8.045 Warga Terdampak Banjir, Kehidupan Masyarakat Kota Solok Tersiksa

0
215

SOLOK, JN – Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah gambaran masyarakat Kota Solok saat ini, selama 2020 masyarakat harus menerima dampak pandemi yang secara ekonomi mencekik kehidupan. Kini diawal tahun 2021, sebagian besar masyarakat Kota Solok kembali diterpa ujian, berupa bencana banjir. Akibat diguyur hujan selama seharian, aliran Batang Lembang meluap dan merendam rumah warga dan lahan pertanian, Selasa (12/1).


Banjir akibat hujan deras ini, meluapkan tiga aliran sungai, Batang Lembang, Batang Gawan dan Batang Binguang, hingga rumah dan lahan pertanian terendam banjir, sangat menyiksa ribuan kehidupan masyarakat, aktivitas ekonomi juga terhambat.
Setidaknya 8.045 jiwa yang berdomisili di Kecamatan Lubuk Sikarah dan Kecamatan Tanjung  Harapan tidak bisa tidur nyenyak dan harus berjibaku memindahkan perabotan rumah tangga sejak dini hari, meskipun tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini,namun cukup membuat kepanikan warga meningkat.
Bagaimana tidak, ketika dini harinya, warga Kota Solok terkejut karena, rumahnya telah terendam air yang berasal dari aliran Batang Lembang yang meluap. Curah hujan yang tinggi ini membuat warga akhirnya bersiaga dan waspada akan terjadinya banjir yang lebih besar dari Sungai Batang Lembang.


Bahkan sejumlah warga telah bersiaga seperti menyiapkan barang-barang yang akan di evakuasi. Selain itu meskipun hujan telah berhenti, namun hingga sore hari cuaca masih mendung, membuat warga semakin khawatir, curah hujan masih tinggi, membuat sejumlah warga kembali meningkatkan waspada terhadap bahaya bajir.
Sejumlah warga khawatir akan meluapnya air semakin besar, terutama pada aliran sungai Batang Lembang, menurut warga debit air sungai ini sangat tinggi dan sudah tidak normal, dan dikuatirkan akan terus bertambah tinggi.


Sejumlah warga mengatakan bencana ini membuat warga terpaksa waspada atau berjaga-jaga baik itu pada waktu saat malam hari dan siang hari, selain itu warga juga telah bersiaga menyiapkan barang-barang untuk diselamatkan apabila terjadi banjir.
“Saat ini yang perlu diselamatkan apabila terjadi banjir yang lebih besar, yang perlu disiagakan atau diselamatkan seperti bahan makanan beras dan barang-barang elektronik,” kata Afriadi, warga Koto Panjang.
Saat ini tidak ada yang dapat dilakukan oleh warga, warga hanya mampu melihat derasnya aliran sungai dan berharap aliran air sungai surut. Saat ini warga juga berharap agar masyarakat secara bersama-sama dan serentak, berdoa agar bencana ini segera mereda.


Karena seperti diketahui daerah ini merupakan langganan banjir setiap tahunnya, pada tahun yang sebelum-sebelumbya, seluruh rumah di pinggiran aliran Batang Lembang ini terendam banjir, air banjir yang masuk ke rumah warga mencapai satu meter lebih dan banyak warga yang mengalami kerugian materi.
Selain itu, banjir yang tinggi juga mengakibatkan tanggul jebol sehingga sawah terendam banjir, sawah milik petani di Kota Solok pun tak terelakan dari serbuan air yang meluap. Selain itu disebagian kawasan banjir juga merendam beberapa lahan kebun masyarakat seperti kebun ubi jalar, pisang, pepaya, bibit pinang, dan lainya.
Sejumlah petani mengatakan akibat jebolnya tanggul irigasi sawah tersebut mengakibatkan sampah dan kayu masuk keperairan sawah sehingga dapat merusak tanaman padi dan mati. Sementara itu dari kejadian ini tidak banyak yang dapat dilakukan oleh para petani, para petani hanya berharap tumbuhan padi yang terendam banjir ini tidak rusak dan tumbuhan padi dapat tumbuh dengan baik hingga nanti hasil panen jadi memuaskan.


