Sebanyak 500 Orang Bidan di Kabupaten Solok Gelar Seminar Sehari

0
1119

SOLOK, JN-  Sebanyak 500 san bidan yang bertugas di Kabupaten Solok, hari Selasa (19/12), menggelar seminar Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Solok, yang bertempat di Ruang Pelangi, kantor Bupati Kabupaten Solok.

Seminar IBI yang ke 89 ini, dibuka oleh Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH dengan dihadiri oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Solok, Hj. Sri Efianti, M.Kes, Ketua IBI Kabupaten Solok, Darniyanti Elvita, SKM. M.Kes, Dosen Universitas Dharma Andalas, Dr. Rahmi Fahmi, SE.MBA dan OPD lainnya.

Ketua panitia pelaksana acara, Nurhidayat, S.ST, dalam laporannya menyebutkan bahwa tema Seminar peringatan Hari IBI ke-89 kali ini adalah “Penguatan Kualitas Hidup Perempuan Dan Anak Untuk Mewujudkan Indonesia Sebagai Bangsa Yang Bersaing”Kegiatan ini bertujuan untuk menjaga dan meningkatkan eksistensi melalui konsolidasi organisasi. Peserta seminar ini diikiti seluruh bidan yang ada di Kabupaten Solok, yang diikuti oleh 495 orang peserta dan 30 orang undangan.

Narasumber berasal dari Rektor Dharma Andalas Padang dan Spesialis Obstetri dan Ginekologi dari RSUD arosuka, dr. Dodi Faisal, Spog.

“Melalui kegiatan ini diharapkan pengetahuan yang kita dapatkan bisa kita implementasikan di tempat tugas masing-masing dan diharapkan dapat mengharumkan nama Organisasi dan Institusi,” jelas Nurhidayat.

 

Ketua IBI Kabupaten Solok, Darniyanti Elvita, SKM. M.Kes dalam sambutannya mengatakan bahwa makna hari Ibu adalah sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa serta gerak perjuangan kaum perempuan. “Sejalan dengan itu merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi kami para Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kabupaten Solok untuk terus memberikan pengabdian pelayanan kesehatan kepada masyarakat, khususnya bagi perempuan, ibu, anak dan keluarga,” jelas Darniyati Elvita. Disebutkannya, melalui rencana strategis organisasi serta program kerja yang ditetapkan dalam pencapaian Visi Ikatan Bidan Indonesia mewujudkan bidan profesional berstandar global harus segera untuk dicapai.

 

“Ikatan Bidan Indonesia Cabang Kabupaten Solok terdiri dari 19 ranting dan lebih kurang 500 anggota. Bidan telah menunjukkan komitmen terhadap perannya namun tentunya itu semua bukan tanpa adanya halangan dan rintangan, sehingga berbagai upaya mulai dari penguatan organisasi, penguatan mutu pendidikan yang menjadi pondasi lahirnya bidan bidan profesional antara lain telah kita lakukan melalui berbagai midwifery of update (MOU), kemudian asuhan persalinan normal dan seminar seminar yang diadakan melalui organisasi,” jelas Darniyanti Elvita’

Pada kesempatan ini juga ingin disampaikan bahwa Ikatan Bidan Indonesia pada ulang tahunnya yang ke-66 tepatnya 24 Juni dengan tema kesehatan perempuan dan keluarga dengan layanan holistik dan berkesinambungan sebagai organisasi profesi juga berupaya meningkatkan sistem yang mampu menjamin masyarakat memperoleh pelayanan terbaik dari bidan.

Dari hasil laporan Dinas Kesehatan Kabupaten Solok angka kematian ibu pada tahun 2017 sebanyak 3 orang, telah terjadi penurunan yang signifikan dari tahun 2016 sebanyak 11 orang.

 

Ikatan Bidan Indonesia juga telah melakukan berbagai rangkaian kegiatan Bakti Sosial Pelayanan Kesehatan Gratis kepada masyarakat, antara lain pelayanan keluarga berencana dan pelayanan kesehatan ibu dan anak, yang telah dilakukan kepada 800 orang dari 826 orang sasaran yang dilakukan oleh masing-masing ranting, ini merupakan kontribusi Kabupaten Solok terhadap pencapaian Rekor Muri dalam rangka mencapai rekor Muri terhadap IFA yang dapat kita raih pada tahun 2017.

Perlu kami informasikan berdasarkan Permenkes 228 tahun 2017 tentang izin dan penyelenggaraan praktik bidan antara lain bidan dalam menjalankan praktek profesi harus memiliki surat izin praktek bidan, surat izin praktek bidan diberikan kepada bidan yang sudah memiliki STR bidan, kemudian SIPB berlaku untuk satu Fasilitas Kesehatan episode berlaku selama STR bidan masih berlaku dan diperpanjang selama masih memenuhi persyaratan, kemudian bidan hanya dapat memiliki paling banyak 2 SIPB, artinya bidan desa dapat mengajukan permohonan SIPPT 2 berupa praktek Mandiri bidan selama memenuhi persyaratan dan mengikuti ketentuan.

 

Sementara Wakil Bupati solok, Yulfadri Nurdin, SH dalam arahannya menyampaikan bahwa IBI adalah satu-satunya organisasi profesi yang tetap Solid dengan bidang-bidangnya dan berperan aktif dalam melaksanakan kegiatan pembangunan di Kabupaten Solok, dan bidan dalam menjalankan profesinya tetap komitmen mensukseskan empat pilar pembangunan, salah satunya di bidang kesehatan yaitu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dengan indikatornya menurunnya angka kesakitan dan kematian ibu dan anak.

“Melalui seminar kebidanan ini, diharapkan diikuti dengan sebaiknya oleh para anggota IBI Kabupaten Solok sampai akhir kegiatan, dalam upaya peningkatan ilmu pengetahuan yang nantinya dapat diaplikasikan di tempat kerja agar ke depan anggota IBI Cabang Solok dapat mencerdaskan perempuan-perempuan berdaya yang akan melahirkan generasi penerus yang berkualitas untuk menjadikan Kabupaten Solok Jaya,” jelas Yulfadri Nurdin.

Dengan kegiatan tersebut, Wabub  menghimbau semua organisasi profesi yang ada di Kabupaten Solok, untuk mengadakan kegiatan-kegiatan seperti ini guna meningkatkan ilmu pengetahuan, update ilmu dan teknologi untuk meningkatkan mutu pelayanan (wandy)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here