Tanpa Kategori

Ketua DPRD Kota Solok Hadiri Acara Do’a Tolak Bala Masyarakat KTK

×

Ketua DPRD Kota Solok Hadiri Acara Do’a Tolak Bala Masyarakat KTK

Sebarkan artikel ini

SOLOK,  JN- Dalam rangka mempererat tali silaturahmi sesama warga Kelurahan Kampai Tabu Karambie (KTK)  Kota Solok, hari Kamis pagi (14/10), masyarakat setempat  menggelar sebuah tradisi yakni “Do’a Tulak Bala” yang telah diwarisi secara turun temurun.

Doa tolak bala yang diperuntukan terhindar dari segala macam bencana, musibah, malapetaka, maupun hal-hal buruk lainnya. 
Acara dihadiri oleh ratusan anggota masyarakat dan Ketua DPRD Kota Solok,Hj.Nurnisma.SH,Anggota DPRD diantaranya Yoserizal.SH dan Wazadly.SH, Ketua LKAAM Kota Solok,H Rusli Khatib Sulaiman, Ketua Bundo Kanduang Kota Solok, Sitta Novembra, Lurah KTK, Noviandi Yusaf, para Niniak Mamak dan Bundo kanduang dari masing-masing Kelurahan serta masyaraka tani yang tergabung dalam kelompok perkumpulan Petani pemakai air (P3A) Sawah Bodi.

Menurut masyarakat setempat,  tradisi Doa tulak bala merupakan permohonan kepada Allah SWT dengan cara membacakan shalawat nabi secara bersama-sama dengan sambil berjalan kaki mengelilingi hamparan sawah dengan dipandu oleh seorang ulama.
“Tolak bala itu sendiri bertujuan agar tanaman terhindar dari berbagai macam bahaya dan hama penyakit tanaman, sehingga hasil panen sesuai dengan hasil yang di harapkan oleh petani nantinya,” ujar Ketua LKAAM Kota Solok, H.Rusli Malin Marajo.

Baca Juga :
SMA Negeri 2 Gunung Talang Gelar Kegiatan Pesantren Ramadhan

Sementara Ketua DPRD Kota Solok, Hj.Nurnisma.SH, pada kesempatan itu menjelaskan bahwa selaku lembaga Legislatif,  pihaknya sangat mengapresiasi dan bangga dengan diadakannya kegiatan tradisi Doa Tolak Bala oleh masyarakat Kelurahan KTK.
“Kami berharap agat kegiatan ini dapat dilaksanakan setiap tahunnya, seperti tahun-tahun sebelumnya, selaun itu agar bisa menjalin tali silaturrahmi,” sebut Hj.Nurnisma.

Tradisi Doa tolak bala juga rutin dilaksanakan oleh masyarakat yang berada di hamparan sawah Solok,kami berharap kegiatan seperti ini menjadi contoh dan juga di ikuti oleh kelurahan lainnya yang memiliki lahan pertanian. Kami menilai dengan di adakannya tradisi tersebut selain kita melestarikan budaya namun kegiatan ini dapat juga di jadikan sebuah ajang untuk bersilaturahmi.
“Sudah saatnya kita membangkitkan kembali tradisi lama untuk di jadikan sebuah edukasi bagi generasi muda untuk mempertahankan kearifan lokal.sebagai contoh saat ini telah banyak generasi muda kita yang tidak lagi saling mengenal hubungan kekerabatan satu sama lainnya,” papar Hj.Nurnisma.

Baca Juga :
Tim Pengabdian Masyarakat Fisip Unand Bentuk Program Pembangunan Kampung Tematik Nelayan Elo Pukek di Purus

Menurutnya,  kita tentu hari ini mudah-mudahan Tuhan bisa mengabulkan permohonan ini dan kita semua berharap melalui ritual doa tulak bala ini mudah-mudahan bisa terjadi apa yang kita harapkan.
Panitia pelaksana yang juga anggota DPRD Kota Solok, Yoserizal.SH dan Wazadly.SH mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk memohon kepada Allah SWT Yang Maha Kuasa, agar terhindar dan dijauhkan dari segala Bala dan bencana.”Selain itu doa tolak bala ini juga sebagai ungkapan rasa Syukur atas segala Nikmat yang telah Allah berikan kepada kita semua,” kata Yoserizal.


Pihajnya juga menambahkan bahwa acara ini juga sebagai ajang untuk merajut dan menguatkan silaturahmi sesama masyarakat, kegiatan ini tidak tertutup hanya untuk kalangan masyarakat Kelurahan KTK saja akan tetapi semua Masyarakat Kota Solok pada umumnya, kegiatan ini untuk saling mendoakan dalam hal kebaikan dan keberutungan (wandy

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.