Luar Biasa, Belum Dilantik Epyardi Sudah Berikan Contoh, Tolak Mobil Baru dan Rumah Dinas

0
773


SOLOK, JN- Luar Biasa, apa yang dilakukan oleh Bupati Solok terpilih, H. Epyardi Asda, meski belum dilantik tetapu sudah memberikan contoh yang baik bagi kita semua.
 H. Epyardi Asda yang menolak pengadaan mobil dinas baru, dan ini perlu diapresiasi dan dicontoh oleh Pemimpin lain di Sumbar.

Selain menolak  Mobil Baru  yang sudah dianggarkan Pemkab Solok sebesar Rp 1,5 Miliar, Epyardi Asda juga “ogah” menempati rumah dinas Bupati. 
“Selain menolak pengadaan mobil dinas baru, beliau juga tidak akan tinggal di rumah dinas Bupati di Guest House, tetapi akan menempati rumah dinas Wakil Bupati yang di Tugu Ayam. Dan rumah dinas Bupati akan ditempati Wakil Bupati. Artinya mereka tukaran,” sebut Kabag Umum Pemkab Solok, Syefdinon, saat berbincang dengan Koran Padang, Rabu (31/3) di Arosuka.
Tidak disebutkan kenapa H. Epyarda Asda menolak tinggal di rumah dinas yang sebelumnya ditempati mantan Bupati Gusmal tersebut.

Biasanya, setiap pejabat baru dilantik, memang sudah lumrah disiapkan segala fasilitas negara, seperti rumah dinas, mobil dinas serta fasilitas-fasilitas pelengkap penunjang kerja Kepala daerah dan Wakilnya.

“Bapak Bupati terpilih H. Epyardi Asda  bersama dengan Bapak Jon Firman Pandu sudah meminta  agar nanti tidak dianggarkan mobil dinas baru dan juga rumah dinas yang akan beliau tempati. Selain itu rumah dinas juga tidak usah dianggarkan dengan biaya yang besar. Untuk rumah dinas cukup di cat ulang saja. Beliau minta uang itu bisa digunakan untuk keoentingan masyarakat,” papar Syefdinon.
Pemda menang sudah mengalokasikan dana APBD untuk pembelian mobil dinas bagi Bupati dan wakil Bupati terpilih, tetapi beliau menolak pembelian mobil baru.

Menurut Syefdinon, Pemkab Solok sudah mengnggarkan dana sebesar Rp. 1,5 Milyar untuk pengadaan mobil dinas  kepala daerah Bupati terpilih  H. Epyardi Asda dan Wakil Bupati terpilih Jon Firman Pandu.

Menurut Bapak Epyardi Asda, tidak usah membeli mobil dinas yang baru, cukup mobil apa yang ada saja pada saat ini,  karena menurut beluau tidak mau bermegah-megahan dengan uang rakyat, sementara rakyat kita masih banyak yang dalam keadaan susah. Hal ini perlu dicontoh atau kita tiru bersama” papar Syefdinon (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here