RSUD Arosuka Ditutup, 31 Orang Tenaga Medis dan Dokter Akan Diisolasi

0
756

SOLOK, JN– Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arosuka, ditutup untuk sementara waktu, terkait dengan adanya satu orang warga Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, yang terkonfirmasi Positif Covid-19.Hal itu berdasarkan keluarnya hasil tes swab yang didapat hari Jumat 15 Mei 2020, yakni seorang laki-laki Umur 69 tahun atas nama ‘BS’. 

Kabag Humas sekaligus Juru Bicara Penanganan virus corona (Covid-19) Kabupaten Solok, Syofiar Syam,S, Sos, M,Si, menyampaikan, bahwa Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 telah melakukan penutupan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Arosuka, sejak Sabtu pagi, karena riwayat almarhum pasien positif Covid-19 yang sebelumnya dirawat di RSUD Arosuka.


“Penutupan Rumah sakit tersebut dilakukan karena ada 31 petugas rumah sakit yang pernah kontak langsung dengan pasien positif termasuk dokter,” terang Syofiar Syam.
Pada haru Sabtu (16/5), Rumah Sakit sudah dilakukan penyemprotan dengan desinfektan serta mengambil tes swab terhadap seluruh petugas rumah sakit, serta 31orang petugas yang kontak langsung dengan pasien.
Sementara ini, 31 orang petugas rumah sakit yang kontak langsung dengan pasien positif menjalani karantina di Confention Hall Alahan Panjang.
Selain itu, sedikitnya 79 orang pegawai di Pemkab Solok, termasuk satu orang Kepala Dinas dan satu oranh Kabag, juga dilaporkan berinteraksi kangsung dengan almarhum BS, sesuai surat yang beredar di grup Pemda. Yang terbanyak memang pegawai di RSUD Arosuka, kemudian pegawai di Barenlitbang dan Kominfo karena anak yang bersangkutan kerja di sana. Selain itu ada di Sekretariat Daerah dan lainnya.
Disebutkan Katanya, penutupan RSUD Arosuka ini dilakukan sampai hasil tes swab petugas keluar, dan hal ini dilakukan pihak rumah sakit guna memutus mata rantai penyebaran Covid-19 di Kabupaten Solok. 
Sementara pasien yang ada sudah dipindahkan ke Rumah Sakit terdekat seperti RSUD M.Natsir dan RST Solok di kota Solok”Penutupan RSUD Arosuka sudah dikoordinasikan bersama Bapak Bupati Solok,” terang Dirut RSUD Arosuka, drg.M.Yones Indra.
Almarhum BS (69) sebelumnya merupakan pasien dalam pemeriksaan (PDP) dan dinyatakan positif terjangkit virus corona (Covid-19), berdasarkan hasil tes swab dari Labor Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (FK Unand) Padang, pada Jumat kemaren (15/5). 

Almarhum BS yang meninggal pada hari Kamis (14/5/), pernah dirawat di RS M. Natsir Kota Solok, di Semen Padang Hospital dan terakhir di RSUD Arosuka, Kabupaten Solok. Sebelumnya, BS pernah menjalani rapid test di RS M Natsir dan SPH, dengan hasil kedua tes, negatif.
Dari catatan RSUD Arosuka, BS masuk ke IGD RSUD Arosuka pada Rabu (13/5/) sekira pukul 10.00 WIB, dengan keluhan penyakit paru-paru. BS kemudian dirawat di ruang interne. Karena kondisi terus menurun sepulang dari Semen Padang Hospital, BS direncanakan menjalani tindakan operasi pengeluaran cairan pleura. Pihak RSUD Arosuka menganjurkan dilakukan tindakan isolasi. Namun, pihak keluarga meminta tidak diisolasi, dengan alasan sudah menjalani dua kali rapid test Covid-19 dengan hasil negatif. Sehingga pasien akhirnya dirawat di Ruang Paru Interne.
Pada Kamis pagi (14/5/), kondisi pasien drop (menurun). Tindakan nebu yang dilakukan tim medis tidak berhasil. Sekira pukul 08.00 WIB, pasien dinyatakan meninggal. Salah seorang dokter di RSUD Arosuka menganjurkan pengambilan sampel swab. Setelah dilakukan swab, pihak RSUD Arosuka berkeputusan untuk penyelenggaraan jenazah dengan protokol Covid-19. Namun, pihak keluarga menolak.
Dari keterangan keluarga, almarhum dimandikan oleh keluarga mamakai alat pelindung diri (APD) seadanya. Yakni berupa mantel plastik dan hanscoen (sarung tangan). Namun, tidak semua yang memandikan jenazah memakai APD, apalagi APD khusus. Pemakaman almarhum juga tidak dilakukan dengan protokol pemakaman Covid-19 (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here