Kejati Sumbar Tahan Mantan Kadis DPPKA Kabupaten Solok Terkait Penyelewengan Dana Hibah

0
1207

SOLOK, JN- Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, menahan mantan Sekretaris Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset (DPPKA) Kabupaten Solok, Yuniarli, dan mantan Kepala DPPKA atau sekarag bernama dinas Badan Keuangan Daerah (BKD), era Bupati Gusmal 2005-2010, Darwin Tanjung.

Keduanya ditahan karena tersangka kasus dugaan korupsi dana hibah dan bantuan sosial pada tahun 2009 dan 2010 silam.

Hal itu dibenarkan Asisten Pidana Khusus Kejati Sumbar, M. Fatria di Padang, Kamis (12/12).

“Proses perkara yang bersangkutan sudah dinaikkan dari penyidikan ke penuntutan. Tersangka ditahan untuk mempercepat proses penanganan perkara,” terang M. Fatria, kepada awak media di Padang.

Tersangka ditahan setelah melalui proses hukum dan yang bersangutan selalu didampingi oleh penasihat hukum di Kantor Kejati Sumbar.

Yuniarli dan Darwin Tanjung tampak digiring keluar kantor dengan mengenakan rompi tahanan kejaksaan berwarna merah untuk dititipkan ke Rutan Padang.

Mantan Kepala DPPKA itu, tampak masih lelah dan pihaknya harus mempertanggungjawabkan uang negara yang waktu itu, berposisi sebagai pengguna anggaran.

Darwin Tanjung ditahan usai penyerahan tersangka serta barang bukti dari penyidik kepada penuntut umum (tahap II).

Kedua tersangka dijerat melanggar Pasal 2 dan Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Dari penyidikan sejauh ini terungkap sejumlah modus dalam kasus tersebut, yakni pertama adalah dana dicairkan namun tidak sampai ke tangan kelompok masyarakat.

Selanjutnya, ada kelompok yang menerima bantuan namun tidak sesuai dengan besaran sebenarnya (dipotong). Selain itu, ditemukan juga kelompok penerima yang fiktif. Kasus itu disebut telah merugikan keuangan negara mencapai Rp400 juta.

Namun pihaknya belum bisa memastikan, apakah ada tersangka lain atau tudak. Namun berdasarkan investigasi ke Kabupten Solok, lebih dari 50 orang saksi sudah diminta keterangannya dan juga tim sudah turun selama tiga hari di Pemkab Solok untuk menuntaskan kasus tersebut.
“Banyak saksi yang sudah dimintai keterangannya, termasuk beberapa orang Kepala Dinas, ” sebutnya (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here