Musibah Kebakaran Landa Perumahan Gerdena Mahisa di Gauang

0
702
SOLOK, JN-Musibah sepertinya tak henti-hentinya melanda Kabupaten Solok. Usai di terjang angin badai dan longsor menimpa Mapolres Arosuka Kabupaten Solok pada Senin dini hari, Selasa dini hari (5/12) sekitar pukul 03.30 Wib, sijago merah kembali mengganas. Peristiwa kebakaran  itu menimpa gudang bangunan di perumahan Gerdena Mahisa Empat, dan satu unit mobil Dump Truck dan ratusan sak semen di Nagari Gaung Kecamatan Kubung Kabupaten Solok hangus dilalap sijago merah.
 Peristiwa kebakaran itu, sempat membuat warga panik karena terjadi pada saat mereka sedang tertidur lelap. Meski tidak ada menimbulkan korban jiwa, namun kebakaran kali ini membuat warga panik lantaran kejadian ditengah warga sedang tidur lelap, ditambah bantuan dari mobil pemadam kebakaran tak kunjung datang.
 Dari informasi yang didapat di lapangan menyebutkan, Kebakaran yang diperkirakan terjadi sekitar pukul 03.30 Wib juga turut menghanguskan sejumlah bahan bangunan lainnya berupa kayu, pipa dan besi yang tersimpan didalam gudang.
Meneurut saksi mata, Doni (33), gudang tersebut milik warga kota Padang yang bernama Sabaruddin, namun yang bersangkutan tinggal di Padang. “Saya hanya pekerja di sini yang punya adalah orang dari kota Padang, ujar Doni.
Sementara api diketahui pertama kali oleh Satpam Doni Kurniawan. Hal itu sesuai yang disampaikan Kasatpol PP dan Damkar Kabupaten Solok, Drs Efriadi Sikumbang, MM, menurutnya Api pertama kali diketahui menjamah bangunan gudang oleh penjaga perumahan Gardena Mahisa 4.
“Penjaga perumahan mengetahui api membakar rumah pada saat berkeliling menjelang pagi,” terang Efriadi Sikumbang.
 Disebutkannya, dipagi yang gelap dan dingin waktu menjelang siang, saat berkeliling rutin, para penjaga perumahan terkejut melihat kepulan asap dari arah gudang bangunan. Penasaran, ia bersama seorang rekannya lansung mengecek ke sumber asap, dan ternyata gudang bangunan milik Sabarudin terbakar.”Kemudian penjaga tersebut langsung menghubungi petugas kits dan kita lansung bergerak dengan menerjunkan 2 unit Mobil damkar untuk membantu pemadaman api,” jelas Efriadi.
 Tidak lama kemudian, petugad Damkar datang dengan membawa dua unit mobil pemadam kebakaran. Setelah satu jam berjibaku, petugas akhirnya berhasil memadamkan api. Beruntung tidak ada korban jiwa pada kejadian tersebut. Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti kebakaran masih dalam penyelidikan pihak berwenang. Sementara Total kerugian korban akibat kejadian itu diperkirakan mencapai 380 juta.
“Kita belum tau berapa total kerugian korban, namun diperkirakan mencapai 400 jutaan,”  pungkas  Efriadi (Iwel/wan)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here