PD Pemuda Muhammadiyah Kab. Solok Bantah Din Syamsuddin Radikal dan Sebut itu Fitnah Yang Keji

0
181


SOLOK, JN– Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah (PDPM) Kabupaten Solok, sangat menyesalkan aksi Gerakan Anti Radikalisme Alumni ITB (GAR ITB) yang menuding Din Syamsuddin sebagai sosok yang radikal.
Menurut Ketua PD Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Solok, Riki Chandra, tudingan radikal yang dialamatkan kepada Din Syamsuddin sangat tidak berdasar dan hanya fitnah.


“Setahu saya, selama ini Ayahnda kami Din Syamsuddin dikenal sebagai sosok moderat yang sudah berkeliling dunia membicarakan perdamaian antar umat beragama,” terang Riki Chandra, yang didampingi Sekretaris PDPM Kabupaten Solok, Johari Anggi Saputra, Rabu (17/2).

Menurut Riki Chandra, tidak hanya di Indonesia, tetapi beliau sudah dikenal dunia sebagai sosok pemimpin toleransi. Tudingan radikal ini sangat mengada-ngada dan fitnah yang keji.
 Banyak pihak menduga, Din Syamsuddin dilaporkan radikal karena sikapnya dalam mengkritik kinerja pemerintah.

“Kritik seorang ulama itu sangat wajar. Kok dikaitkan dengan radikalisme. Penilaian itu dari mana? Atas dasar itu, kami dari PD Muhammadiyah Kabupaten Solok, mendesak GAR ITB mencabut laporannya dan meminta maaf atas tuduhan tak berdasar itu kepada Ayahnda Kami Din Syamsuddin,” harap Riki Chandra.
Pihaknya menilai bahwa sosok Din Syamsuddin tokoh Muhammadiyah dan jelas moderatnya. Untuk itu pihaknya mendesak GAR ITB mencabut laporannya dan meminta maaf kepada Din Syamsuddin.
Seperti diketahui, Din Syamsuddin dilaporkan GAR ITB ke KASN sebagai seorang yang radikal, anti-Pancasila dan anti-NKRI.


Atas laporan itu, Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah, Sunanto yang akrab disapa Cak Nanto mendesak GAR ITB segera menunjukkan bukti otentik atas sanggahannya yang menyatakan bahwa mereka tidak menuding mantan Ketua Umum PP Muhammadiyah Din Syamsuddin sebagai radikal.

“Cak Nanto mewanti-wanti agar GAR ITB tidak cuci tangan atas fitnah yang telah mereka lemparkan pada publik.Sebab, kata Cak Nanto, fitnah yang mereka lemparkan tidak hanya membuat nada fitnah terhadap pribadi Din Syamsuddin, tetapi juga terhadap gerakan dakwah moderat Muhammadiyah yang telah membangun Indonesia lebih dari satu abad,” sebut Riki Chandra.

Meski dia tidak menyatakan radikal, ya maka seharusnya memberi somasi pada media-media yang memberitakan dong. Jangan sampai selalu mengaitkan seseorang, mereka membuat api terus kami disuruh siram. Jangan ganggu dakwah tenang kami, gitu loh kira-kira. Kami sudah melakukan prosedur model dakwah yang humanis, yang moderat gitu, jangan dipancing-pancing,” tegas Cak Nanto dikutip dari laman pemudamuhammadiyah.org.
Jika tidak segera ditanggapi dengan itikat baik, kata Cak Nanto, PP Pemuda Muhammadiyah akan membawanya ke jalur hukum.
“Kalau menganggap Pak Din itu radikal, maka kami dianggap juga radikal karena kami anak didiknya, kira-kira begitu. Ini tidak ada urusan dengan politik, ini urusan marwah kami, jadi kami berharap ada itikad baik dari orang-orang yang menuduh,” tegasnya.


Jika diabaikan, fitnah yang dilemparkan GAR ITB menurut Cak Nanto memiliki dampak destruktif bagi sejarah Muhammadiyah. Karena itu, Cak Nanto menegaskan akan mengawal kasus ini sampai tuntas.
“Padahal kami beruapa menjaga (kehidupan) kebangsaan ini bahwa mengkritisi, memberi masukan adalah bagian dari pola gerakan dakwah kami dan bagaimana kami memberikan manfaat pada setiap kehidupan karena ini jiwa kami, bukan untuk merusak kehidupan,” terang Cak Nanto (jn01)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here