Tiga Warga Koto Baru Hanyut Diseret Batang Lembang, 1 Ditemukan Meninggal, 2 Lagi Masih Dalam Pencarian

0
2708

SOLOK, JN-  Musibah duka kembali melanda Kabupaten Solok. Minggu sore (13/5), tiga orang warga Koto Baru, Kecamatan Kubung Kabupaten Solok, saat sedang asyik mandi di kali, tiba-tiba datang air bah, dan menyeret ketiganya.

Salah seorang dari korban yang bernama Widya Aprinia (23), yang berprofesi sebagai Mahasiswi  dan juga merupakan ajudan pribadi dari Asisten II Pemkab Solok, ditemukan tidak  bernyawa sekitar satu Kilometer dari TKP. Sementara dua korban lagi yakni Habib (24) dan Fatih (6), hingga berita ini diturunkan masih dalam pencarian tim gabungan dari  Tim SAR Kabupaten dan Provinsi,  BPBD Kabupaten Solok dan Kota Solok, Masyarakat dan pemuda Nagari, unsur  PMI, TNI/ Polri, Tagana, Polsek Kubung, Polresta dan Polres Arosuka Solok, pramuka peduli, TRC dan relawan lainnya.

Widya semasa hidup

Widya ditemukan sekitar jam 20.00 Wib, Minggu malam, sementara kedua korban lainnya, yakni Fatih dan Habib masih dalam usaha pencarian TIM gabungan. Ribuan masyarakat dari kota Solok dan Kabupaten, tampak berkumpul di sepanjang aliran Sungai Batang Lembang, sejak Senin pagi (14/5) hingga sore harinya. Usaha pencarian dimulai sekitar jam 08. Wib Senin pagi, namun belum membuahkan hasil. Sementara korban Widya sudah dimakamkan di TPU keluarga di Kajai Koto Baru Solok, Senin siang. Ratusan orang yang merupakan keluarga dan sahabat korban, tampak datang melayat ke rumah duka serta mengantarkan almarhummah ke tempat peristirahatan terakhirnya, termasuk  dari pelayat Asisten II Sekda Kabupaten  Solok, Drs.  H. Suharmen Thaib, MM, rekan-relan almarhumah di Pemda Kabupaten Solok, warga komplek Perumahan Batu Batupang, Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH. Tangis duka dan kepiluan tergambar dari raut kedua orang tua korban, yang juga merupakan ASN di Pemkab Solok.

Sementara disaat korban Widya dimakamkan, tim Gabungan dari BPBD da SAR serta lainnya, terus berusaha mencari menelusuri aliran Batang Lembang, mulai dari tempat korban hanyut hingga ke belakangan Lapangan Merdeka di Kota Solok. “Tim kita sudah menyebar dan menelusuri aliran Batang Lembang, mulai dari Koto Baru, Salayo hingga Kota Solok yakni di belakang Lapangan Merdeka. Namun belum membuahkan hasil,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Solok, Dasril, kepada KORAN PADANG di Salayo, Salok, Senin sore (14/5), disela-sela pencrian dua korban yang belum ditemukan.

Dasril juga menyebutkan, jika hari ini kedua korban tidak ditemukan, maka rencananya besok hari yakni pada Selasa, pencarian akan diperluas hingga ke Tanjung Bingkung atau ke Danau Singkarak.  “Kami minta do’anya kepada masyarakat agar kedua korban yang belum ditemukan bisa segera kita ketahui keberadaannya,” ucap Dasril.

Kronologis kejadian menurut salah seorang warga Koto Baru, Apriza (29), ketika korban saat itu sekitar pukul 16.30 Wib, usai membersihkan makam keluarga, pulang menuju rumah masing-masing. Namun belum sampai di rumah, korban tertarik mandi-mandi di kali Batang Lembang atau Sawah Kajai, karena airnya jernih dan cuaca juga tidak hujan. “Namun malang bagi ketiganya, saat mereka asyik mandi-mandi, air bah datang dari hulu dengan sangat beasrnya karena di Gunung Talang terjadi hujan lebat dan seketika itu ketiganya terseret air bah dan tidak bisa menyelamatkan diri,” jelas Apriza. Disebutkannya, mulanya yang terseret air bah adalah Widya dan Habib serta Fatih bermaksud menolong Widya, namun ketiganya terseret air bah. Habib merupakan pacar dari Widya, namun keduanya harus menjadi korban keganasan Batang Lembang. Jarak antara Kali Sawah Kajai ke rumah korban dan juga ke GOR Batu Batupang sekitar 1 Kilometer atau 10 menit engan berjalan kaki.

Kapolres Arosuka Kabupaten Solok, AKBP Ferry Irawan, menyebutkan bahwa peristiwa hanyutnya ketiga orang warga Koto Baru, merupakan murni musibah alam dan berharap kedepannya agar masyarakat lebih berhati-hati jika ingin mandi di kali. “Kita menghimbau agar masyarakat lebih berhati-hati jika mau mandi di kali, karena saat ini cuaca suka hujan di daerah hulu hingga kita yang di hilir tidak mengetahui kapan air kali mau meluap,” jelas AKBP Ferry Irawan (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here