Warga Muara Panas Masih Keluhkan Masalah Air Bersih

0
1194

Oleh : Risko Mardianto:

Beberapa waktu lalu, saya singgah ke lapau etek ita di Batu Layah Jorong Galagah Tanah Kuniang Muaro Paneh Kec. Bukit Sundi Kab. Solok untuk membeli segelas kopi. Kala itu saya dilayani oleh anak etek ita, Rian yang merupakan teman saya sejak kecil, bahkan sejak saya masih usia kanak-kanak. Kopinya hitam, nikmat, menenangkan. Peluh keringat dan haus terasa terobati dengan sajian kopi nikmat dari rian ini.

Saat saya sedang menyeruput kopi itu datanglah beberapa orang teman saya yang lain, umumnya pemuda Galagah. Kami bersenda gurau, menceritakan betapa bahagianya masa lalu itu. Kami tertawa bersama seolah-olah masa lalu yang bahagia tanpa masalah itu muncul lagi. Ada banyak pembicaraan kami saat itu, namun ada satu pembahasan dalam obrolan kami yang menyangkut kebutuhan masyarakat. Masyarakat membutuhkan air bersih.

Kata Rian, lebih mudah mendapatkan air di Papua dibanding di Galagah, Muaro Paneh. Saya hanya tersenyum saja, soalnya saya sejak dulu mengambil air untuk kebutuhan hanya dari sumur yang ada didekat rumah. Pemuda dan Masyarakat juga mengemukakan masalah air bersih yang sangat diperlukan itu. Saya menyimak.

Sesat saya melihat kesekeliling , ada banyak rumah penduduk. Kalau saya hitung ada 2 tempat di 2 jorong dalam nagari muaro paneh yang sangat perlu air bersih, Galagah di Jorong Galagah Tanah Kuniang dan Sawah Sudut di Jorong Balai Pinang.

Kalau jumlah penduduk didua tempat itu ditotal, saya rasa tidak kurang dari 2.000 jiwa. Banyak juga, belum lagi anak nagari yang berada dirantau. Jika semua pulang kampung tentu jumlahnya akan lebih banyak lagi. Didua tempat itu ada beberapa sekolah dari tingkat Paud, TK, SD dan SMP Negeri. Saya mengingat kembali rasa dahaga yang dihilangkan kopi bikinan rian itu tadi. Saya berfikir, kalau tidak ada air maka tidak akan ada segelas kopi. Dibuat dengan apa air kopi ini kalau kopinya ada tapi airnya harus dicari kesana-sini, repot. Benar juga bahwa air sangat perlu dan diperlukan masyarakat untuk berbagai kebutuhannya.

Kepada sahabat dan teman itu saya katakan ; “Ayo kita perjuangkan sama-sama”, kawan saya menjawab : “Jawaban itu yang kami tunggu”, lalu disambut sorak pemuda dan para ibu-ibu yang mendengar di lapau etek Ita. Saya bersemangat dibuatnya.

BICARA DENGAN BEBERAPA ORANG

Setelah menghabiskan kopi dilapau etek ita itu, saya pulang kerumah di Sawah Sudut. Sesampai dirumah saya browsing di internet soal air bersih, terutama berita yang telah pernah dimuat tentang keluhan air bersih dari masyarakat di Muaro Paneh, khususnya Jorong Galagah Tanah Kuniang dan Dusun Sawah Sudut Jorong Balai pinang. Ternyata sudah ada berita disalah satu media online. Sebagai salah satu wartawan dimedia online dan cetak  kemudian saya menulis berita dimedia tempat saya bergabung yakni Portal Berita Editor dengan judul ; “Warga Muaro Paneh Keluhkan Sulitnya Air Bersih”, tulisan itu dapat dibaca diwebsite media portal berita editor.

Tidak lama, saya menghubungi Bapak Yondri Samin (Wakil Ketua DPRD Kabupaten Solok sekaligus putra Nagari Muaro Paneh) via selullar dan mengatakan keluhan masyarakat akan kebutuhan air bersih tersebut. Beliau mengatakan akan terus memperjuangkan air bersih untuk warga muaro paneh dilegislatif.

Siang tadi, Rabu (1/2), saya datangi Bapak  Zulfirman Talanai Sati, Wali Nagari Muaro Paneh dan bicarakan soal air bersih. Kepada pak wali saya katakan akan keluhan warga. Ia yang berdomisili di Galagah sependapat dengan warganya. Kemudian, saya bicara dengan Ibuk Linda Susanti (Guru TK Aisyah II Muaro Paneh) yang kebetulan lewat ditempat saya bicara dengan pak wali. Buk Linda ini orangtua saya saat sekolah di TK Aisyah II Muaro Paneh Kab. Solok. Beliau juga merasakan sulitnya mendapatkan air bersih dikawasan itu.

SOLUSI DARI KESULITAN AIR BERSIH DIMUARO PANEH

Dari pembicaraan saya dan pak wali serta tokoh masyarakat serta pemuda yang saya sampaikan ke Bapak Yondri Samin selaku wakil rakyat di DPRD Kab. Solok dan sekaligus putra nagari ini akar persoalan selama ini bukanlah tidak adanya kemauan Pemerintah Nagari atau Pemerintah Kabupaten Solok untuk memperjuangkan air bersih bagi warga di Muaro Paneh, khususnya kawasan Jorong Galagah Tanah Kuniang dan Dusun Sawah Sudut melainkan karena tidak adanya sumber air untuk digunakan sebagai pemasok air bersih didua lokasi tersebut.

Saya lalu berinisiatif melihat sumber air di Jalan Gaga, Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung Kab. Solok. Tempat air dipasok itu berada dekat dengan Jorong Balai Pinang Nagari Muaro Paneh. Ternyata, disitu airnya benar-benar dahsyat, debit airnya melimpah dan bisa dialirkan ke nagari kita Muaro Paneh. Jika airnya bisa dialirkan ke Sawah Sudut maka airnya akan sampai ke Galagah. Tidak akan ada lagi kesulitan air bersih disana, keluhan masyarakat teratasi.

Kekompakan pemuda dan masyarakat serta semua unsur sangat diperlukan untuk mengusulkan kebutuhan air bersih dinagari ini. Saya yakin, tidak ada beban yang berat jika semuanya dipikul bersama. Bukankah berat sama dipikul, ringan sama dijinjing. Kenapa kita selalu bersuara tapi tidak mau memulai. Usulan kita juga sudah ada yang mau memperjuangkan. Saya rasa, kebutuhan air bersih yang mendesak untuk warga kita di Muaro Paneh ini bisa diwujudkan dengan kebersamaan dan kekompakan untuk menyuarakan aspirasi ini baik kepada Pemerintahan, Legislatif dan pihak lain seperti Pemerintah Nagari, BMN,  dan pihak ketiga. Semoga !

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here