1.730 KK dari 9 Kelurahan di Kota Solok Terendam Banjir


Hujan yang berlangsung selama seharian ini telah menyebabkan sungai yang melintasi Kota Solok meluap. Akibatnya, beberapa kawasan di daerah Kota Beras ini, terendam banjir. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun dari data sementara, setidaknya 8.045 jiwa yang berdomisili di Kecamtan Lubuk Sikarah dan Kecamatan Tanjung  Harapan tidak bisa tidur nyenyak dan harus berjibaku memindahkan  perabotan rumah tangga sejak dini hari.
Hingga saat ini Petugas gabungan dari TRC BPBD Kota Solok, Tagana Dinsos Kota Solok, PMI Kota Solok, WMI, Pramuka Peduli, Damkar Kota Solok, TNI, Polri, Dinas Kesehatan Kota Solok, Basarnas Nasional, BPBD Provinsi, masih terus berjibaku membantu masyarakat terdampak banjir.

Batang Lembang  yang berhulu di Gunung Talang dan bermuara di Danau Singkarak menimbulkan banjir yang parah. Sungai yang membelah Kota Solok ini merendam sebagian besar rumah dan areal pertanian sawah  yang berada di sepanjang aliran sungai.


Warga Kota Solok  yang bermukim di Kelurahan Lubuk Sikarah, KTK, IX Korong, VI Suku, Sinapa Piliang, Aro IV Korong, Tanah Garam, kemudian Kelurahan Tanjung Harapan, Nan Balimo, PPA, Koto Panjang, mengalami kebanjiran sejak pukul 03.00 dini hari.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Solok, Ikhlas, menyebutkan, meluapnya sungai yang ada di Kota Solok telah menyebabkan banjir di 9 Kelurahan. “Sembilan kelurahan mengalami banjir,” kata Ikhlas.


Adapun data sementara yang berhasil dihimpun Koran Padang adalah di Kecamatan Lubuk Sikarah, kelurahan KTK, seluruh wilayah terdampak banjir, sebanyak 429 KK, 2.353 Jiwa, 6 Bayi, 14 Balita terdampak. Kelurahan IX Korong seluruh wilayah terdampak banjir, 555 KK, 2.250 Jiwa terdampak. Kelurahan VI Suku, 44 KK, 189 Jiwa, dan sebagian wilayah terdampak banjir. Kelurahan Sinapa Piliang, 208 KK, 900 Jiwa seluruh wilayah terdampak banjir. Kelurahan Aro IV Korong, 143 KK, 674 Jiwa, 6 Bayi, 14 Balita, sebagian wilayah terdampak banjir. Kelurahan Tanah Garam, 89 KK, 415 Jiwa, sebagian wilayah terdampak banjir.
Sementara di Kecamatan Tanjung Harapan, di Kelurahan Nan Balimo, 49 KK, 236 Jiwa, 5 Bayi, 6 Balita, sebagian wilayah terdampak banjir. Kelurahan PPA, 30 KK, 120 Jiwa, sebagian wilayah terdampak banjir. Kelurahan Koto Panjang 183 KK, 908 Jiwa, 6 Bayi, 28 Balita, 6 Ibu hamil, 26 Lansia, seluruh wilayah terdampak.
Dikatakan Ikhlas, Pemko solok telah memberikan bantuan makanan untuk korban banjir sebagai bantuan darurat. Total keseluruhan warga terdampak di Kota Solok dari data sementara sebanyak 1730 KK, 8.045 Jiwa.


“Pemerintah langsung memberikan sejumlah bantuan mendesak berupa paket alat pembersih paket makanan siap saji, matras, tenda, terpal, perahu, dan dapur umum, serta mengevakuasi warga yang terdampak parah,” kata Ikhlas.(van)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here