Jalur Padang Solok dan Padang Bukittunggi Kembali Normal

0
451

SOLOK, JN- Jalan Nasional atau Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Solok menuju kota Padang, usai ditimpa musibah longsor pada Rabu (12/12) di Kawasan Panorama 2 dan mengakibatkan kemacetan panjang selama hampir 12 jam, semakin diperparah dengan tumpahnya minyak sawit dari kendaraan pengangkut minyak, tidak lama usai jalur tersebut dibersihkan dari tumpukan material longsor.


Akibatnya, ribuan kendaraan terjebat kemacetan panjang pada kedua arah. Selain itu, masyarakat yang hendak menuju kota Padang atau sebaliknya, harus rela antri dan tidur dikendaraan hingga berjam-jam.Akibat musibah longsor dan tumpahnya minyak sawit di jalan yang selalalu ramai dilintasi kendaraan setiap harinya ini, banyak aktivitas warga terganggu. Termasuk calon penumpang pesawat yang akan menuju Bandara Internasinal Minangkabau di Padang Pariaman gagal berangkat karena terjebak macet.”Harus bagaimana lagi, ini bencana alam dan saya terpaksa menunda keberangkatan menuju ke Jakarta,” jelas Anissa (33), seorang warga asal Kota Solok yang hendak ke Jakarta Kamis (13/12). Selain Anissa, puluhan calon jemaah umroh, juga gagal berangkat karena terjebat macet. Musibah longsor di panorama 2 tepatnya di Sitinjau Laut, Rabu (12/12), sekira pukul 02.30 WIB, telah mengakibatkan akses jalan Padang-Solok terputus dan Satu mobil juga dikabarkan ikut  terseret. Namun, tidak ada korban jiwa.

 Musibah longsor menutup badan jalan sepanjang 30 meter dengan ketinggian 2 hingga 3 meter. Hal itu juga disampaikan Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, E. Rahman di Padang.
Tim Reaksi Cepat (TRC) Provinsi dan Kota Padang telah meninjau lokasi kejadian untuk melakukan pendataan dan pembersihan materil.
“Pusdalops Sumbar dan Kota Padang meminta bantuan alat berat ke Dinas Pekerjaan Umum Sumbar untuk bisa membantu pembersihan material longsor, agar masyarakat tidak berlama-lama terjebat kemacetan,” jelas E. Rahman.
Disebutkannya, musibah longsor yang menutupi badan jalan di Sitinjau Laut adalah akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir di Sumbar yang mengakibatkan kondisi tebing tanah menjadi labil.
E. Rahman juga mengimbau pengendara agar tetap menjaga kewaspadaan melewati jalur-jalur rawan longsor, terutama saat hujan lebat.
Sebelumnya menurut E. Rahman, musibah jalur Bukittinggi menuju Padang juga lumpuh akibat putusnya jembatan di Sicincin pada Minggu lalu.
Ruas jalan ini menjadi akses utama bagi masyarakat dari Bukittinggi dan Pekanbaru yang hendak menuju Padang, karena ruas jalan utama jalur itu juga terputus akibat jembatan ambruk dua hari lalu. Akibatnya jalan lintas melalui Solok makin dipadati oleh kendaraan sehingga ratusan kendaraan terjebak macet.
Untuk sementara alternatif jalur Padang-Pekanbaru yang tersisa melewati jalur Sicincin-Malalak atau melewati kelok 44 terus ke Pariaman dan Padang. Dua jalur itu juga memiliki karakter yang mirip, yaitu melewati tebing-tebing cukup curam dan rawan longsor saat hujan lebat.Kamis sore, jalur Solok Padang kembali bisa dilintasi, meski para pengendara harus merangkak dan berhati-hati melintasi jalan tersebut.Semebtara Bukittinggi Padang juga sudah bisa dilewati, namun masih terbatas oleh kendaraan sedang dan fuso belum boleh melintas.

“Alhamdulillah sejak hari  Kamis Sore, kedua jalur tersebut sudah bisa dilewati, meski pengendara harus berhati-hati,” pungkas E. Rahman

(wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda