Kisah

Wawancara Khusus:  Akibat Brokem Home, Anak Umur 12  dan 14 Tahun Sudah Harus Jadi Penghuni PSKW Andam Dewi

×

Wawancara Khusus:  Akibat Brokem Home, Anak Umur 12  dan 14 Tahun Sudah Harus Jadi Penghuni PSKW Andam Dewi

Sebarkan artikel ini

SOLOK, JN- Akibat kurang kasih sayang dan perhatian, anak usia 12  dan 14 Tahun sudah harus diabina di Panti Sosial Karya Wanita (PSKW) Andam Dewi di Sukarami, Kabupaten Solok.

Menurut Kepala Panti Karya Sosial Wanita Andam Dewi, Djefrizal yang didampingi stafnya Kiki Fadhli, dan ustadz Uliayudi Rahman, bahwa di panti yang dipimpinnya ada 2 orang anak dibawah umur yang menjadi warga binaannya.
Kedua orang anak tersebut, sebut saja namanya Bunga (12), merupakan warga asal Jati, Kota Padang dan Melati (14) asal Padang Pariaman, sudah harus dibina di panti sosial tersebut.

Bunga dititip oleh Satpol PP  kota Padang karena terjaring razia di Pasar Raya. Sementara Melati ditangkap warga pada saat menginap bersama seorang pria yang bukan suaminya di sebuah rumah di Padang Pariaman dan kemudian diserahkan ke Satpol PP dan  Satpol PP Padang Pariaman menitipkan Melati ke PSKW Andam Dewi untuk diabina.

Baca Juga :
Dapat Kiriman Dari Pasaman dan Kota Padang, Penghuni PSKW Andam Dewi Bertambah Menjadi 57 Orang

Bunga mengaku hanya sampai kelas 3 SD dan orang tuanya sudah berpisah, sehingga Bunga tidak ada yang memperhatikan. 

“Orang tua saya yang lelaki sudah pindah ke Palembang, sementara ibu saya nikah lagi,” sebut Bunga, yang masih lugu itu. Bunga tertangkap Satpol PP kota Padang pada saat nongkrong dan ngelem di Pasar Raya bersama teman-temannya.Namun menurut Bunga, anehmya yang dibawa hanya dirinya saja, sementara dua temannya yang lain dilepas.
Bunga mengaku ingin sekolah lagi, karena usianya masih kecil dan putus sekolah dan hanya sampai kelas 3 SD.

Sementara Melati juga baru berusia 14 tahun, namun karena kurang perhatian dan orang tuanya berpisah, pergaulan Melati tidak terkontrol dan terjebak pergaulan bebas.

Baca Juga :
Mona Rahmadhani Lulus Kuliah di Undip, Namun Kesulitan Biaya Untuk Berangkat ke Semarang


“Orang tua saya juga berpisah dan ibu saya nikah lagi. Jadi kami di rumah kurang mendapat perhatian dan main bebas kemana saja dan terjebak pergaulan bebas,” sebut Melati.
Baik Bunga atau Melati, mengaku ingin cepat bebas dan bisa sekolah lagi. Namun saat ini mereka harus menjalakan aturan dan kehidupan panti.


“Beberapa waktu lalu, kakak Bunga juga dititip di sini oleh Satpol PP. Mungkin mereka kurang terperhatikan dan kasih sayang,” terang Kepala Panti Karya Sosial Wanita Andam Dewi, Djefrizal, Jum’at (21/7), saat berbincang dengan media ini.
Djefrizal berharap, Bahwa peran orang tua sangat menentukan masa depan anak-anak mereka.

“Jangan hanya gara-gara orang tua yang brokem, anak-anak jadi tidak terurus,” sebut Djefrizal (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *