Hukum dan KriminalOlahragaTanpa Kategori

Panitia Turnamen Sepakbola Piala Bupati Cup Coreng Nama Bupati Solok Selatan

×

Panitia Turnamen Sepakbola Piala Bupati Cup Coreng Nama Bupati Solok Selatan

Sebarkan artikel ini


SOLOK, JN– Manajemen  Tim Sungai Nanam FC, asal Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok, sangat menyayangkan pihak panitia pelaksana Turnamen Bupati Solok Selatap Cup tahun 2021.

Sungai Nanam  merupakan  salah satu tim yang diyndan dan masuk semifinal pada ajang Bupati Solok Selatap Cup pada hari minggu tanggal 2 Januari 2022 di GOR Gelora Energi Supreme Pekonina Solok Selatan, Turnamen yang diikuti 48 tim dan terbagi menjadi 3 POOL ( Pool A,B,C) yang berujumg final segitiga. akan tetapi sebelum berlangsungnya pertandingan final pool. Ditengah jalan panitia meminta Technical Meeting lagi yang tujuannya agar turnamen ini de akhiri dengan Semi final dan Final, panitia beralasan bahwa hal tersebut adalah perintah langsung dari Bupati Solok Selatan.
Menurut Ketua Sungai Nanam FC, Arika Afendra, yang didampingi Sekretaris Fahrul Rozi, ada beberapa poin yang sangat merugikan tim Sungai Nanam FC  diantaranya dimana aturan pertandingan yang sudah disepakati dari awal marajuk pada BAB X Sanksi Pasal 13 1) Klub peserta Bupati Cup Solok Selatan yang memulai keributan di Gugurkan dalam turnamen ini,.
“Penilain tersebut di tentukan oleh komisi disiplin. Dalam hal ini tidak berlaku untuk HPS Sampu yang telah melakukan keributan kontak fisik tetapi tetap diberikan kesempatan untuk lanjut ke fase berikutnya dengan alasan tim yang bersangkutan telah membayar denda sebesar Lima Juta Rupiah,” paparArika Afendra.

Disebutkan Arika Afendra, sesuai hasil TM(technical meeting) yang dilaksanakan di kantor KONI Kabupaten Solok Selatan pada tanggal 29 Desember 2021 dan dihadiri langsung oleh perwakilan 6 tim yang sampai ke final pool,  dan menghasilkan keputusan yang disepakati 6 tim tersebut bahwa pertandingan semifinal tim Sungai Nanam FC berlaga pada pertandingan kedua atau jam 15,30 WIB.
 Namun keputusan yang telah dibuat bersama itu dilanggar sendiri oleh panitia, dengan alasan tim ISS Solsel (tim panitia) sedang melakukan goro bersama di GOR Rimbo Tangah Untuk persiapan Final.
 “Tentu ini alasan yang tidak rasional kareta kami taat dengan aturan TM yang telah disepakati, jelas ini sangat merugikan tim kami Sungai Nanam FC,” papar Manager Sungai Nanam FC, Riki Namzah,S.Pd.I, Senin (3/1).

Baca Juga :
Polres Solok Gelar Sosialisasi Bahaya Narkoba di SMPN 2 Lembang Jaya

Disebutkan Riki, sesuai dengan poin Nomor 2 ,setibanya kami di GOR Gelora Energi kami dipaksa dan diintimidasi oleh pantia supaya kami main di pertandingan pertama dan dalam Hal ini sempat hampir terjadi keributan antara panitia dengan manajmen,dengan keadaan pemain tidak siap karena tidak ada waktu istirahat yang maksimal dan baru selesai dari perjalan yang jauh kami tempuh. 
Padahal kami bertahan sesuai aturan yang sudah disepakati oleh tim yang masuk semi final. Tetapi panitia tetap bersikukuh bahkan sempat mengancam agar Sungai Nanam  FC bermain pertama kalau tidak keamanan tidak dijamin dan pertandingan kedua tidak diselenggarakan.
“Wasit yang memimpin pertandingan sangat terkesan berpihak kepada tim HPS Sampu. Dengan banyak kejadian dan  insiden yang terjadi di dalam lapangan yang sangat-sangat merugikan pihak kami,” papar Riki Namzah yang juga Wakil Sekretaris Asosiasi Kabupaten (ASKAB) PSSI Kabupaten Solok.
 Ditambahkannya, di area pertahanan HPS Sampu, pemain kami dilanggar sehingga menybabkan pelipis Pemain Sungai Nanam FC dijahit sebnyak 3 buah Namun tidak ada tindak tegas oleh wasit.


Pada pertandingan Sungai Nanam FC Melawan HPS Sampu kami hanya bermain 2X25 Menit sedangkan  kesepakatan TM mulai babak 6 Besar waktu bermain 35 menit bagi tim yang terlambat harus di disk, sesuai dengan nomor 2 tim ISS Solok Selatan yang alasan goro di tolerir dan merugikan tim yang diundang Khususnya Sungai Nanam FC.

“Surat protes ini juga kami sampaikan dengan sebenar-benarrnya dan kami tembusan ke KONI Kab Solok Selatan, Askab Solok Selatan, Askab Solok, KONI Sumbar dan Asprov Sumbar,”  papar Riki.
Tujuan kami hanya meminta keadilan yang semestinya karena olahraga itu mendahulukan sportifitas dan kami juga tidak ingin nama pemerintah daerah Solok Selatan tercemar atas kejadian ini,”  tambahnya.Pihaknya mewakil pemain dan pengurus,  meminta Bupati Solok Selatan, Asprov PSSI Sumbar, KONI Sumbar, Askab Solsel dan Askab Solok untuk bertindak demi keadilan.

Baca Juga :
Rumah Gadang Tak Bertuan di Nagari Salayo Terbakar

“Kalau tidak ingin piala tersebut lepas ke luar daerah, maka tidak usah mengundang tamu dari luar,” timpa Pembina Club Sungai Nanam FC.Zulhendri Febriadodi, SP,  yang diamini Yeyen Tondang  dan Harmayono atau Har Bangkok.

Menurut Wali Nagari Sungai Nanam, Delfi, S,Sos, tindakan panitia pelaksana ini jelas sangat disayangkan karena sangat merugikan tim Nagari Sumgai Nanam.Turnamen sepakbola sekekas Bupati Solok Selatan namun tidak menjalankan regulasi dengan baik. Dan kami sebagai tamu yang diundang merasa tidak hormat diberlakukan demikian,” sebut Delfi.

Awalnya,  Klub kebanggan masyarakat Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sungai Nanam FC, diundang resmi panitia untuk ikut bertarung pada turnamen sepakbola piala Bupati Solok Selatan Cup yang akan diikuti 48 klub sepakbola dari Provinsi Riau dan Jambi.
Turnamen sepakbola Bupati Solok Selatan Cup Tahun 2021 ini, dibuka Bupati Solsel, H. Khairunas, pada Sabtu lalu (11 Desember 2021 di GOR Rimbo Tangah, Sangir.

Sungai Nanam FC  yang berdiri sejak tahun 1990, dan telah mengikuti berbagai turnamen liga sepak bola, baik tingkat daerah maupun nasional. Namun sejak beberapa tahun belakangan ini, klub ini kurang terdengar gaungnya, karena rata-rata pemain lama sudah berumah tangga dan bekerja.Namun sejak tahun 2020 klub ini kembali aktif, namun semangat mereka diciderai oleh oknum panitia yang tidak profesional (wandy)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *