Menimpa Rumah Warga: Kubah Masjid Raya Sungai Nanam Ambruk Diterpa Angin Kencang

0
1339

SOLOK, JN, Akibat cuaca ekstrim dan angin kencang yang melanda wilayah Kabupaten Solok sejak tiga hari terakhir, berbagai musibah terjadi di daerah penghasil bareh tanamo itu, mulai dari longsor, banjir, pohon tumbang hingga sebuah kubah masjid di Nagari Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti ambruk diterpa angin kencang. 

Musibah tanah longsor hingga menutup hampir seluruh badan jalan, terjadi pada Selasa malam tanggal 28 sekitar jam 19.00 Wib di Jorong Madang, Nagari Air Batumbuk, Kecamatan Gunung Talang, hingga membuat Jalan Provinsi yang menghubungkan Lubuk Selasih dan Provinsi Jambi terputus hampir dua jam. Sementara pada Rabu pagi (29/11), banjir juga melanda sebahagian wilayah di Nagari Salayo, Kecamatan Kubung, meski tidak separah tahun 2016 silam. Selanjutnya musibah pohon tumbang juga terjadi di Jorong Lubuk Selasih, Nagari Batang Barus, persisnya di depan Mapolres  Arosuka Kabupaten Solok, pada Kamis pagi, sekitar jam 09.00 Wib. Akibab kejadian itu, plang merek Mapolres  Arosuka juga ikut dihantam hingga roboh oleh pohon pinus berukuran besar itu. Bahkan pohon besar seukuran pohon kelapa itu, juga sempat menutup seluruh  badan Jalan negara Lintas Sumatera Padang-Solok selama hampir setengah jam. Masih beruntung, pada saat pohon itu  tumbang, tidak ada kendaraan yang sedang melintas.

Masih pada Kamis (30/11), akibab angin kencang disertai hujan badai, kubah Masjid Raya Nagari Sungai Nanam, yang terletak di Jorong Pasa, diterbangkan angin  badai hingga menimpa rumah warga di sekitarnya. Kubah Masjid Raya Nagari penghasil sayur mayur utama di Kabupaten Solok ini, terjang badai atau angin kencang pada Kamis sekitar Jam 13. 40 Wib. Kubah tersebut menimpa rumah warga bernama Antau dan Husen yang berdampingan dengan rumah orang tua salah satu anggota DPRD Kabupaten Solok. Akibabnya, rumah rusak berat dan masih beruntung tidak ada korban jiwa. Menurut keterangan warga setempat, Masriwal (38), Kubah Masjid Raya Sungai Nanam itu dipasang pada Tahun 2013 dengan sebuah acara yang juga dihadiri oleh Bapak Gubernur Sumatera Barat, Irwan Prayitno. Kubah itu dibeli waktu itu seharga Rp 150.000.000 (seratus lima puluh juta). “Dengan kejadian ini, kami atas nama pengurus  masjid dan masyarakat Sungai Nanam, berharap akan ada bantuan dari pemerintah daerah, baik Kabupaten maupun Provinsi juga dari pihak BPBD untuk rumah warga yang tertimpa,” tutur Masriwal.

Hingga berita ini diturunkan, masyarakat setempat masih bergoro membersihkan puing-puing kubah masjid yang hancur dan juga rumah warga yang rusak (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here