Akses Jalan Menuju Rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Solok di Kayu Aro Menyedihkan

0
516


SOLOK, JN– Tinggal di Ibukota Kabupaten Solok, Arosuka, belum tentu bisa menikmati akses yang serba bagus.


Salah satunya adalah mengenai fasilitas dan sarana transfortasi berupa jalan dan jembatan. Bahkan di Arosuka, sebagai ibukota Kabupaten Solok, masih banyak  warga  yang   belum menikmati fasiltas bagus, karena masih banyak akses jalan dan jembatan yang  sangat buruk dan mirip kubangan kerbau terutama pada saat musim hujan. 
Salah satu contohnya adalah, jalan penghubung dari Simpang Kayu Aro menuju Taman Makam Pahlawan dan perkebunan PTPN IV di Kayu Jao. Selain akses jalan yang rusak dan banyak lobang, kondisi ini diperparah dengan tingginya semak belukar yang tumbuh di kiri kanan jalan. Hal ini jelas mempersempit jalan. Bahkan mirip dengan kindisi jalan dari Sirukam menuju Tigo Lurah. Padahal jalan tersebut  berada di Ibukota Kabupaten dan berfotensi rawan kecelakaan.


“Jalan sudah rusak, ditambah lagi tidak terawat, dan sering pengendara mengalami kecelakaan,” tutur Joni (38) warga Kayu Aro.
Yang paling parah lagi, akses jalan menuju rumah dinas Ketua DPRD Kabupaten Solok dari Simpang PLN yang hanya sepanjang lebih kurang 500 meter kondisinya lebih buruk lagi. Sudah berlubang dan juga tidak terawat. Bahkan dilokasi ini berdiri kantor PLN Rayon Arosuka, Kantor BPS, SMK 2 Gunung Talang, UPT KLH, Rumah Dinas Ketua DPRD Kabupaten Solok dan rumah warga.


“Sudah lebih sepuluh tahun jalan ini tidak diperbaiki. Padahal setiap hari pejabat melintas di jalan tersebut. Apa mereka tidak berpikir, dan terpanggil hatinya untuk memperbaiki” sebut Nova Indra (51), warga Kayu Aro.  Pihaknya juga menjelaskan bahwa dalam sepuluh tahun terakhir ini saja sudah 4 orang pimpinan DPRD yang tinggal di rumah dinas tersebut. Tetapi belum satu orangpun yang memperbaiki jalan itu. “Padahal kalau dianggarkan sekitar Rp 100 juta saja sudah bagus. Kan kasihan anak sekolah dan warga yang bolak balik setiap hari kesana,” tutur Nova Indra. Pihaknya menyebutkan, untuk membangun gedung Rp 44 Milyar saja ada dananya dan juga untuk Taman Kota yang menghabiskan dana puluhan Milyar. Tetapi untuk membangun jalan sepanjang 500 meter saja susahnya minta ampun dan menunggu lebih dari 10 tahun,” sindir Nova Indra.

Fhoto: Istimewa

Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra, ketika dikomfirmasi masalah ini juga tidak membantah kondisi tersebut. 
“Saya kan baru dilantik dan insyaallah tahun ini pembangunannya akan kita prioritaskan,” sebut Dodi Hendra.

Selain jalan ke rumah dinas ketua DPRD Kabupaten Solok, akses jalan di perumahan Arosuka tahap 2 menuju SMA 2 Gunung Talang juga sangat buruk. Kemudian dari Simpang RSUD menuju Jalan Taman Hutan Kota yang panjangnya sekitar 300 meter juga sangat parah. 


Warga setempat berharap Pemkab Solok bisa menganggarkan jalan tersebut agar bisa diperbaiki karena berada di ibukota Kabupaten Solok (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here