SOLOK, JN- Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Solok, Bakhrizal,  hari Kamis (20/10), meresmikan bank sampah Kelok Salayang yang berlokasi di jorong Kayu Aro, Nagari Batang Barus,  Kecamatan Gunung Talang,  Kabupaten Solok.


Tampak hadir pada kesempatan itu yakni, Plt Camat Gunung Talang, Wance Lubis, wali nagari Batang Barus, Syamsul Azwar,  Kepala Pabrik PT. Tirta Investama Pabrik Solok (TIV Solok), Endro Wibowo, Kepala CSR PTTirta Investama, Jon Betric, Humas PT Tirta Investama Pabrik Solok, Azra`i, dan pengurus Bank Sampah Kelok Salayang. 
Meburut Kepala Pabrik PT. Tirta Investama Pabrik Solok, Endro Wibowo, 
terbentuknya bank sampah Unit Kelok Selayang ini merupakan hasil dari program CSR PT Tirta Investama Pabrik Solok di bidang pengelolaan lingkungan hidup dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.”Tujuan lain berdirinya bank sampah ini untuk menjaga kebersihan dan juga bisa dijadikan untuk mencegah pencemaran lingkungan, ” sebut Endro Wibowo.
 Sementara Kepala DLH Kabupaten Solok ,Bakhrizal, pada kesempatan itu mengucapkan terima kasih banyak dan mengapresiasi yang setinggi-tingginya kepada PT Tirta Investama Solok yang sudah banyak memberikan bantuan dan pendampingan kepada masyarakat sehingga terwujudnya sarana dan prasarana bank sampah Kelok Salayang.


 “Setahu saya,  program CSR PT Tirta Investama Pabrik Solok tidak hanya di bidang pengelolaan sampah namun juga banyak program-program pemberdayaan lain yang telah dilaksanakan seperti pembangunan sarana air Bersih, STBM dan pertanian ramah lingkungan,” terang Bakhrizal.

 Pihaknya  berharap, agar bank sampah ini bisa eksis secara berkelanjutan dan tidak beroperasi selama program dilaksanakan namun harus berkembang. Begitu juga dengan program CSR PT Tira Investama Pabrik Solok, tidak hanya dilakukan di Nagari Batang Barus tetapi sudah bisa dilakukan di nagari-nagari tetangga.

Saat ini bank sampak Kelok Salayang yang dipimpin oleh Ibu Lianis ini memiliki 2 bank sampah transit yang berada di dusun 5 kayu aro dan kelok batuang jorong Lubuk Selasih. Dengan adanya bank sampah transit ini akan memberikan kemudahan bagi 108 nasabahnya dalam melakukan menyetor tambungan sampah mereka. Setiap nasabah diberikan 3 jenis kantong yang diletakan di dinding rumah sebagai kantong penyimpan sampah mereka sesuai jenisnya. .
Sampai sekarang dalam waktu lebih kurang 3 bulan lebih kurang 1 ton sampah sudah ditabung oleh nasabah yang tersebar di Nagari Batang Barus. Untuk penghindari penumpukan di Gudang, bank sampah sudah bekerjasama dengan pengepul dimana setiap penimbangan sampah yang dilakukan sekali seminggu langsung diserahkan kepada pengepul.

Menurut Kepala CSR PT Tirta Investama, Jon Betric, untuk sampah yang dikumpulkan nasabah yang tidak bisa dijual ke bank sampah, kelompok-kelompok binaan CSR AQUA Solok ini dikelola dengan membuat bermacam produk kerajinan tangan seperti dompet, tas, bros, gantungan kunci dan cendera mata untuk pesta pernikahan dan sebagainya. Begitu juga dengan sampah dapur seperti kulit buah dan sayur-sayuran diolah menjadi mol dan eco enzym yang banyak manfaatnya.
Sementara itu, program CSR PT Tirta Investama Pabrik Solok tidak hanya menyasar kepada masyarakat tetapi juga menyentuh mengedukasi siswa-siswa tingkat SD dan SMK untuk pengelolaan sampah. Kepala sekolah SDN 18 Batang Barus dan SMKN 1 Gunung Talang menyambut baik program yang dilaksanakan oleh PKBI Sumatera Barat sebagai mitra pelaksana program CSR AQUA Solok.

Sekarang siswa sudah memiliki program pengelolaan sampah seperti yang dilakukan di SDN 18 Batang Barus yaitu setiap siswa diwajibkan menyetor sampah kepada pengelola dan hasil penjualannya akan dibelikan untuk keperluan proses belajar siswa di sekolah (wandy

Share.

Leave A Reply

Exit mobile version