Pondok Pesantren Taruna Rabani Solok Lakukan Lockdown Untuk Antisipasi Corona

0
773

SOLOK, JN- Pengawasan terhadap lalu lalang orang yang akan masuk dan keluar ke Pondok Pesantren Taruna Rabani, Nagari Koto Sani, Kecamatan X Koto Singkarak, Kabupaten Solok, sejak Senin
16 Maret 2020 lalu sudah diperketat.

Semua orang yang masuk, baik orang tua wali murid dan santri sendiri, harus diperksa dan harus menggunakan masker dan wajib disemprot menggunakan anti septic penangkal vurus corona.

Bahkan semua tamu, sudah temasuk kedalam Orang Dalam Pemantauan (ODP), karena takut terkena Suspeck atau diduga terkena virus atau pernah berkontak atau bertemu dengan orang yang positif corona.

Saat media ini berkunjung ke Pompes tersebut bersama Wakil Bupati Solok, H. Yulfadri Nurdin, SH, untuk memberi bantuan Sembako , Kamis sore (19/3), pemeriksaan ketatpun dilakukan mulai dari pintu masuk.
Semua tamu harus pakai masker dan harus disemprot cairan alkohol yang diproduksi sendiri oleh pesantren dan sudah memenuhi standarisasi.

“Kita akan perketat pengawasan kepada semua orang agar virus ini tidak masuk ke santri kita. Dan untuk itu orang yang keluar masuk kesini harus seteril,” ujar Pengasuh Pondok Pesantren Taruna Rabani , Tuangku Syekh Muhammad Alihanafiah Ar Rabbani.

Pengasuh akan membatasi tamu atau
sebagian besar orang dari luar sebagai bentuk antisipasi pengendalian Virus Corona COVID-19.

Pihaknya juga sudah memberlakukan lockdown atau menutup sementara akses keluar masuk terhadap ODP, kecuali hanya untuk tukang belanja ke pasar.

Kebijakan tersebut terkait pengamanan penyebaran virus corona atau Covid-19 ini. Jadi seluruh pengunjung termasuk orang santri, bukan tudak boleh masuk, namun pemeriksaan diperketat.
“Jika ada santri yang izin keluar bersama ortu mereka, maka saat masuk akan kita karantina dan tempatnya sudah kita sediakan. Tetapi kalau ada indikasi terwabah, maka akan dikenakan wajib karantina di kediaman masing-masing selama 14 hari,” terang Tuangku Syekh Muhammad Alihanafiah Ar Rabbani.

Tetapi hingga saat ini mereka yang Suspeck atau diduga terkena virus belum ada. Lockdown mengunci masuk keluar dari pesantren hanya untuk kewaspadaan.

Perlakuan Social Distancing ini atau menjauhi segala bentuk perkumpulan, menjaga jarak antar manusia, adalah yntuk menghindari berbagai pertemuan yang melibatkan banyak orang tang bisa menyebabkan tertularnya virus ini.

Lebih jauh disebutkan Pengasuh Pondok Pesantren, Tuangku Syekh Muhammad Alihanafiah, bahwa Fenomena wabah virus corona (covid-19) yang muncul di awal tahun 2020 ini, semakin lama semakin membuat kekhawatiran umat manusia di seluruh dunia.

Virus yang muncul pertama kali di kota Wuhan provinsi Hubei China ini telah memakan korban lebih dari 2600 nyawa dan menginfeksi sekitar 80.000 jiwa atau lebih.
Virus yang sampai saat ini belum ditemukan penangkalnya telah merambah hampir ke seluruh negara-negara besar di dunia. Mulai dari China, Korea Selatan, Singapura dan lainnya. Virus ini juga diduga datang dari pecahan meteor yang jatuh di Cina beberapa bulan lalu.

“Korban yang terus berjatuhan yang mana angkanya telah mendekati hampir ratusan ribu jiwa baik yang meninggal ataupun yang terinfeksi, jutaan manusia lainnya terancam terkena wabah mematikan ini. Dan itu kita tentu perlu waspada,” sebut Tuangku Syekh Muhammad Alihanafiah.

Bahkan secara khusus Negara Arab Saudi menghentikan sementara kedatangan jamaah umroh guna mengantisipasi tersebarnya wabah ini di dua tanah suci.

Namun menyikapi epidemi global ini, meburut Tuangku bahwa sebagai seorang muslim hendaklah kita kembali kepada ajaran-ajaran agama kita. Dan berikut ini beberapa kiat-kiat yang dapat kita tempuh sebagai seorang muslim dalam menyikapi wabah virus corona ini.

