Di Solok, Rumah Pedagang Sayur Hangus Dilalap Sejago Merah

0
1182

SOLOK, JN- Musibah kebakaran kembali melanda Kabupaten Solok. Selasa pagi (9/1), sekira jam 06.30 Wib, api melalap habis sebuah rumah permanen milik Dardiati (55), warga Jorong Guguak Anau, Nagari Guguak Sarai, Kecamatan IX Koto Sungai Lasi Kabupaten Solok.

Menurut keterangan saksi mata di TKP, api melalap rumah Dardiati, saat pemilik rumah sedang berada di dapur, dimana sehari-hari yang bersangkutan bekerja sebagai pedagang sayur di kota Solok. “Api diketahui sekitar pukul setengah tujuh pagi dan terus membesar. Kemudian beberapa orang warga mencoba menghubungi unit pemadam Kebakaran Kabupaten Solok dan sekitar setengah jam kemudian 3 unit mobil pemadam sampai di TKP,” jelas Eliza (35), warga setempat. Namun meski sudah ada tiga unit pemadam mencoba memadamkan api, rumah Dardiati tetap tidak bisa diselamatkan. “Kita hanya bisa berupaya memadamkan api agar tidak merebet ke rumah tetangga. Namun upaya pemadaman tetap kita lakukan agar rumah ibuk Dardiati tidak hangus terbakar. Tapi kita kalah cepat sama api yang tampak mengamuk,” jelas, Khairul, S. Sos, Kabid Damkar Dinas Satpol PP Kabupaten Solok, kepada KORAN PADANG di TKP. Pihaknya bersama bersama M. Zakaria Kasi Pencegahan dan Pengendalian berupaya bersama anggota Damkar untuk secepat mungkin memadamkan amukan sijago merah.

“Anggota kita sudah berupaya sekuat tenaga untuk memadamkan api, tetapi kita hanya berusaha dan Tuhan jua yang menentukan, sebab kobaran api begitu besar dan ditambah banyaknya keruman warga menyaksikan kobaran api,” jelas Kadis Pol PP dan Damkar Kabupaten Solok, Efriadi Sikumbang, MM yang didampingi camat IX Koto Sungai Lasi yang juga bernama, Efriadi.

Sesuai informasi yang dihimpun di TKP, rumah milik Dardiati sehari-harinya dihuni oleh  3 jiwa dimana pemilik rumah berprofesi sebagai pedagang sayur dipasar Raya Solok, dan pada saat kejadian rumah hanya dihuni anaknya (Depi 29) dan satu orang cucunya yang masih berusia 1,5 tahun. Pada saat kejadian pemilik rumah sedang berada didapur dan api pertama dilihatnya disalah satu kamar tidur. “Saya berusaha untuk memadamkan api, tetapi karena kepulan asap dan api yang menjalar begitu cepat dan saya mencoba berteriak meminta pertolongan kepada warga,” terang Dardiati, dengan nada sedih dan sambil meneteskan air mata.

Tidak lama kemudian, pertolongan datang dari Damkar Kota Solok, Damkar Sumani dan Damkar Arosuka.

Kapolsek X Koto Sungai Lasi, AKP Afrides Roema,SH, menyebutkan bahwa dugaan sementara akbab kebakaran adalah akibab harus pendek. Namun akibab kejadian itu, kerugian ditaksir sementara mencapai 250 juta dan smapi saat ini polisi masih menyelidiki kasus penyebab kebakaran itu. Beruntung kejadian tersebut tidak sampai menelan korban jiwa.

Sesuai data yang dihimpun dari Damkar Kabupaten Solok, dalam satu Minggu terakhir selama tahun 2018 ini, di Kabupaten Solok sudah terjadi tiga kali kebakaran. Kebakaran pertama terjadi pada Kamis tanggal 4 Januari kebakaran melanda rumah Ali Asung di jorong Bawah Duku, Nagari Koto Baru, Kecamatan Kubung. Kerugian ditaksir rp 7, 5 juta. Kemudian pada Jum’at tanggal 5 Januari juga terjadi kebakaran yang menimpa rumah milik Ermalinda, warga jorong Kubur Harimau, Nagari Salayo, Kecamatan Kubung dan kerugian ditaksir sekitar Rp 300 juta.

“Akibab sering terjadinya kebakaran, mulai Minggu besok kita akan membuat surat edaran ke nagari-nagari agar masyarakat waspada terhadap bahaya kebakaran,” jelas Kabid Damkar, Khairul. Pihaknya juga akan turun ke nagari-nagari untuk melakukan sosialisasi tentang bahya kebakaran dan juga berharap agar Pemkab Solok menambah mobil unit pemadam kebakaran dan petugas karena mengingat wilyah Kabupaten Solok yang sangat luas (wandy)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here