Bupati Gusmal Serahkan Bantuan Beras Kepada Warga Saniang Baka

0
244

SOLOK, JN– Bupati Solok, H. Gusmal, SE, MM, hari hari Minggu (17/5), menyerahkan bantuan beras secara simbolis kepada 826 KK warga yang terdampak Covid-19 di Nagari Saniang Baka, Kecamatan Camat X Koto Singkarak, Kabupaten Solok.
Acara penyerahan dilakukan di Kantor Wali Nagari Saniang Baka, dengan dihadiri oleh Bupati Solok H. Gusmal, Ketua PMI Desnadefi Gusmal, Assiten II Medison, Staf Ahli Bupati Abdul Manan, Kadis Koperindag Eva Nasri, Kadis Perikanan Admaizon, Kabag PEM Syahrial, Kabag Humas Syofiar Syam dan Camat X Koto Singkarak Sujanto Amrita.
Wali Nagari Saniang Bakar, Dasrizal Chandra Bahar, dalam sambutannya menyampaikan capan berterima kasih kepada Pemkab Solok yang telah membantu beras bantuan sebanyak 826 KK per 10 kg kepada masyarakat Saning Baka yang  terdampak covid 19. 


“Mudah-mudahan bantuan dari Pemkab Solok dapat ini bisa bermanfaat bagi warga yang terdampak. Dan bantuan beras ini dapat meringankan beban masyarakat kita,” sebut Dasrizal Chandra Bahar.
Piaknya juga menjelaskan bahwa dari pihak nagari sudah berupaya menjalankan protap PSBB di Nagari Saniang Baka.
Sedangkan Bupati Solok, H. Gusmal, dalam arahannta menyebutkan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok menilai Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk memutus rantai penularan (Covid-19) juga berdampak pada ketidak mampuan masyarakat untuk melakukan kegiatan ekonomi, yang kemudian juga mempengaruhi aspek sosial lainnya. Hal itulah yang kemudian mendorong pemerintah untuk memberikan bantuan berupa beras.

“Bantuan beras ini baru untuk tahap pertama dan terus di distribusikan oleh pemerintah kepada masyarakat. bBantuan beras tahap kedua akan diserahkan menjelang lebaran. Kalau dikalkulasikan, Sekitar 70 persen masyarakarat akan mendapat bantuan beras tersebut dari jumlah penduduk yang ada di kabupaten Solok,” sebut H. Gusmal.


Ada beberapa hal yang harus di sampaikan pada pemerintah Nagari dan pemerintah Kecamatan serta masyarakat tentang Covid 19 yang sedang mewabah di negeri ini. 
“Saat ini pemerintah provinsi Sumatera Barat masih dalam melaksanakan PSBB dan  PSBB ini tidak sama dengan lockdown. Kalau lockdown semuanya tertutup, tidak boleh keluar masuk baik orang maupun barang. Kalau PSBB pembatasan keluar masuk orang, sedangkan untuk barang kebutuhan pokok tidak di batasi,” terang Gusmal.
Dijelaskan Bupati, Inti dari PSBB itu adalah bahwa setiap orang diharapkan tetap berada di rumah saja (stay at home). Peraturan  PSBB ini yang dipakai oleh pemerintah untuk memutus mata rantai Covid 19. 
“Saya minta kepada masyarakat untuk jujur, ada kejadian di kecamatan Kubung, ada seorang masyarakat kita positif covid 19, karena ketidakjujuran keluarganya. Dia pernah di rawat drumah sakit Solok, tidak pernah di swab. Selajutnya di rawat juga di rumah sakit Arosuka, tidak di lakuakn tes swab, di rawat tidak di tempat ruang isolasi mandiri. Akhirnya dia meninggal, setelah meninggal disarankan untuk di swab, rupanya hasil swabnya positif covid 19,” terang H. Gusmal. 
Bagaimana orang yang selalu kontak dengan almarhum, tentu juga terpapar Covid 19. “Intinya kalau ada dinas kesehatan bertanya tolong di jawab jujur saja. Dengan siapa kita berkomunikasi untuk memutus rantai Covid 19. Sekarang sedang berjalan tes swab dan mentraking warga yang berdekatan atau kontak dengan dia,” debut Gusmal.
Dijelaskab Bupati, banyak para pegawai negeri yang melawat atau membezuk ke rumah sakit. “Anaknya, menantunya, kemenakannya banyak yang jadi pegawai negeri di Pemkab Solok. Ini juga menyibukkan kami sekarang untuk men traking, dan sekarang 31 orang petugas kesehatan kita di isolasi mandiri, ada yang dirumah dan ada yang di tempatkan di Alahan panjang. Akibatnya rumah sakit kita tutup, karna tidak ada yang melayani. Yang risau juga masyarakat tidak bisa berobat. Ini akibat ketidak jujuran tadi,” sebut H. Gusmal.
Bupati meminta kepada kita semua harus jujur kepada Dinas Kesehatan yang memeriksa, kalau kita ingin selamat dari virus Covid 19. “Saya minta pak wali nagari untuk tetap mendisiplinkan, melakukan pengawasan pada setiap orang masuk. Serta membatasi aktivitas dan komunikasi dengan orang yang belum kita kenal,” ulas Gusmal.
“Saat ini pertahanan kita jebol, selatan ada, tengah ada dan Utara juga sudah ada positif covid 19. Ini disebabkan ketidakjujuran, karena tidak mau mendengarkan anjuran pemerintah. Sebelumnya sudah dikatakan, yang namanya pemerintah itu tidak akan pernah mau merugikan masyarakat,” terang Gusmal. 
Aktifitas ekonomi tidak boleh tergangu, artinya turuti anjuran pemerintah, kalau berdagang atur jarak, pakai masker dan cuci tangan (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here