Jalan Nasional Solok Padang Kembali Normal

0
113


SOLOK, JN- Jalan Nasional atau Jalan Lintas Sumatera Kabupaten Solok menuju kota Padang, usai ditimpa musibah longsor pada Rabu (12/12) dan (14/12), di Kawasan Panorama 2, Kecamatan Lubuk Kilangan, kota Padang, mengakibatkan kemacetan panjang pada dua arah, sejak Sabtu (15/12) pagi mulai lancar.
Sebelumnya, ribuan kendaraan terjebat kemacetan panjang pada kedua arah semenjak Selasa hingga Sabtu pagi, yang mengakibatkan aktivitas warga yang hendak ke Padang dan Solok terganggu akibat macet. Bahkan dengan kejadian tersebut masyarakat yang hendak menuju kota Padang atau sebaliknya, harus rela antri dan tidur dikendaraan hingga berjam-jam.

Akibat musibah longsor diperparah dengan tumpahnya minyak sawit di jalan yang selalalu ramai dilintasi kendaraan setiap harinya ini, banyak aktivitas warga terganggu. Termasuk calon penumpang pesawat yang akan menuju Bandara Internasinal Minangkabau di Padang Pariaman gagal berangkat karena terjebak macet.”Harus bagaimana lagi, ini bencana alam dan saya terpaksa menunda keberangkatan menuju ke Jakarta,” jelas Anissa (33), seorang warga asal Kota Solok yang hendak ke Jakarta. Selain Anissa, puluhan calon jemaah umroh, juga gagal berangkat karena terjebat macet.BMusibah longsor di panorama 2 tepatnya di Sitinjau Laut, Rabu (12/12), sekira pukul 02.30 WIB, telah mengakibatkan akses jalan Padang-Solok terputus dan Satu mobil juga dikabarkan ikut  terseret. Namun, tidak ada korban jiwa. Selanjutnya Kamis malam musibah longsor makin parah yang mengakibatkan satu nyawa melayang dan tiga kendaraan diseret longsor.Namun sejak Sabtu pagi, sekira jam 08.00 Wib, jalan nasional Padang Solok kembali nornal.”Alhamdulillah, hari ini kita ke Padang sudah seperti biasa dan tidak ada lagi kemacetan,” ujar Anton (36) warga Kayu Aro, Kabupaten Solok, Minggu (17/12), kepada Koran Padang.

 Musibah longsor menutup badan jalan sepanjang 30 meter dengan ketinggian 2 hingga 3 meter pada tiga hari lalu, menurut Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, E. Rahman, telah membuat berbagai aktivitas warga terhambat.”” Beruntung tim gabungan dari PU, TNI/Polri dan rekawan dibantu Tim Reaksi Cepat (TRC) Provinsi dan Kota Padang dengan sabar menyingkikan material lingsor,” terang E. Rahman.
Selain itu, Pusdalops Sumbar dan Kota Padang juga sudah meminta bantuan alat berat ke Dinas Pekerjaan Umum Sumbar untuk bisa membantu pembersihan material longsor, agar masyarakat tidak berlama-lama terjebat kemacetan.
Semebtara Bukittinggi Padang juga sudah bisa dilewati, namun masih terbatas oleh kendaraan sedang dan fuso belum boleh melintas (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda