Walikota Solok Sampaikan Nota Penjelasan Perubahan RPJMD

0
724

SOLOK, JN- Seiring kebijakan nasional terkait penyelarasan RPJMD dengan RPJMN, Pemerintah Kota Solok bersama DPRD turut melakukan perubahan atas Perda nomor 3 tahun 2016 tentang RPJMD Kota Solok tahun 2016-2021.

Sidang Paripurna dipimpin lansung Ketua DPRD Kota Solok Yutriscan dan didampingi Wakil Ketua Irman Yefri Adang. Turut hadir Walikota Solok H. Zul Elfian, Segenap anggota DPRD Kota Solok, Pimpinan OPD dan undangan lainnya Senin (28/8). Walikota Solok, Zul Elfian dalam pembacaan  Nota penjelasan Walikota Solok atas Ranperda Tentang perubahan atas Perda Kota Solok Nomor 3 Tahun 2016- 2021,tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Solok Tahun 2016 – 2021, mengatakan RPJMD Kota Solok telah ditepakna dengan perda nomor 3 Tahun 2016. “Untuk itu, perda nomor 3 tahun 2016 perlu dilakukan perubahan sebagai tindak lanjut PP nomor 18 tahun 2016 tentang organisasi perangkat daerah dan SE bersama mentri Negara perencanaan pmbangunan nasional dan kepala Badab perencanaan Nasional serta mendagri tentang petunjuk oelaksanaan penyelarasan RPJMD dan RPJM Nasional 2015-2019,” ungkap Zul Elfian.

Sesuai Permendagri nomor 54 tahun 2010, pasal 282 ayat 1 mengatakan RPJMD dapat diubah apabila hasil pengendalian dan evaluasi menunjukkan bahwa proses perumusan dan substansi yang dirumuskan tidak sesuai dengan tahapan dan tatacara rencana pembangunan daerah. Termasuk juga apabila terjadi perubahan yang mendasar dan merugikan kepentingan nasional. “Perubahan mendasar yang dimaksud disini mencakup antara lain adanya perubahan kebijakan nasional seperti yang dijelaskan di ayat 2 Permendagri nomor 54 tahun 2010,” jelasnya. Tersusunnya rencana akhir perubahan RPJMD ini, beber Zul Elfian, telah melalui suatu prosea yang panjang. Mulai dari FGD dengan SKPD, Pembahasan kebijakan umum dengan DPRD, Musrenbang Rangan perubahan RPJMD, sampai dengan tahap konsultasi dengan pemerintah provinsi. Untuk mewujudkan sinergisitas perencanaan antara wilayah maupun sektor, maka penyusunan perubahan RPJMD Kota Solok juga harus memperhatikan dokumen perencanaan lainnya, baik dilingkup kota Solok, keterkaitan dengan daerah lain, Provinsi maupun nasional. “Perubahan RPJMD Kota Solok ini nantinya juga akan menjadi acuan bagi OPD untuk menyempurnakan draft perubahan rencana strategis (Renstra) OPD terkait, kalau untuk visi dan misi tidak ada revisi dalam perubahan” tutup Zul Elfian.

Sekedar kilas balik, bahwa visi dalam perubahan RPJMDN Kota Zolkk Tahun 2016- 2021  tidak mengalami perubahan, yaitu ,” terwujudnya masayarakat Kota Solok yang beriman, bertaqwa, dan sejahtera menuju Kota Perdagangan, jasa serta pendidikan yang majundan moder”, ujarnya. Tambahnya ” misi RPJMD juga Tidak mengalami perubahan yaitu mewujudkan kehidupan masyarakat yang berlandaskan ABS-SBK, Mewujudkan penyelenggaraan tata pemerintah yang baik dan bersih, mewujudkan pendidikan dan kesehatan yang berkualitas, menjadikan Kota Solok sebagai pusat perdagangan produk dan jasa berbasis sumberdaya lokal dan unggulan daerah,  menekan angka kemiskinan dan mengurangi permasalahan sosial, mewujudkan prmbangunan prasarana dan sarana yang berwawasan lingkungan,”ucapnya.

Selanjutnya dalam rangka pencapaian visi dan misi Mota Solok Tahun 2016- 2021 tersebut, maka prioritas pembangun Kota Solok pada tahun 2016- 2021 dirumuskan sebagai berikut pembangunan mental dan pengamalan agama dalam kehidupan masyarakat, penyelenggaraan tata kelola pemerintah yang baik dan bersih, peningkatan pemerataan dan kualitas pendidikan, peningkatan derajat kesehatan masyarakat, peningkatan kesetaraan ( gender, pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak), pengembangan( industri, perdagangan, koperasi, dan UKM, investasi, Pariwisata, dan pengangguran), dan peningkatan penanggulangan kemiskinan dan permasalahan sosial, pembangunan dan peningkatan prasaranadan sarana kota, dan peningkatan koordinasi penyelenggaraan penataan ruang dan lingkungan hidup. “Secara umum pendapatan daerah dalam APBD Kota Solok masih tergantung pada dana perimbangan, hal ini terlihat masih besarnya kontribusi dana perimbangan  terhadap APBD. sampai tahun 2021 kontribusi dana perimbangan pada kisaran 88.23 %, dan kontribusin PAD pada Kisaran angka 7.18%”, terangnya (Govan/ujang jarbat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here