Terkait Masalah Kesuburan Lahan Pertanian: Pemkab Diminta Bisa Datangkan Ahli Pertanahan ke Kab Solok

1
2101
Salah satu lahan pertanian di daerah Sungai Nanam yang sudah berulang kali digunakan dan perlu diperiksa kesuburannya

 

SOLOK, JN- Untuk meningkatkan hasil produksi tanaman kentang, kol, bawang, tomat, markisa dan lain sebagainya, Dinas Pertanian Kabupaten Solok harus serius memperhatikan dan membina petani kentang yang ada di Kabupaten Solok, khususnya yang berada di kecamatan Lembah Gumanti, Danau Kembar, Air Batumbuk, Bukit sileh dan sentra penghasil kentang lainnya di Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo itu.

Hal itu diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Solok, Kasmudi, Z, SH, yang juga seorang petani sukses dalam mengembangkan tanaman kentang, bawang dan kol di Sungai Nanam, kepada Jarbat News di Sungai Nanam, belum lama ini. “Permerintah jangan hanya pandai diatas kertas dan bertiori saja, namun harus secara terus menerus memperdayakan petani dan kelompok tani yang ada di Kabupaten Solok, agar mutu dan produksi hasil tanaman kentang bisa meningkat,” tutur Kasmudi. Selain itu, Kasmudi juga berharap agar Dinas Pertanian atau Pemkab Solok, bisa mendatangkan tim ahli pertanahan, untuk mengetahui jenis kesuburanj tanah yang secara berulan-ulang dan berpulupuluh tahun dimanfaatkan oleh petani, khususnya di daerah Alahan Panjang dan Sungai Nanam sekitarnya. Meski diakuinya, saat ini ada alat pengukur lahan kesuburan tanah dengan cara menguji kesuburan tanah dengan cara sederhana, namun sekitar 85 persen petani tidak memahami dan hanya mengandalkan pupuk dan berbagai jenis racun agar tanaman mereka bisa subur. “Masyarakat tidak mengetahui keadaan biologi tanah, fisik, dan kimia menentukan kesuburan tanah. Keadaan biologi tanah meliputi pengikatan nitrogen udara dan aktivitas mikroba merombak bahan organik dalam humifikisasi. Keadaan fisik tanah meliputi tekstur, kelembapan, struktur, kedalaman, dan tata udara. Keadaan kimia tanah meliputi kejenuhan basa. KTK, bahan organik, unsur hara, reaksi tanah, ketersediaan tumbuhan tanaman, dan cadangan unsur hara. Namun apakah semua petani memahami hal itu?,” tutur Kasmudi.

Untuk itu, dirinya berharap agar Dinas Pertanian mendatangkan ahli pertanahan dari IPB atau ITB dan memberi penyuluhan ke masyarakat tentang kondisi tanah dan tanaman apa yang cocok untuk dikembangkan. “Hampir setiap rumah tangga di Sungai Nanam dan Alahan Panjang memakai zat kimia yang sangat berbahaya untuk tanaman mereka. Sebab kalau tidak pakai pupuk dan zat kimia, tanaman tidak akan tumbuh karena sudah puluhan tahun dipakai secara tersus menerus dan harus ada solusi dari Pemkab Solok,” tutur Kasmudi.

Tokoh masyarakat Lembah Gumanti, Marsal Syukur juga sependapat dengan anggota DPRD Kabupaten Solok, Kasmudi. Menurutnya, harus ada upaya dari pemkab Solok untuk mendatangkan ahli pertanahan ke Kabupaten Solok agar masyarakat petani tidak menggunakan zat kimia terlalu berlebihan. “Kalau tidak, tanaman yang dihasilan merupakan produk kimia yang kita berikan kepada anak cucu kita, makanya orang sekarang gampang terserang strouk,” jelas Marsal Syukur yang juga mantan anggota DPRD Kabupaten Solok, priode 2009-2015 silam (wandy)

1 KOMENTAR

  1. Tidak harus dari IPB Atau ITB di datangkan pakar tanah. .di sumbar bnyak yg ahli di bidang tanah dan agronomi. .tapi apakah petani nya bisa menerima pendapat apa yg di ajar kan?

    tentu saja tidak.

    karna petani yg mau di ajarkan itu sudah tau seluk beluk pertanian. .
    misal di ajarin A ntr praktek nya di robah jadi B. .
    lebih baik mengajari orang yg belum tau sama sekali tentang pertanian.dari pada mengajari orang yg sudah tau pertanian. .

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here