Yulfadri Nurdin: Budaya Gotong Royong Sudah Mulai Langka di Masyarakat

0
394
SOLOK, JN-Wakil Bupati Solok,Yulfadri Nurdin, SH, menyebutkan bahwa saat ini rasa gotong royong sudah mulai memudar di masyarakat Minang, termasuk di Kabupaten Solok, padahal bergotong royong selain bisa memudahkan urusan, juga bisa menyambung tali silaturrahmi antar sesama. “Dulu waktu zaman orang tua kita, bergoro atau bergotong royong ini selalu membudaya di masyarakat, namun seiring perkembangan zaman, budaya bergoro ini sudah mulai tampak langka,” jelas Yulfadri Nurdin, Jum’at (27/10).
             Untuk itu, mantan Ketua Komisi IV DPRD Sumbar ini meminta agar masyarakat kembali membudayakan tradisi bergoro dimana dengan bergoro, pekerjaan berat bisa menjadi ringan. “Zaman dulu kalau orang akan membangun rumah saja, dikerjakan secara bersama-sama, termasuk untuk membangun rumah ibadah. Yang laki-laki biasanya tugasnya mencari bahan dan yang ibuk-ibuk memasak untuk yang bergoro. Tapi saat ini hal itu benar yang sudah langka,” jelas Yulfadri Nurdin. Pihaknya mengajak niniek mamak, Walinagari dan cadiak pandai di nagari untuk kembali menghidupkan budaya bergoro, karena hal itu sangat penting untuk menjaga tali silaturrahmi dan untuk meningkatkan rasa nasionalisme.
          “Saya berharap agar tradisi bergoro ini kembali kita budayakan di tengah-tengah masyarakat, sebab dengan seringnya kita bertemu maka rasa kebersamaan itu akan terasa. Yang berat bisa jadi ringan dan semua masalah akan bisa teratasi,” sambung Yulfadri Nurdin.
        
              Sementara Ketua DPRD Kabupaten Solok, H. Hardinalis Kobal, SE, MM, juga sependapat dengan Wabub Solok bahwa dengan bergoro semua akan bisa menjadi ringan, baik untuk membuka jalan baru, membangun tempat ibadah atau pekerjaan fasiltas umum lainnya. “Saya setiap turun ke masyarakat, juga sering mengingatkan agar masyarakat membangkitkan kembali budaya bergoro karena hal itu sangat banyak manfaatnya,” terang H. Hardinalis Kobal.
            Politisi dari Partai Golkar itu juga berpesan agar niniek mamak dan pemerintah nagari, kembali membudayakan tradisi bergoro itu (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here