Korban Longsor di Nagari Sibarambang Akhirnya Ditemukan

0
1862
SOLOK, JN- Usaha keras Tim gabungan yang terdiri dari Tim SAR, BPBD, TRC, Tagana, TNI/ Polri, PMI, Dinas PU, Dinas Sosial dan tim relawan lainnya untuk mencari korban hilang akibab longsor di nagari Sibarambang, Kecamatan X Koto Diatas Kabupaten Solok, akhirnya menuai hasil.
              Setelah usaha pencarian pada Minggu kemaren dihentikan akibab cuaca buruk dan kembali dilanjutkan pada Senin pagi (11/12), akhirnya jasad Ocan (47), warga Jorong Jurai, Nagari Sibarambang, ditemukan juga. Ocan ditemukan sekitar jam 16.00 Wib, Senin sore, berjarak sekitar 1 KM dari rumahnya. Penemuan jenazah ibu dari 5 orang anak itu, sungguh membawa luka yang mendalam dan rasa haru dari pihak keluarga dan warga sekitar.
           
“Alhamdulillah, kita patut bersyukur karena usaha pencarian tim gabungan berhasil juga. Kami atas nama keluarga menyampaikan ucapan terimakasih kepada Tim SAR dan semua pihak yang sudah berusaha menemukan keluarga kami,” jelas Aiga (35), kerabat korban kepada KORAN PADANG, Senin sore. Ocan meninggalkan 1 orang suami dan 5 orang anak, mengalami musiabah terbawa longsor pada hari Minggu sekira pukul 23.00 Wib. Selain Ocan, akibab longsor yang juga disertai banjir bandang ini, juga terdapat warga lain yang luka-luka seperti Naini (55) dengan cidera di bagian wajah ditimpa batuan dan kayu material longsor dan Bakhtiar (49) yang mengalami patah tulang tangan kanan.
        
    Menurut keterangan tokoh masyarakat Sibarambang yang juga anggota DPRD Kabupaten Solok, H. Marson Sutan Kayo, peristiwa banjir bandang dan hujan deras yang turun tidak henti-hentinya mengguyur Kecamatan X Koto Diatas sejak sore hari, telah mengakibabkan akses jalan menuju Sibarambang terputus, termasuk dua titik jembatan di Taratak Tinggi dan Katialo. Selain itu, seorang warga jorong Jurai Nagari Sibarambang yang bernama Ocan (47), juga terbawa timbunan longsor dan jasadnya baru ditemukan Senin sore. Pada saat kejadian, Ocan sedang menghadiri pesta pernikahan tetangganya di jorong Pakorohan yang berbatas langsung dengan jorong Jurai.
“Menjelang dini hari pada Minggu malam, pada saat Ocan bersama puluhan warga lain sedang sibuk memasak untuk pesta, tiba-tiba datannglah bahaya longsor dan masyarakat berhamburan menyelamatkan diri mencari tempat yang aman. Termasuk Ocan, tapi malang bagi Ocan mungkin dirinya terlambat menyelamatkan diri dan terbawa material longsoran,” jelas Marson, politisi dari Demokrat yang juga diamini oleh Walinagari Sibarambang, Rudi Hartono.
          
  Jasad Ocan langsung dibawa ke Puskesmas dan menurut rencana akan dikebumikan pada Senin malam. Hingga sore hari, ratusan warga mencoba mendatangi rumah duka untuk menyampaikan rasa ikut berlangsungkawanya, termasuk Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH, Kepala BPBD, Dasril dan Kepala OPD lainnya.
 
 Di nagari Kutialo sendiri, sesuai data sementara, 4 KK diungsikan, sementara di Sibarambang puluhan KK termasuk di Sungai lasi 25 KK diungsikan ketempat aman dengan menggunakan perahu karet milik BPBD Kabupaten Solok dan Sumbar dengan dibantu relawan dari Tigana dan kelompok siaga bencana lainnya.
 
            
Peristiwa banjir bandang dan longsor tersebut, langsung mendapat perhatian dari Pemkab Solok dan BPBD Sumbar. Wakil Bupati Solok Yulfadri Nurdin, SH dan beberapa SKPD terkait, sejak Shubuh pagi sudah mulai mendatangi korban banjir, mulai dari Sungai Lasi hingga siang hari menuju Nagari Sibarambang dan Katialo. “Ya, kali ini kita diuji lagi. Ini merupakan terguran dari Allah kepada kita agar kita lebih banyak interospeksi diri dan kita berharap ini yang terakhir,” jelas Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH. Wabub Solok, berpesan kepada warga yang terkena musibah agar tetap bersabar karena mungkin punya rencana lain dibalik semua ini. Namun sebelumnya, Yulfadri Nurdin sudah memerintahkan pihak BPBD Kabupaten Solok dan Dinas Sosial agar cepat tanggap dan segera membantu warga yang dihantam musibah banjir.
“Kita harus bahu membahu menolong warga, saat ini bukan waktunya mencari siapa yang salah. Waktunya untuk berbuat kepada masyarakat yang membutuhkan. Apalagi tidak sedikit rumah warga dan tempat ibadah yang harus dibersihkan pasca banjir bandang,” jelas Yulfadri Nurdin (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here