Pemkab Solok Gelar Rapat Tentang Penyelenggaraan Jenazah Korban Covid-19

0
198

SOLOK, JN- Agar tidak menjadi polemik dimasyarakat tentang pemakaman warga korban Covid-19, maka Pemkab Solok hari Senin (20/4), menggelar Rapat Tentang Penyelenggaraan Jenazah Korban Covid-19 tersebut, bertempa di Ruangan Solok Nan Indah kantor Bupati Solok.

Acara rapat dipimpin oleh Bupati Solok yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Abdul Manan, dengan dihadiri oleh Perwakilan Kemenag, yakni Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Solok, Kadis Kesehatan Kabupaten Solok dr.Maryeti Marwazi, Mars, Dirut RSUD Arosuka drg.Musfir Yones Indra, Kabag Kesra Ahpi Gusta Tusri, S, STP, M,Si, Pasi Ops Kodim 0309 Solok Kapten Chb. E Budiman S, Kabag Ops Polres Solok Arosuka Kompol Yuswawi, Perwakilan Kabag Ops Polres Solok Kota Iptu Kalidin, Kasat Pol PP Drs. Efriedi, MM dan para Camat se Kabupaten Solok.

Rapat digelar berdasarkan Keputusan Bupati Solok Nomor : 360-187-2020 Tentang pembentukan gugus tugas percepatan penanganan Vrus Corona Desaese-2019. Kemudian Telaah Staf  Kepala Dinas Kesehatan Nomor  : 800/715/DINKES-2020 Tentang mohon persetujuan Lokasi pemakaman Jenazah Covid-19 dan surat tugas tim pemulasaraan dan pemakaman jenazah Covid-19 di Kab Solok. 

Dan juga berdasarkan hasil Rapat pembentukan tim penyelenggaraan jenazah korban Covid-19 di posko utama covid-19 tanggal 16 April 2020.

Kadis Kesehatan Kabupaten Solok dr.Maryeti Marwazi,Mars, dalam laporannya menyebutkan bahwa Dinas Kesehatan Kabupaten Solok sudah mendistribusikan APD yang sudah dibeli ditahap pertama kepada petugas kita dilapangan tetapi kita akuai memang masih mengalami kekurangan.

“Kita masih berupaya untuk melengkapi APD bagi petugas dilapanagan dengan  membeli APD pada tahap kedua yang menurut jadwal akan sampai pada bulan Mei besok,” sebut dr.Maryeti Marwazi,Mars, 

Sementara Dirut RSUD Arosuka drg.Musfir Yones Indra, pada kesempatan itu menyebutkan bahwa  pihaknya di RSUD Arosuka siap untuk menyelenggarakan jenazah korban covid-19 di Kabupaten Solok.  RSUD Arosuka sudah memiliki standar operasinal prosedur (SOP) pemulasaraan jenazah Sesuai dengan keagaman dan kesehatan mulai dari pemandian, pengapanan jenazah sampai ke pemakaman.

Sedangkan Pasi Ops Kodim 0309 Solok, Kapten CHB E. Budiman, S, dalam sambutannya menyampaikan bahwa Kodim 0309 Solok selalu siap membantu pemerintah Kabupaten Solok dalam  penyelenggaraan jenazah korban covid 19. “Kami berharap ada sosialisasi dulu dari camat dan walinagari kepada masyarakat di tingkat bawah, agar hal ini tidak menjadi polemik pula,” terang Kapten CHB E. Budiman. Pihaknya menyebutkan bahwa slahkan memberitahu kami bila ada kasus yang membutuhkan bantuan kami  untuk lebih cepat bisa langsung ditelpon atau WA.

 Kabag Ops Polres Solok, Kompol Yuswawi juga menjelaskan bahwa pihaknya menyarankan kalau bisa diselenggarakan sesuai SOP yang sudah ada.  “Dan sebelumnya perlu adanya sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang cara penanganan jenazah  korban covid-19  sesuai SOP agar tidak menjadi gunjingan ditengah masyarakat,” sebut Kompol Yuswawi. Polres juga meminta agar memahami dulu kondisi awal masyarakat sekitar apakah ada penolakan atau tidak agar dapat langsung ditindak lanjuti dan dibeikan pemahaman secara cepat.

Sementara Kemenag Kabupaten Solok, sangat mendukung penyelenggaraan jenazah korban covid-19 ini sesuai SOP hal ini juga didukung dengan Fatwa MUI.

Untuk itu yang perlu dilakukan adalah memberikan pemahaman kepada masyarakat bahwa penyelenggaraan itu sudah susuai dengan hukum  syariat Islam sehingga tidak ada lagi tawar menawar dalam penyelenggaraan jenazah covid 19. 

“Berikan pemahaman kepada masyareakat bahwa Orang yang meninggal  disaat wabah yang seperti ini adalah termasuk syahid,” terang H. Zulkifli, Kasi Bimas Islam Kemenag Kabupaten Solok.

Sementara Bupati Solok yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Abdul Manan, mengambil kesimpulan bahwa penyelenggarakan jenazah korban covid-19 harus memperhatikan dan mengikuti standar operasional prosedur (SOP) yang sudah ada baik itu dari agama maupun kesehatan. 

“Tujuannya semua ini adalah untuk mencegah penularan penyakit dari jenazah ke petugas, kelurga, masyarakat maupun liungkungan,” sebut Abdul Manan.

Untuk itu, pihaknya meminta kepada camat dan wali nagari untuk meberikan sosialisasi dan pemahaman kepada masyarakat tentang tata cara penyelenggaraan jenazah korban covid-19 sesuai SOP.

Kelengkapan APD untuk petugas  dilapangan masih mengalami kekurangan terutama untuk tenaga kesehatan yang berada di garis depan dalam penanganan covid-19. 

“Tempat penyelenggaraan jenazah di dekat taman makam pahlawan di Arosuka dengan luas lahan satu hektar dengan  status tanah adalah milik Pemda Kabupaten Solok. Diminta kepada semua pihak untuk selalu berkoordinasi serta untuk menyampaikan informasi secara cepat bisa lewat WA atau telpon langsung,” sebut H. Abdul Manan (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here