Trio Karno Vivo: Akan Membawa Pemuda Pancasila X Koto Singkarak Yang Bersifat Sari’ah

0
468

SOLOK, JN- Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan  X Koto Singkarak, Kabupaten Solok,  Trio Karno Vivo, bertekad akan membawa Pemuda Pancasila di daerah yang dia pimpin bermartabat dan bersifat sari’ah.

“Ormas Pemuda Pancasila ini organisasi spesial dan selama ini masih ada anggapan negatif kepada Pemuda Pancasila seperti aksi premanisme. Hal itu sangat keliru karena saya ingindan bertekad akan membawa Pemuda Pancasila di daerah yang saya pimpin kepada yang bersifat sari,ah,” sebut Trio Karno Vivo, Kamis (18/2), saat berbincang dengan media ini di Sumani.

Untuk itu, pihaknya bersama pengurus PAC Pemuda Pancasila X Koto Singkarak agar saling bahu membahu membesarkan organisasi ini dan berharap terus bersinergi dengan pemerintah mendukung visi misi Kabupaten Solok yang mendukung ABS SBK dalam Bingkai Syariah.
“Pemuda Pancasila adalah sebuah organisasi hebat, maka dari itu bagi saya terus terus berkerjasama membangun wadah ini menjadi organisasi yang berkontribusi untuk masyarakat dan berperan penuh mewujudkan Kabupaten Solok yang beradab bersama Ketua MPC Kabupaten Bapak Lamud Wijaya,” terang Trio Karno Vivo.

Trio Karno Vivo Pihaknya akan terus menyerukan agar program-program pemerintah agar pro kepada pemuda guna meningkatkan kualitas pemuda dibidang ekonomi dan agama.

Menurutnya, setiap kader dituntut menjadi patriot yang harus menampilkan wajah Pancasila, bukan menampilkan wajah premanisme ataupun nilai yang tidak sesuai dengan ajaran Pancasila.

“Dalam keluarga besar Pemuda Pancasila meneguhkan bahwa antara nilai-nilai nasionalis dan nilai agamis bisa berbaur dalam rumah besar Pancasila. Sebab, nilai Pancasila sesungguhnya tidak pernah bertentangan dengan nilai nasionalisme dan nilai agama,” ucap Trio Karno Vivo.

Dalam Sila Pancasila juga ditegaskan akan nilai ketuhanan, baru kemudian kemanusiaan dan selanjutnya persatuan. Artinya, siapa pun yang menentangkan Pancasila dengan nilai ajaran agama maupun sebaliknya, menunjukkan ketidakpahaman terhadap pancasila itu sendiri.

“Para founding fathers kita sejak awal mempersiapkan kemerdekaan menyadari bahwa kemajemukan bangsa Indonesia merupakan rahmat Tuhan yang perlu disyukuri. Bukan justru menjadi pemecah belah rakyat dalam mengisi kemerdekaan, ditunjang dengan sistem demokrasi yang kini kita anut, menjadikan Pancasila yang sangat relevan. Bukan untuk memaksakan persatuan, melainkan untuk mengelola keberagaman menjadi kekuatan,” papar Trio Karno Vivo yang dekat dengan semua kalangan ini (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here