7 Orang ABG Lain Jenis Tidur Bersama di Rumah Kontrakan di Kota Solok, Diamankan Satpol PP

0
3570

SOLOK, JN – Sebanyak 7 orang remaja diamankan petugas Satpol PP Kota Solok, mulanya masyarakat setempat curiga karena mereka berada dalam satu rumah kontrakan, di Area Gelanggang Batuang, Kota Solok. Petugas dan warga setempat kemudian mendatangi kontrakan tersebut sekitar pukul 07.30, dan menggelandang ke 7 remaja tersebut ke Kantor Pol PP.

Tiba dilokasi petugas menemui 5 orang remaja laki-laki berinisial RP (15), JF (15), RI (17), RS (23), DN (16) dan dua remaja perempuan RP (17), SF (17). Mereka kemudian dibawa untuk dilakukan penyidikan oleh PPNS, Senin (7/10).

“Berawal dari kecurigaan masyarakat, setelah mendapat laporan, petugas Pol PP kemudian mendatangi lokasi tersebut, yang telah ramai dikunjungi warga sekitar. Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, petugas kemudian mengamankan situasi,” kata Ori Affilo, Kasatpol PP Kota Solok.

Di kantor Pol PP, kepada petugas kelima remaja laki – laki tersebut mangaku sebagai warga Koto Baru, Kabupaten Solok dan sering bermain ke kontrakan itu, karena milik orang tua salah satu dari mereka. Sementara kedua orang remaja putri, RP (17) Dan SF (17) adalah warga Muara Labuh, mereka datang ke Kota Solok pada hari Minggu (6/10).

Kasi Op Pol PP Kota Solok Rico mengatakan, kedua remaja perempuan itu mulanya berniat mencari pekerjaan ke Kota Solok, setelah diajak oleh teman laki-lakinya, yang bernama DN. Karena terasa sudah malam, RP dan SF bingung untuk mencari tempat tidur. Kemudian DN menawarkan tidur di kontrakan milik orang tuanya.

“Tapi posisi tidur terpisah dari 5 orang remaja tersebut, dengan harapan DN bisa menemani kedua orang rekan perempuanya, mencari pekerjaan keesokan harinya,” kata Rico.

Dijelaskan Rico, ketika ditanya petugas, mereka mengaku tidak ada melakukan perbuatan asusila. Selaku aparat penegak Perda, selama penyidikan petugas terus memberikan arahan kepada mereka. Dan jika didapati kembali melakukan hal yang sama akan dikirim kepanti rehabilitasi di Biaro.

Petugas kemudian memanggil orang tua ketujuh orang remaja tersebut dan dimintai surat perjanjian, untuk tidak mengulangi dengan dibubuhi tanda tangan diatas materai.”Ketujuh remaja telah di serahkan kepada orang tua masing-masing, sementara 2 remaja putri kedua orang tuanya berasa di muara labuh, sehingga saudara sepupu mereka yang menjemput. Agar lebih aman petugas Pol PP juga membantu kedua remaja perempuan beserta sepupunya, kami antarkan ke Muaro Labuh,”kata Rico.(van)

TINGGALKAN KOMENTAR

Masukkan Komentar
Masukkan Nama Anda