Salah satu kiat menangkisnya adalah mintalah selalu pertolongan kepada Allah. Sebab virus ini datang atas perintah dan izin Allah. “Oleh karenanya, kita berlindung dari wabah ini kepada Allah sebelum kita berlindung kepada kemampuan diri kita sendiri atau kemampuan makhluk lainnya. Ingatlah bahwa Allah adalah sebaik-baiknya pelindung dan sebaik-baiknya penjaga,” tutur Tuangku Syekh Muhammad Alihanafiah.

Berlindung kepada Allah ini bisa dilakukan dengan senantiasa membaca doa-doa pelindung yang bersumber dari Al-Qur’an seperti surat Al-Falaq dan surat An-Nas ataupun dari doa-doa yang bersumber dari Nabi shallallahu alaihi wasallam, seperti doa yang dianjurkan untuk dibaca di pagi dan petang hari:

(بِسمِ اللهِ الَّذِي لاَ يَضُرُّ مَعَ اسْمِهَ شَيءٌ فِي الأَرْضِ وَلاَ فِي السَمَاءِ وَهُوَ السَمِيعُ العَلِيم)
“Dengan nama Allah yang tidak membahayakan dengan namaNya segala sesuatu yang ada di langit dan bumi, dan Ia lah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui”.

Doa ini berdasarkan sabda Nabi shallahu alaihi wasallam, bila diamalkan oleh seorang hamba di pagi dan petang hari masing-masing sebanyak tiga kali, maka niscaya tidak akan membahayakannya segala sesuatu apapun yang ada di atas muka bumi ini.

Namun yang tidak kalah penting adalah berikhtiar melakukan pencegahan, dengan melakukan usaha-usaha pencegahan agar virus ini tidak menular kepada diri kita atau kepada orang-orang yang kita sayangi. Ikhtiar ini bisa dilakukan dalam skala individu maupun skala berjamaah.

Cara-cara yang dianjurkan oleh para ahli dalam bidang ini, seperti rutin menjaga kesehatan, rutin mencuci tangan, rutin memakan dari makanan-makanan yang baik, rutin memakai masker dikeramaian, serta menghindari keluar rumah dan berkumpul di tempat keramaian bila tidak diperlukan.

Adapun ikhtiar dalam skala berjamaah, maka bisa dilakukan dengan cara melakukan pencegahan-pencegahan agar virus ini tidak merambah ke skala yang lebih luas lagi seperti melakukan isolasi kepada mereka-mereka yang terkena virus atau mereka yang tercurigai terkena virus. Dan ikhtiar ini hendaklah dilakukan oleh pihak-pihak yang berwenang. Hal ini berdasarkan makna hadis Nabi shallallahu alaihi wasallam yang berbunyi:

(إذا سَمِعْتُمْ بِهِ بِأرْضٍ، فلاَ تَقْدمُوا عَلَيْهِ، وإذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا، فَلا تخْرُجُوا فِرَارًا مِنْهُ)
“Apabila kalian mendengar tentangnya (wabah penyakit) di sebuah tempat, maka janganlah kalian masuk ke dalamnya, dan bila kalian berada di dalamnya, maka janganlah kalian keluar daripadanya sebagai bentuk lari daripadanya”. (HR.Bukhari dan Muslim).

Selanjutnya Bertaqwalah kepada Allah dan berserah diri kita kepadaNya. Karena hidup dan mati kita sebagai seorang hamba semua berada di tanganNya. Allah berfirman:

(قُلۡ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحۡيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ)
“Katakanlah (Muhammad), “Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan seluruh alam”. (QS Al-An’am, Ayat 162)

Dan perlu kita ketahui bahwa seorang hamba akan tetap hidup bilamana memang ajalnya belum datang, bahkan bila virus corona ataupun virus lainnya yang lebih ganas daripada itu menjangkitinya, namun bila memang sudah ajalnya, jangankan virus corona atau yang lebih dari itu, bahkan digigit semut pun seseorang bisa mati jikalau memang ajalnya telah tiba.

Kiat terakhir adalah yakin kepada Allah akan kesembuhan, bahwa Allah adalah sebaik-baiknya penyembuh karena Ia lah Tuhan Yang Maha Penyembuh.

Dan yakinlah juga bahwa tidak ada penyakit yang Allah turunkan, kecuali ada juga obat yang diturunkan bersamanya (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here