SOLOK,  JN- Curah hujan yang turun di Sumatera Barat, termasuk di Kabupaten Solok sejak beberapa hari terakhir, membuat akses jalan dan jembatan yang menghubungkan Nagari Sumiso dari Rangkiang Luluih di Kecamatan Tigo Lurah Kabupaten Solok terputus.


Longsor dan jembatan terbal terjadi sekira pukul 02.30 Wib,  Rabu dinihari tepatnya di dusun Tapak Kudo, menuju Sumiso. Akibatnya,  Nagari Sumiso terisolasi dari luar, karena satu-satunya akses jalan menuju Nagari penghasil durian ini tidak bisa dilintasi kendaraan, baik roda dua maupun roda empat. 


“Longsor disebabkan curah hujan yang tinggi dan air kali meluap dan menghanyutkan jembatan menuju Sumiso, sehingga hubungan ke Sumiso dari Rangkiang Luluih dan Batu Bajanjang terputus, ” terang tokoh masyarakat Sumiso dan juga anggota DPRD kabupaten Solok,  Nelson,  Rabu (29/9).

Nelson


Pihaknya juga sudah menghubungi Dinas PUPR Kabupaten Solok dan berharap Pemkab Solok secepatnya memperbaiki jalan tersebut. “Kalau tidak segera diperbaiki,  maka dipastikan masyarakat Sumiso akan terisolasi karena tidak bisa keluar menuju Rangkiang Luluih,  nagari terdekat. 
Nelson juga meminta agar Bupati bisa memperhatikan hal tersebut agar masyarakat Sumiso bisa terhubung dengan Ibukota kecamatan untuk membeli kebutuhan pokok dan menjual hasil perkebunan. “Selain itu,  aktivitas anak sekolah menuju SMP di Batu Bajanjang juga akan terganggu karena jalan tidak bisa dilintasi, ” tambah Nelson,  politisi dari Partai Persatuan Pembangunan itu. 
“Ini merupakan jalan satu-satunya menuju Sumiso.  Kalau jalan itu sampai ambrol atau putus,  saya pastikan masyarakat Sumiso.  akan terputus dengan dunia luar, ” jelas Nelson. 

Kepala Dinas PUPR kabupaten Solok,  Syaiful,  ST,  MM, saat dihubungi media ini membenarkan kejadian tersebut dan  berupaya agar jalan longsor menuju Nagari Sumiso bisa segera diperbaiki.

“Kita sudah mengirim anggota ke sana untuk mendata dan juga meminta pemerintah nagari atau kecamatan untuk segera mengajukan surat ke Dinas PUPR, ” terang Syaiful yang didampungi Kabid Bina Marga Dinas PUPR Kabupaten Solok, Elfiandi Ibrahim.
Selain itu,  pihaknya juga sudah memerintahkan anggotanya untuk mendatangkan alat berat dan menuju lokasi longsor. 

“Insyaallah alat berat akan menuju ke kokasi dan segera dikerjakan,” papar Syaiful. 

Sebelumnya,  sekitar satu bulan yang lalu,  akses jalan utama menuju Kecamatan Tigo Lurah dari Kecamatan Payung Sekaki juga ambrol dan longsor, terutama dari Sirukam Kecamatan Payung Sekaki menuju Nagari Rangkiang Luluih atau Simanau di Kecamatan Tigo Lurah. 
Kondisi jalan yang parah titik longsornya berada di KM 10 Jalan dari Sirukam atau tepatnya di daerah Aie Sibusuak,  dan Kelok Hidung Kerbau,  yang masuk nagari Simanau dari Nagari Sirukam. 
“Kalau longsor ini tidak segera diatasi,  saya yakin dalam waktu dekat Masyarakat Nagari yang ada di Kecamatan Tigo Lurah akan terisolasi dan tidak bisa keluar masuk menuju atau ke luar Tigo Lurah, ” sebut tokoh masyarakat Tigo Lurah,  Supardiman.


Selain di Sumiso,  di Kabupaten Solok juga terjadi musibah longsor yakni di Nagari Taruang-Taruang pada Rabu dini hari (wandy)

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version