Masyarakat Kabupaten Solok Sambut Tahun Baru 2019 Tanpa Terompet

0
111

SOLOK, JN- Masyarakat Kabupaten Solok, menyambut tahun baru Masehi 2019 dengan dingin dan tanpa tiupan terompet.
Berbeda halnya dengan penyambutan tahun-tahun baru sebelumnya, dimana Satu Minggu sebelum pergantian tahun, sudah ramai ditemui para penjual dan pedagang terompet.
Mungkin sepinya pedagang terompet berjualan, karena terkait ada himbauan dan larangan penyambutan tahun baru oleh Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemkab Solok, agar peringatan tahun baru masehi tidak tidak diperingati secara berlebihan karena bukan tahun baru Islam.”Pemerintah Kabupaten Solok sudah membuat edaran agar tidak memperingati tahun baru secara berlebihan dan perbanyak beribadah,” jelas Ante (32) salah seorang warga Tanjung Bingkuang, Kabupaten Solok, Selasa (1/1).
Sebelumnya,  Bupati Solok, H. Gusmal sudah mengirim surat edaran ke masyarakat di Nagari-nagari agar tidak menyambut tahun baru secara berlebihan dan menggunakan dengan hal-hal yang bermanfaat.
Bahkan Pemkab Solok menggelar tabligh Akbar dalam rangka tutup Tahun 2018 dan menyambut Tahun Baru 2019.
Acara tabligh Akbar digelar di Guest House, dan dihadiri oleh  para SOPD, karyawan dan masyarakat sekitar.Acara digelar Kamis malam (27/12), bertempat di Guest House Arosuka, atau rumah Kediaman Bupati Solok. 
Pada sambutan tutup tahun 2018 dan sambut Tahun 2018, Bupati Solok H. Gusmal, SE, MM, dalam arahannya menyampaikan bahwa bentuk syukur kita kepada Tuhan adalah dengan cara meningkatkan kinerja pada tahun 2019 dan peningkatan pelayanan kepada masyarakat. Selain itu, keteladanan para pejabat dan aparatur sipil negara bagi   para staf dan masyarakat  merupakan hal utama dalam pencapaian tujuan 4 pilar pembangunan Kabupaten Solok. “Mari kita bersihkan hati kita dan hindari rasa dengi, agar dalam dalam menjalani kehidupan pada tahun baru 2019 mendatang, kita bisa damai dan mari tinggalkan tahun 2018 ini sebagai tahun evalusi bagi kita bersama,” ucap Bupati Gusmal.
Sementara, bertindak sebagai penceramah pada acara tersebut adalah Dr. Wakidul Qohar, MA, dosen UIN Imam Bonjol Padang, menyampaikan tausiahnya tentang Seven Habit atau Tujuh Kebiasaan yang harus dikakukan, seperti biasakan membaca bismillah di setiap memulai pekerjaan. Yang kedua, biasakan mengucapkan alhamdulillah pada setiap   mengakhiri pekerjaan. “Adapun yang ketiga sampai yang ketujuh secara berurutan masing-masing untuk berpikir positif kepada ketentuan Allah, juga hidup itu mesti memiliki visi hingga akhirat. Selanjutnya, hidup itu memiliki komitmen dan istiqamah. Dan yang keenam bahwa hidup itu mesti selalu bercermin diri dan selalu evaluasi diri, serta yang ketujuh jangan sampai termasuk golongan yang sesat,” jelas Dr. Wakidul Qohar (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda