Yulfadri Nurdin: ABS-SBK Harus Dimulai Dari Nagari

0
461

Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH, yang didampingi Kabag Kesra, Noviarman,  memberikan arahan pada rapat persiapan ABS-SBK Tahun 2017, bertempat di Ruang Danau Singkarak, Kamis (16/3).

 

 

Yulfadri Nurdin: ABS-SBK Harus Dimulai Dari Nagari

SOLOK, JN– Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, membuka acara rapat persiapan pelksanaan Adat Basandi Syara’ dan Syara’ Basandi Kitabullah (ABS-SBK) tahun 2017, bertempat di Ruang Danau Singkarak, Kamis (16/3). Selain Wabub Solok, tampak hadir Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin,SH, Kabag Kesra, Noviarman, S.Sos, MM

Serta kepala OPD dan Camat Lingkup Pemda Kabupaten Solok dan undangan lainnya.

Dalam laporannya, Kabag Kesra Kabupaten Solok, Noviarman menyampaikan bahwa pelaksanaan program “Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah” di Kabupaten Solok, tahun lalu sudah dilaksanakan di 50 Nagari dan 15 nagari untuk tahun ini dan nagari tersebut berada di Delapan Kecamatan di Kabupaten Solok, seperti Kecamatan Kubung, Gunung Talang, X Koto Singkarak, Bukit Sundi, Tigo Lurah, Lembang Jaya, X Koto Diatas dan kecamatan IX Koto Sungai Lasi. “Program ini merupakan penunjang untuk program Bupati dan Wakil Bupati Solok yakni Magrib mengaji  dan Subuh berjamaah. Outputnya adalah adanya monografi nagari dan peraturan nagari,” jelas Noviarman.  Ditambahkannya, pengacuan secara administrasi nantinya akan di perbanyak draf yang akan di bagikan kepada nagari-nagari untuk suskesnya acara ini.

Wakil Bupati Solok, Yulfadri Nurdin, SH dalam arahannya menyampaikan bahwa soaialisasi ABS-SBK yang kuat kaitannya dengan visi dan misi Kabupaten Solok. “Program ABS-SBK ini telah berpacu untuk dilaksanakan kembali guna melestarikannya di Kabupaten Solok. Selama ini kita hanya tau tentang slogan saja namun dalam pengaplikasiannya tidak berjalan dengan baik,” terang Yulfadri Nurdin.

Disebutkan Wabub, dulu fungsi dari kepemimpinan adat di Minangkabau sangat berperan penting dan berjalan sesuai fungsinya namun saat ini hanya tinggal nama saja. Wabub juga menjelaskan bahwa penerapan ABS-SBK harus dimulai dari masyarakat nagari dan bisa diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat. “Apabila peraturan nagari telah diberlakukan, apapun itu yang telah di atur oleh nagari bila terjadi penyelewangan maka akan bisa diberikan sanksi oleh nagari. Apabila nagari kita sudah tertata dengan baik, maka kabupaten Solok akan dikenal dengan baik, karena ujung tombak pembangunan Kabupaten Solok ada di nagari,” pungkas Wabub Yulfadri Nurdin (wandy)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here