Cerita fiksi/naskahTanpa Kategori

Plot Mengagumkan Dari Novel ‘Of Mice And Men’ Karya John Steinbeck

×

Plot Mengagumkan Dari Novel ‘Of Mice And Men’ Karya John Steinbeck

Sebarkan artikel ini

Oleh : Rezky Fariz Nouvensi

==========================

John Steinbeck adalah penulis asal Amerika Serikat yang banyak menelurkan novel-novel pendek berkualitas.

Salah satu yang paling ikonik dan mengandung filosofi dalamadalah Of Mice and Men yang mengangkat persahabatan duapria yang berusaha mencari pekerjaan di tengah krisisekonomi tahun 1930an.

Novel ini berkisah tentang mimpi-mimpi seorang pekerjakasar. Dimana tampaknya untuk saat ini, impian itu seolahbatu bara yang membakar semangat manusia, namun pada masa itu mimpi merupakan bunga tidur yang tidak perludipikirkan. Hanya seperti dunia lain tempat mereka melarikandiri sejenak demi kembali menghadapi kehidupan yang keras. Lennie seorang lelaki bertubuh besar, dengan wajah yang tampak tak beraturan.

Kekuatannya sangat besar namun tidakdisertai dengan kemampuan berpikir yang baik. Lennie bagaibayi besar yang bahkan tidak bisa berkomunikasi denganbahasa yang kompleks, baginya komunikasi itu adalahperintah. Dan hanya satu perintah yang akan didengarnyayaitu perintah George.

George adalah pria yang pandai tetapi berperawakankecil dan berharap tidak pernah menempuh pendidikan. Sementara itu, Lennie adalah sosok kuat yang memilikiketerbelakangan mental. Bersama mereka memiliki mimpiuntuk bisa hidup tentram dan membangun rumah merekasendiri. Sampai suatu kejadian terjadi dan mengubah semuarencana yang sudah mereka buat.

Konflik yang terdapat dalam Of Mice and Men adalahbagaimana George harus bersabar dan menjaga Lennie agar tidak membuat masalah. George juga harus memberikan janjiuntuk memberikan Lennie mengurus kelinci agar Lennie tidakmembuat masalah di tempat kerja baru. Secara keseluruhan, John Steinbeck berhasil menyajikan cerita yang lucu dan tragis dalam novel ini. Walaupun George sering memarahiLennie karena tingkah lakunya, tapi justru itulah bentuk kasihsayang yang ditunjukkan oleh George kepada Lennie.

Baca Juga :
Polres Solok Gelar Apel Operasi Keselamatan Tahun 2021

Pada umumnya, orang akan mengenal norma sebagaibatasan dalam bertindak atau membuat keputusan. Norma inipula yang akan menghindarkan seseorang dari bertingkahyang di luar batasan. Namun, Lennie tidak memahami ini, seperti ketika di Weed dirinya tengah asyik memegang rokseorang gadis kemudian terjadilah kericuhan yang membuatLennie dan George harus bersembunyi di parit. Betul, bagiLennie yang ada adalah sesuatu yang bisa dia sentuh dan membuatnya tenang.

Meski terkadang sesuatu itu bukan halyang bisa diterima, seperti memegang ujung rok seoranggadis, atau seperti ketika di beberapa lembar pembuka, dimana Lennie mengelus tikus mati yang sudah remuk dan mati.

Meski berhati lembut, karena Lennie tak dapatmengontrol emosi atau bahkan perasaannya, jadilah dirinyasosok yang sungguh menakutkan terutama ketika marah. Mematahkan lengan lelaki bukan hal yang aneh bagi Lennie, apalagi pekerjaannya yang sungguh berat bahkan bisamengalahkan beberapa buruh angkut.

Georgelah yang memegang kendali amarah Lennie, diajuga yang bisa menenangkan sahabatnya itu yang merupakanbayi besar. Hingga kemudian keduanya tiba di tempat kerjabaru. Namun, siapa sangka, di sanalah seorang perempuangenit yang membuat segalanya berantakan. Baik Lennie maupun George berbagi impian yang sama. Yaitu memilikitanah untuk hunian yang subur, agar mereka dapat hidupberdua dan tinggal di sana tanpa harus bekerja.

Baca Juga :
Sabar AS Lantik Pengurus Ikatan Mahasiswa Panti Timur

Mereka harusmengumpulkan uang demi membeli tanah tersebut. “Orang-orang seperti kita, yang bekerja di peternakan, adalah orang-orang paling kesepian di dunia. Mereka tidak punya keluarga. Mereka tidak cocok di tempat mana pun. Mereka datang kepeternakan dan bekerja keras lalu pergi ke kota dan menghamburkan hasil kerja keras mereka, lalu setelahnyamereka banting tulang lagi di peternakan lain. Mereka tidakpunya cita-cita.”

Salah satu keunikan dari novel ini adalah denganbanyaknya percakapan daripada narasi. Karena kebanyakannovel-novel klasik biasanya selalu menceritakan kisahnyadengan narasi yang panjang, tapi tidak halnya dengan Of Mice and Men. Hasil terjemahannya juga cukup baik, walaupun adabeberapa kata yang kaku. Typo yang saya temukan juga sangat sedikit sehingga tidak terlalu mengganggu ketikamembaca.

Novel dengan cerita yang sederhana, tapi memiliki pesanpositif yang mendalam tentang arti sebuah persahabatan.Pendek, tetapi penuh dengan pelajaran hidup. Novel ini cukuplugas, sempat disensor dan dibatasi peredarannya karenakualitas kekerasan dan rasisme. (Penulis adalah mahasiswa Unand Padang)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *