta pulih kembali”.Ujar Syaufil Efendi
Sebelum meninggalkan rumah Hardianto, Masriwal , memberikan tausiah pendek bagi Hardianto dan keluarga,serta rombongan.
“Mengunjungi orang sakit,Saudara yang tidak mampu,anak yatim-piatu,kaum dhuafa.ini cara  dan usaha serta menguatkan diri kita untuk menasehati diri sendiri,kita tidak tau takdir apa kelak akan menimpa kita.
“Mari kita fastabiqul khairat, dengan membantu meringankan beban saudara kita “Hardianto”.Infak, sadaqah,dan bantuan biaya berobat bisa dikirimkan ke rekening  Bank Nagari/BPD Alahan Panjang  No.2300.0210.17268-2 a.n Jumiarni .Ujar Masriwal (jn01/Masriwal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *