Bupati Gusmal Resmi Terima Sertifikat IG Bareh Solok Dari Kemenkumham RI

0
258

  • JAKARTA, JN-

Bupati Solok, H. Gusmal yang didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Solok, Ir. H. Admaizon, hari Sabtu (8/12), resmi menerima sertifikat Indikasi Geografis (IG) untuk beras Solok, bertempat di Central Park Mall, Tanjung Duren, Jakarta.

Guna Indikasi Geografis adalah untuk melindungi produk lokal atau daerah agar tidak diklaim perusahaan besar atau daerah lain karena beras Solok adalah paten milik warga Solok,” jelas Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Solok, Ir. Admaizon, kepada KORAN PADANG, usai menerima  sertifikasi IG, dari Menteri Hukum dan Ham RI yang diwakili oleh Staf Ahli Menteri Hukum dan Ham RI, Ambeg Paramarta, didampingi Ka Badan Ekonomi Kreatif RI, dan Deputi Fasilitasi Hak Kekayaan Intelektual RI.

Disebutkan H. Admaizon, sertifikasi IG bertujuan memberi nilai lebih para produk lokal seperti Bareh Solok atau Beras Solok, karena bisa saja dicap aau di klaim oleh daerah lain kalau tidak memiliki sertifikat IG. “Keragaman produk lokal Indonesia termasuk beras Solok selama ini belum mendapat pengakuan dan perlindungan. Sertifikasi indikasi geografis dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual ini dibuat untuk mengatasi masalah tersebut,” jelas Admaizon. Indikasi Geografis atau Geographical Indication ini, sudah digagas di Indonesia sekitar 10 tahun silam. Sementara sistem IG di dunia pertama kali diperkenalkan di Prancis sejak awal abad ke-20. Pemerintah Prancis memberikan Appellation d’Origine Contrôlée (AOC) pada produk lokal yang memiliki kriteria geografis tertentu dan kriteria khusus lainnya. Seperti keju Roquefort yang merupakan keju susu domba dari trah Lacaune, Manech, dan keturunan Basco-Bearnaise. Hanya keju yang disimpan dalam gua-gua Combalou di wilayah Roqueforty-sur-Soulzon saja yang boleh diberi nama Roquefort.

Persetujuan Trade-Related Aspects of Intellectual Property Rights (TRIPs).Sementara di Indonesia, IG diatur dalam UU Merek No. 15 Tahun 2001 Pasal 56 ayat (1).

IG Bareh Solok didaftarkan ke Menkumham dengan Nomor G002017000012 pada tanggal 21 Desember 2017 dan permintaan tanggal 12 Februari 2018 dan Indikasi Beras Solok tanggal 14 Februari 2018 dengan nama Masyarakat Perlindungan Indikasi Geografis (MPIG) Beras Solok.


Sementara Bupati Solok, H. Gusmal, mengaku bangga dengan dikeluarkannya Sertifikat  IG Beras Solok yang berarti Bareh Solok sudah dipatenkan milik Solok dan tidak bisa diakui oleh daerah lain atau dipalsukan. “Kalau ada yang memalsukan merek Bareh Solok, maka bisa kita laporkan penyalahgunaan kekayaan intelektual daerah kita ke polisi,” jelas H. Gusmal.
Disebutkan Bupati, pada dasarnya IG adalah sebuah sertifikasi dilindungi undang-undang yang diberikan pada produk tertentu yang sesuai dengan lokasi geografis tertentu atau asal (seperti kota, wilayah, atau negara).”Guna  IG untuk mengakui produk dengan kualitas tertentu, dibuat sesuai dengan metode tradisional, atau menikmati reputasi tertentu dan atribut wilayah tertentu, seperti bareh Solok di daerah Solok,” jelas H. Gusmal

Biasanya yang bisa mendapatkan sertifikat IG adalah produk-produk tersebut umumnya berupa produk tradisional yang dihasilkan masyarakat pedesaan dari generasi ke genarasi. Produk ini bahkan telah dikenal luas di pasar karena kualitasnya spesial

Hasil bumi Solok  yang begitu melimpah dan beragam perlu untuk dilindungi, termasuk beras Solok yang sudah mendunia, karena beras Solok merupakan produk yang memiliki ciri khas karena faktor alam, lingkungan geografis, manusia, atau kombinasi dari berbagai faktor tersebut menunjukkan karakter daerah asal tempat produk dihasilkan (wandy)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda