Akibab Akses Jalan Yang Buruk ke Tigo Lurah, Sebuah Mobil Masuk Jurang Sedalam 30 Meter

0
2073
SOLOK, JN–Selain musibah banjir dan longsor yang menghantam Kabupaten Solok dalam seminggu terakhir ini, peristiwa kecelakaan tunggal juga terjadi di Kabupaten bumi penghasil bareh tanamo tersebut.
            Akibab akses jalan yang buruk dan licin, sebuah kendaraan jenis Strada L 300 yang dikemudiakan oleh  Nofri Wendra (23), warga Garabak Data, Kecamatan Tigo Lurah,  Senin sore (11/12), sekira pukul 13.00 Wib, juga terpelosot masuk kedalam jurang sedalam 30 Meter di Jorong Muaro Sabia Aia,  perbatasan antara nagari Batu Bajanjang dan Garabak Data. Beruntung peristiwa tersebut tidak sampai menelan korban jiwa.
Menurut keterangan sopir mobil, Nofri, dirinya bermaksud hendak ke Batu Bajanjang dari Garabak Data dan kendaraannya dititip di daerah perbatasan di Jorong Muaro Sabia Aia. Namun baru menjalankan kendaraan sejauh 200 Meter, mobilnya meluncur ditengah jalan licin tanpa aspal dan pihaknya tidak bisa mengendalikan stir mobil hingga meluncur lurus kedalam jurang. Sementara kendaraan mengalami rebah kuda di dalam jurang. “Ya, bagaimana lagi, saya ada keperluan penting ke Batu Bajanjang dan kendaraan lain tidak ada. Tapi ya begini jadinya, masih beruntung saya selamat,” jelas Nofri, ketika ditemui di Puskesmas Batu Bajanjang, Senin kemaren. Disebutkannya, dia terpaksa melompat dari mobil untuk menyelamatkan diri.
            Untuk itu, pihaknya berharap agar pemerintah segera memperhatikan akses jalan yang menghubungkan Batu Bajanjang dan Garabak Data, agar tidak banyak lagi korban yang mengalami nasib yang sama dengan dirinya. “Sebenarnya disini sudah sering terjadi kecelakaan, baik motor maupun mobil dan itu merupakan kecelakaan tunggal. Namun karena tidak ada yang mengekspos, jadi dianggap biasa saja. Polisi juga tidak ada di sini,” tambahnya.
            Hal itu juga disampaikan Camat Tigo Lurah, Sarmaini, yang juga membenarkan hal tersebut. “Ya, di sepanjang jalan ke Garabak dan Batu Bajanjang tersebut memang sering terjadi kecelakaan, namun bagaimana lagi, semua akibab akses jala yang memang belum layak dan masyarakat memaksakan diri untuk melintasi dengan kendaraan, meskipun hari hujan dan jalan belum diaspal. Mereka terpaksa melintas di jalan yang licin karena ada anak mereka yang sekolah di kota,” jelas Sarmaini (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here